Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Politik»Pengamat Pertanyakan Isu yang Bisa Dorong 19,8 Juta Suara Beralih ke Prabowo-Gibran dalam 48 Hari

Pengamat Pertanyakan Isu yang Bisa Dorong 19,8 Juta Suara Beralih ke Prabowo-Gibran dalam 48 Hari

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Politik 11 Desember 2023
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Prabowo dan Gibran
Prabowo dan Gibran saat menghadiri Konsolidasi Waktunya Indonesia Maju di Sentul Internasional Convention Center (SICC) Bogor (foto: facebook @BolonemaseIndonesia)

Jakarta (beritajatim.id) – Pengamat politik sekaligus pendiri Pusat Studi untuk Demokrasi, Kiki Rizki Yoctavian, menyoroti lonjakan 9,7 persen suara yang diraih pasangan Prabowo-Gibran berdasarkan hasil riset Lembaga Survei Indonesia (LSI).

Dalam keterangan resmi yang dikeluarkan di Jakarta pada hari Senin, Kiki mengungkapkan bahwa survei LSI menunjukkan peningkatan elektabilitas pasangan Prabowo-Gibran mencapai 45,6 persen pada tanggal 10 Desember 2023.

Hasil ini mengungguli dua pasangan calon lain yang ikut dalam Pilpres 2024. Pada survei yang sama pada bulan Oktober 2023, LSI mencatat bahwa elektabilitas Prabowo-Gibran sebelumnya berada di angka 35,9 persen.

“Jika kita menghitung dan membandingkan data sejak 22 Oktober hingga 10 Desember, atau selama 48 hari, survei LSI menunjukkan peningkatan suara untuk Prabowo sebesar 9,7 persen,” ungkapnya.

Dengan mengonversi angka tersebut, lanjut Kiki, berdasarkan jumlah suara dari Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebesar 204 juta, peningkatan ini setara dengan 19,8 juta suara.

“Ini berarti suara Prabowo bertambah sebanyak 19,8 juta hanya dalam 48 hari, atau rata-rata penambahan sekitar 416 ribu suara setiap hari,” tegasnya.

Pengamat ini mengevaluasi kebenaran survei LSI dengan mempertanyakan bagaimana Prabowo dapat meraih tambahan 416 ribu suara setiap harinya.

Kiki juga menyuarakan keraguan terhadap kemungkinan isu apa yang dapat mendorong 19,8 juta suara untuk beralih ke Prabowo dalam kurun waktu 48 hari.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Bertemu Mantan PM Australia Paul Keating, Bahas Isu Strategis

“Dengan melibatkan berbagai pihak seperti mesin dari Bong Bong, Mossad, CIA, atau KGB, rasanya sulit untuk membayangkan bahwa pergeseran suara sebesar itu dapat terjadi,” ujarnya.

Kiki kemudian membandingkan pencapaian pasangan Prabowo-Gibran dengan pasangan lain seperti Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Menurutnya, tidak ada kesalahan besar yang dilakukan oleh pasangan Ganjar-Mahfud atau Anies-Muhaimin yang dapat memicu pergeseran suara sebesar 19,8 juta dalam waktu 48 hari.

“Ini adalah pertanyaan besar, apa yang dilakukan oleh Prabowo-Gibran atau Jokowi sehingga setiap hari selama 48 hari rata-rata 416 ribu suara beralih ke Prabowo,” tegasnya.

Menurut Kiki, dalam satu bulan terakhir, pasangan Prabowo-Gibran bahkan menghadapi banyak sentimen negatif seperti isu Mahkamah Keluarga, politik dinasti, perubahan aturan wali kota yang ikut menjadi calon presiden/wakil presiden, perubahan aturan debat, dan baliho “misterius” yang tersebar di seluruh Indonesia dalam hitungan hari.

Ia juga mempertanyakan apakah istilah seperti “gemoy” dan perubahan unsur kimia dalam asam folat hingga menjadi asam sulfat mampu meyakinkan 19,8 juta orang untuk pindah dalam 48 hari.

“Jika tidak ada kejadian dan isu yang luar biasa untuk memicu pergeseran suara yang signifikan, maka alasan yang mungkin adalah kesalahan sampling dalam metode survei. Jika itu terjadi, seluruh lembaga survei seharusnya mengevaluasi metode survei mereka untuk hasil yang lebih kredibel,” harapnya. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Gibran Rakabuming Raka LSI prabowo subianto
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI, Iman Sukri

RUU Penyadapan demi Kepastian Hukum, Standarisasi Aturan, dan Perlindungan Hak Privasi

7 Juli 2026 Politik
Presiden Prabowo meninjau Pameran Bhayangkara 2026 yang menampilkan inovasi dan produk dalam negeri untuk mendukung modernisasi Polri.

Presiden Prabowo Tinjau Pameran Bhayangkara 2026, Soroti Inovasi Produk Dalam Negeri untuk Modernisasi Polri

1 Juli 2026 News
Pertemuan Jaringan Pimpinan Perguruan Tinggi APTIK di Universitas Atmajaya Yogyakarta, (foto: Istimewa)

Pernyataan Moral APTIK: Sorot Kebebasan Sipil hingga Tata Kelola Pemerintahan

30 Juni 2026 Politik
Gita Wirjawan

Gita Wirjawan: Indonesia Harus Tinggalkan Politik Elektabilitas dan Utamakan Integritas Pemimpin

25 Juni 2026 Politik

Cara Unik Pemkot Surabaya Hapus 68 Titik TPS Liar dengan Pot Bunga: Satire dan Estetik

3 Juni 2026 Politik

Imigrasi Siapkan Corridor Gate, Jemaah Haji Surabaya dan Jakarta Bisa Langsung Pulang Tanpa Antre Pemeriksaan

2 Juni 2026 Politik
Leave A Reply Cancel Reply

Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI, Iman Sukri

RUU Penyadapan demi Kepastian Hukum, Standarisasi Aturan, dan Perlindungan Hak Privasi

7 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.