Surabaya (beritajatim.id) – Operasional perjalanan kereta api di lintas utara Pulau Jawa berangsur kembali normal setelah terdampak banjir di wilayah Pekalongan, Jawa Tengah. PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui Daerah Operasi (Daop) 8 Surabaya mencatat adanya peningkatan kecepatan perjalanan kereta api pada petak jalan Pekalongan–Sragi menjadi 40 kilometer per jam.
Peningkatan kecepatan ini dilakukan seiring selesainya sejumlah pekerjaan pemulihan prasarana yang sebelumnya terendam banjir. KAI memastikan seluruh tahapan perbaikan dan pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh, bertahap, serta mengedepankan aspek keselamatan sebagai prioritas utama dalam operasional perjalanan kereta api.
Manajemen KAI menyampaikan bahwa kondisi jalur kini semakin stabil dan aman untuk dilalui. Evaluasi teknis di lapangan terus dilakukan guna memastikan kualitas prasarana sesuai standar keselamatan. Kecepatan perjalanan pun masih berpotensi ditingkatkan secara bertahap seiring hasil pemeriksaan lanjutan.
Pulihnya lintas utara ini memberikan dampak positif terhadap kelancaran perjalanan kereta api jarak jauh, khususnya layanan relasi dari wilayah Daop 8 Surabaya menuju Jakarta maupun sebaliknya. Untuk menjaga keandalan layanan, KAI juga meningkatkan koordinasi lintas unit serta kesiapsiagaan petugas di lapangan demi menjamin keamanan dan kenyamanan pelanggan.
Namun, selama proses pemulihan prasarana, KAI Daop 8 Surabaya masih melakukan penyesuaian operasional. Dua perjalanan kereta api tambahan terpaksa dibatalkan, yakni KA 7001A Gajayana Tambahan relasi Malang–Gambir untuk keberangkatan 20–22 Januari 2026 serta KA 7003A Sembrani Tambahan relasi Surabaya Pasarturi–Gambir pada 21–26 Januari 2026.
Atas kebijakan tersebut, KAI menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang terdampak. Sebagai bentuk komitmen pelayanan, perusahaan memberikan fasilitas pengembalian bea tiket sebesar 100 persen di luar biaya pemesanan, serta layanan penjadwalan ulang tanpa biaya tambahan sesuai ketentuan yang berlaku.
Proses refund dan reschedule dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI, loket stasiun, maupun Contact Center KAI 121. Berdasarkan data sementara, sejak Jumat, 16 Januari 2026 hingga Rabu, 21 Januari 2026 pukul 08.00 WIB, tercatat sebanyak 4.889 penumpang di wilayah Daop 8 Surabaya telah mengajukan pembatalan tiket.
KAI menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat pemulihan operasional secara aman dan berkelanjutan. Keselamatan, keamanan, serta kenyamanan perjalanan kereta api tetap menjadi fokus utama dalam setiap kebijakan yang diambil, seiring upaya mengembalikan layanan secara optimal di lintas utara Pulau Jawa. (ian)







