Banjarmasin (beritajatim.id) – Misi Dagang dan Investasi yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Galaxy Hotel Banjarmasin mencatatkan hasil fantastis dengan nilai transaksi mencapai Rp1,661 triliun. Capaian ini menjadi yang tertinggi sejak misi dagang digelar pertama kali pada 2019.
“Alhamdulillah, selama 42 kali misi dagang sejak 2019, transaksi kali ini adalah yang tertinggi. Animo pengusaha Kalimantan Selatan luar biasa, hingga pukul 17.00 WITA transaksi menembus Rp1,661 triliun,” ujar Khofifah.
Dari total transaksi, Jatim Jual mencapai Rp1,574 triliun, sementara Jatim Beli sebesar Rp86,89 miliar. Produk asal Jatim yang paling diminati meliputi telur dan daging ayam beserta turunannya, sapi, kambing, kopi, pakan ikan, pupuk, rempah, rokok, fashion, bahan bangunan, serta produk hortikultura.
Sementara dari Kalimantan Selatan, produk yang dibeli Jatim antara lain arang halaban, hasil perikanan, arang batok kelapa, veneer kayu, frozen food, hingga udang dan patin.
Salah satu transaksi terbesar adalah kerja sama antara Asosiasi Pelaku Usaha Produk Peternakan Jatim (Mojokerto) dengan Asosiasi Pelaku Usaha Produk Peternakan Kalsel (PT Primafodd International) untuk penjualan 3.054 ton telur dan 15.761 ton daging ayam senilai Rp1,06 triliun.
Bukti Kontribusi Jatim
Khofifah menegaskan, capaian ini membuktikan Jawa Timur masih menjadi motor penggerak ekonomi nasional. Pada triwulan II-2025, ekonomi Jatim tumbuh 5,23 persen (y-on-y), lebih tinggi dibanding rata-rata nasional 5,12 persen.
Selain itu, nilai PDRB ADHB Jatim semester I-2025 tercatat Rp1.668,6 triliun dengan surplus perdagangan Rp120,61 triliun. “Ini adalah proses saling menguatkan dan melengkapi. Ke depan, jika bertemu pasar ekspor, nilai tambah bisa diraih bersama-sama,” kata Khofifah.
Dalam misi dagang ini, delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dari Jatim dan Kalsel menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) di bidang perkebunan, peternakan, pertanian, kelautan dan perikanan, kehutanan, desa, investasi, serta komunikasi dan informatika.
Selain itu, empat asosiasi juga terlibat, yakni KADIN, HIPMI, IWAPI, dan Forkas Jatim yang menjalin kerja sama dengan REI Kalsel. Khofifah juga menginisiasi pembentukan Forum Investasi Jatim–Kalsel dengan dukungan Ikatan Keluarga Alumni Universitas Airlangga (IKA Unair).
Perwakilan kelompok tani kopi asal Situbondo, Didik Suryadi, mengapresiasi langkah Gubernur Jatim tersebut. “Semua difasilitasi mulai dari budidaya, pasca panen hingga pemasaran. Misi dagang ini membuka peluang besar bagi kami untuk memasarkan produk di Kalimantan,” ujarnya. (ren)


as a preferred source on Google




