New York (beritajatim.id) – Dalam peringatan World Cities Day yang jatuh setiap 31 Oktober, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), António Guterres, menyampaikan keprihatinannya terhadap krisis perumahan global yang semakin memperlebar kesenjangan sosial di tengah pesatnya urbanisasi dan digitalisasi kota.
Guterres menyoroti bahwa teknologi digital memainkan peran penting dalam membentuk kehidupan perkotaan modern. Inovasi seperti sistem peringatan dini, pemetaan geospasial, hingga platform partisipatif dinilai mampu meningkatkan layanan dasar, memperkuat ketahanan masyarakat, dan menciptakan ruang hijau yang lebih ramah lingkungan.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh memperlebar kesenjangan, melainkan harus menjadi alat untuk menjembatani ketimpangan, terutama dalam hal akses terhadap tempat tinggal yang layak.
“Saat ini, krisis perumahan global dan pertumbuhan permukiman informal telah membuat miliaran orang hidup tanpa perumahan yang memadai,” ujar Guterres dalam pernyataan resminya.
Ia menekankan bahwa kota yang benar-benar “cerdas” adalah kota yang mengutamakan manusia, khususnya kelompok rentan seperti perempuan, anak muda, lansia, dan penyandang disabilitas.
PBB juga mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah nasional dan daerah dengan warganya dalam membentuk masa depan perkotaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut, menurut Guterres, adalah kunci dalam mewujudkan kota yang tidak hanya menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, tetapi juga ruang hidup yang adil, hijau, dan ramah digital.
“Kota adalah mesin peluang. Ketika kita menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan, inovasi digital dapat menjadi penggerak keadilan dan keberlanjutan bagi semua,” tambahnya.
Latar Belakang World Cities Day
World Cities Day merupakan momentum tahunan yang diprakarsai oleh PBB sejak tahun 2014. Peringatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global akan pentingnya urbanisasi yang berkelanjutan serta peran kota sebagai penggerak pembangunan sosial dan ekonomi yang inklusif.
Tahun ini, peringatan World Cities Day mengangkat tema besar seputar transformasi digital dan perannya dalam menciptakan masa depan kota yang lebih tangguh dan berkeadilan. (hdl)


as a preferred source on Google



