Jakarta (beritajatim.id) – PT Pertamina Hulu Energi (PHE), Subholding Upstream Pertamina, menegaskan komitmennya dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui pengelolaan lapangan migas mature dengan pendekatan inovatif dan teknologi terkini. Komitmen ini disampaikan dalam ajang Asia Pacific Oil and Gas Conference and Exhibition (APOGCE) 2025 yang digelar di Jakarta.
VP Production & Project PHE, Benny Hidajat Sidik, menjelaskan bahwa sebagian besar aset yang dikelola perusahaan merupakan lapangan migas yang telah beroperasi selama puluhan tahun, namun tetap berperan vital dalam produksi energi nasional.
“Sebagian besar produksi minyak nasional berasal dari lapangan-lapangan mature yang kami kelola. Tantangan utamanya adalah menjaga level produksi di tengah penurunan alami kondisi reservoir,” ujar Benny.
Untuk menghadapi tantangan tersebut, PHE menerapkan manajemen komprehensif berbasis asset integrity, digitalisasi, serta inovasi teknologi seperti digital intelligence. Teknologi ini memungkinkan pemantauan performa sumur dan fasilitas produksi secara real time, termasuk pengambilan keputusan cepat guna mengoptimalkan operasi di wilayah kerja seperti Mahakam dan Rokan.
Hasil dari pendekatan ini terlihat pada semester pertama 2025, dengan capaian produksi minyak mencapai 557 ribu barel per hari (MBOPD) dan gas sebesar 2,8 miliar standar kaki kubik per hari (BSCFD). Selain itu, PHE mencatat telah melakukan 18.714 kegiatan well intervention & services, 628 well workover, serta menyelesaikan 404 sumur pengembangan.
Benny menekankan bahwa kunci keberhasilan tak hanya terletak pada teknologi, tetapi juga kompetensi sumber daya manusia (SDM). “Keunggulan operasional sangat bergantung pada kesiapan personel di lapangan. Oleh karena itu, kami terus membina dan meningkatkan kompetensi pekerja agar adaptif dan inovatif,” jelasnya.
PHE juga aktif mendorong budaya pembelajaran (learning organization) melalui program berbagi pengetahuan antarunit, mempercepat proses transformasi organisasi dan menjadikan setiap tantangan sebagai peluang untuk berinovasi.
Sejalan dengan semangat keberlanjutan, PHE terus memperkuat budaya keselamatan kerja, efisiensi operasional, dan integritas aset. Hal ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga kontribusi terhadap energi nasional dan mendukung transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.
“Dengan sinergi antara teknologi, inovasi, dan SDM unggul, PHE akan terus menjadi motor penggerak ketahanan energi Indonesia,” pungkas Benny.
PHE juga menegaskan komitmen terhadap prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dan menjalankan operasi dengan prinsip anti-penyuapan melalui Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) bersertifikasi ISO 37001:2016. Dengan semangat transparansi dan profesionalisme, PHE terus mendorong pengelolaan migas yang prudent, berkelas dunia, serta bertanggung jawab terhadap lingkungan dan masyarakat. (ren)


as a preferred source on Google




