Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Oil&Gas»Pertamina EP Genjot Produksi Lapangan Akasia Bagus, Targetkan Kemandirian Energi Nasional

Pertamina EP Genjot Produksi Lapangan Akasia Bagus, Targetkan Kemandirian Energi Nasional

Hendra BrataHendra Brata Oil&Gas 12 Agustus 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pertamina EP tingkatkan kapasitas produksi Lapangan Akasia Bagus hingga 9.000 BLPD dan 22 MMSCFD demi mendukung kemandirian energi nasional.
Pertamina EP tingkatkan kapasitas produksi Lapangan Akasia Bagus hingga 9.000 BLPD dan 22 MMSCFD demi mendukung kemandirian energi nasional.

Indramayu (beritajatim.id) – PT Pertamina EP, afiliasi dari PT Pertamina Hulu Energi (PHE) yang berada di bawah naungan Subholding Upstream Pertamina, tengah menggenjot proyek strategis Stasiun Pengumpul Akasia Bagus (SP ABG) Stage 1 di Lapangan Akasia Bagus, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Langkah ini sejalan dengan program Asta Cita pemerintah untuk mewujudkan kemandirian energi nasional.

Lapangan Akasia Bagus dirancang memiliki kapasitas pengolahan 9.000 barel cairan per hari (BLPD) dan 22 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) gas alam. Proyek ini tidak hanya akan meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga memastikan kualitas minyak dan gas yang dihasilkan sesuai dengan standar penjualan.

Peningkatan Kapasitas dan Teknologi Pengolahan

General Manager Zona 7 Regional Jawa, Afwan Daroni, menjelaskan bahwa fasilitas produksi terbaru akan dilengkapi dengan teknologi mutakhir, seperti CO2 Removal Package berbasis amine system (MDEA), Gas Dehydration Unit, serta Thermal Oxidation (TOX).

“Teknologi ini berfungsi untuk mengurangi kadar CO₂, H₂S, dan air, sehingga memenuhi spesifikasi yang tercantum dalam Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) di wilayah Jawa Barat,” kata Afwan.

Sebelumnya, SP Akasia Bagus hanya mampu berproduksi sekitar 1.750 BLPD dan 3 MMSCFD. Namun, menurut Plt. Direktur Utama PT Pertamina EP, Muhammad Arifin, kreativitas dan kerja keras tim berhasil meningkatkan output melebihi ekspektasi awal.

“Kami mohon doa dan dukungannya agar proyek ini bisa selesai tepat waktu dan memberikan kontribusi signifikan bagi energi nasional,” ujarnya.

Baca Juga:  Pertamina Drilling Luncurkan Layanan ICESS, Percepat Peta Jalan CCS/CCUS Nasional

Target Onstream Semester Kedua 2025

Direktur Utama PHE, Awang Lazuardi, menegaskan bahwa proyek ini diharapkan dapat onstream pada semester kedua 2025.

“Kita harap Lapangan Akasia Bagus bisa segera memonetisasi cadangan gas dan berkontribusi pada peningkatan produksi migas nasional. Dengan kolaborasi yang solid, pengembangan stage 2 juga dapat segera dimulai,” jelasnya.

Proyek ini mengacu pada Plan of Development (POD) yang telah disetujui pada 27 Desember 2017. Skema pengembangannya terbagi dua tahap untuk meningkatkan keandalan fasilitas dari kapasitas awal 1.750 BLPD dan 3 MMSCFD menjadi 9.000 BLPD dan 22 MMSCFD.

Selain mengejar target produksi, Pertamina EP Regional Jawa memastikan penerapan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) dalam setiap tahapan proyek. PHE juga menegaskan komitmennya terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) untuk memastikan keberlanjutan operasi migas di Indonesia.

Tak hanya itu, PHE menerapkan kebijakan Zero Tolerance on Bribery melalui implementasi Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) ISO 37001:2016. Langkah ini dilakukan untuk mencegah praktik kecurangan dan memastikan operasional perusahaan bersih dari suap.

Pengembangan Lapangan Akasia Bagus merupakan bagian dari upaya Subholding Upstream Pertamina dalam mendukung visi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor energi.

