Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Ragam»Musim Hujan Belum Usai, Ini Strategi Jaga Kesehatan di Awal Ramadhan 2026

Musim Hujan Belum Usai, Ini Strategi Jaga Kesehatan di Awal Ramadhan 2026

Haris DwiHaris Dwi Ragam 4 Februari 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ramadhan tahun ini diprediksi masih memasuki musim hujan (foto ilustrasi AI)
Ramadhan tahun ini diprediksi masih memasuki musim hujan (foto ilustrasi AI)

Surabaya (beritajatim.id) – Awal bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah tahun ini diperkirakan menghadirkan tantangan tersendiri bagi umat Islam di Jawa Timur. Puasa yang kemungkinan dimulai pada pertengahan Februari 2026 bertepatan dengan fase puncak musim hujan, saat cuaca ekstrem masih berpotensi melanda Surabaya Raya dan wilayah sekitarnya.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda telah mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem pada periode 1–10 Februari 2026, yang diperkirakan dapat berlanjut hingga awal Ramadhan. Kondisi yang perlu diwaspadai antara lain hujan lebat disertai angin kencang dan petir, terutama pada sore hingga malam hari.

Periode rawan cuaca ekstrem ini bertepatan dengan aktivitas masyarakat saat ngabuburit hingga pelaksanaan salat Tarawih. Selain berdampak pada mobilitas, cuaca dingin dan lembap juga berisiko mengganggu kondisi fisik selama menjalani ibadah puasa.

Suhu udara yang lebih rendah kerap memicu fenomena dehidrasi terselubung. Rasa haus cenderung berkurang, padahal tubuh tetap kehilangan cairan. Kondisi ini dapat menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan, seperti flu hingga penyakit yang umum muncul di musim hujan.

Untuk menjaga kebugaran, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merekomendasikan penerapan pola hidrasi 2-4-2 yang perlu diterapkan sejak hari pertama puasa. Pola ini dinilai efektif menjaga keseimbangan cairan tubuh meski waktu minum terbatas.

Dua gelas air putih dianjurkan saat berbuka puasa, yakni satu gelas saat azan Magrib dan satu gelas setelah takjil atau sebelum salat Magrib. Empat gelas berikutnya diminum secara bertahap pada malam hari, mulai setelah Magrib, usai makan besar, setelah Isya atau Tarawih, hingga menjelang tidur. Sementara dua gelas terakhir dikonsumsi saat sahur, satu gelas saat bangun tidur dan satu gelas menjelang imsak.

Baca Juga:  BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Jawa Timur hingga 29 Oktober 2025, 32 Wilayah Terdampak

Selain manajemen cairan, penyesuaian pola tidur juga menjadi faktor penting. Masyarakat disarankan tidur lebih awal setelah Tarawih serta membatasi penggunaan gawai setidaknya 30 menit sebelum tidur agar kualitas istirahat tetap optimal meski durasinya lebih singkat.

Di tengah potensi hujan lebat, masyarakat juga diimbau untuk selalu membawa perlengkapan hujan seperti payung atau jas hujan saat bepergian ke masjid. Dengan kesiapan fisik, pengaturan cairan yang tepat, serta kewaspadaan terhadap cuaca, ibadah Ramadhan diharapkan tetap berjalan khusyuk dan sehat meski di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
BMKG Juanda Cuaca Ekstrem musim hujan Ramadhan 2026 Tips Puasa Sehat
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026 Ragam

Fenomena Langit Juli 2026: Ada Hujan Meteor, Bima Sakti hingga Bulan Purnama Rusa

1 Juli 2026 Ragam

Nicholas Saputra Jadi Brand Ambassador Herbal Kemasan, Undang Perhatian Publik

26 Juni 2026 Lifestyle

Mengapa Sebagian Pria Tak Kunjung Menikah? Ternyata Bukan Selalu Karena Takut Komitmen

24 Juni 2026 Ragam

Pakaian Susah Kering Saat Musim Hujan? Ini 7 Cara Ampuh agar Tidak Bau Apek

23 Juni 2026 Ragam

Kapan Malam 1 Suro 2026? Ini Tradisi dan Pantangan yang Masih Dipercaya

13 Juni 2026 Ragam
Leave A Reply Cancel Reply

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.