Dengan peningkatan kapasitas produksi ini, diharapkan kebutuhan energi dalam negeri dapat lebih terpenuhi, sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah tantangan global.

Baca Juga:  Pertamina Regional Jawa Dorong Inovasi Berkelanjutan Lewat Forum Improvement & Innovation Award 2025

“Ini bukan hanya proyek bisnis, tapi juga kontribusi nyata bagi masa depan energi Indonesia,” tegas Awang Lazuardi. (hen/hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Pertamina
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

SKK Migas Jabanusa dan KKKS mengusulkan optimalisasi instrumen fiskal bagi daerah pesisir guna mendukung pembangunan dan keberlanjutan sektor hulu migas.

SKK Migas Jabanusa dan KKKS Dorong Optimalisasi Fiskal Daerah Pesisir, Serahkan Rekomendasi Strategis ke Pemerintah Pusat

30 Juni 2026 Oil&Gas
Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Pertamina Drilling Perkuat Green Drilling dan Aksi Iklim Berkelanjutan

Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Pertamina Drilling Perkuat Green Drilling dan Aksi Iklim Berkelanjutan

20 Juni 2026 Oil&Gas
Pertamina Hulu Indonesia melampaui target produksi migas Triwulan I 2026 dengan capaian 60,44 ribu bopd dan 619 mmscfd gas.

Pertamina Hulu Indonesia Lampaui Target Produksi Migas Triwulan I 2026, Perkuat Ketahanan Energi Nasional

15 Mei 2026 Oil&Gas
Pertamina gelar pasar murah 2026 bagi warga prasejahtera. Paket sembako Rp211 ribu bisa ditebus hanya Rp30 ribu di berbagai daerah.

Pertamina Gelar Pasar Murah 2026, Warga Prasejahtera Bisa Tebus Sembako Rp30 Ribu

13 April 2026 Bisnis
PHE percepat pengembangan lapangan migas untuk menjaga ketahanan energi nasional di tengah tantangan global dan penurunan produksi.

Pertamina Hulu Energi Percepat Pengembangan Migas, Strategi Kunci Perkuat Ketahanan Energi Nasional

7 April 2026 Oil&Gas
Proyek Manpatu PHM capai tahap load out jacket, dorong produksi migas nasional dan target onstream 2027.

Proyek Manpatu PHM Masuk Tahap Kritis, Load Out Jacket Sukses Dilaksanakan

31 Maret 2026 Oil&Gas
Leave A Reply Cancel Reply

SKK Migas Jabanusa dan KKKS mengusulkan optimalisasi instrumen fiskal bagi daerah pesisir guna mendukung pembangunan dan keberlanjutan sektor hulu migas.

SKK Migas Jabanusa dan KKKS Dorong Optimalisasi Fiskal Daerah Pesisir, Serahkan Rekomendasi Strategis ke Pemerintah Pusat

30 Juni 2026
Berita Terbaru

Menikah Sederhana di KUA Jadi Tren, Pesta Mewah Ternyata Bukan Penentu Rumah Tangga Bahagia

20 Juli 2026
Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin

Polres Batu Ungkap Pembobolan Gudang Indomarco, Pelaku Gunakan Jasa Ekspedisi untuk Kirim Barang Curian

19 Juli 2026
Polres Kediri Kota menggelar Wayang Cangkrukan sebagai media edukasi kamtibmas berbasis seni budaya untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian warga.

Wayang Cangkrukan Polres Kediri Kota Jadi Media Edukasi Kamtibmas, Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Warga

19 Juli 2026
Pemkot Surabaya memperketat pengawasan parkir tempat usaha agar seluruh lokasi berizin, tarif transparan, dan memberikan perlindungan bagi masyarakat.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Bapenda Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19 Juli 2026
Film Rejoto Nyambung Tresno menjadi media promosi wisata Kota Mojokerto sekaligus bukti keberhasilan pembinaan ekonomi kreatif oleh Pemkot.

Film Rejoto Nyambung Tresno Jadi Media Promosi Wisata Kota Mojokerto dan Bukti Sukses Ekonomi Kreatif

19 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.