Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Internasional»APEC 2025: Pembahasan Proteksionisme, AI, hingga Perdebatan Riuh tentang Perdagangan Bebas

APEC 2025: Pembahasan Proteksionisme, AI, hingga Perdebatan Riuh tentang Perdagangan Bebas

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Internasional 3 November 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Donald Trump saat menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Ekonomi APEC 2025 yang digelar di Gyeongju, Korea Selatan
Donald Trump saat menghadiri Pertemuan Tingkat Tinggi Ekonomi APEC 2025 yang digelar di Gyeongju, Korea Selatan

Gyeongju (beritajatim.id) – Para pemimpin dari berbagai negara kawasan Asia-Pasifik dan dunia telah berkumpul dalam Pertemuan Tingkat Tinggi Ekonomi APEC 2025 yang digelar di Gyeongju, Korea Selatan, pada 31 Oktober–1 November 2025.

Forum ini menjadi momen penting bagi negara-negara anggota Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) untuk membahas kembali isu-isu global yang semakin kompleks, mulai dari proteksionisme hingga dampak perkembangan kecerdasan buatan (AI) terhadap ekonomi dunia.

Pertemuan ini juga menjadi ajang pertemuan tatap muka pertama antara Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sejak Trump memulai masa jabatan keduanya di Gedung Putih. Banyak pihak menilai momentum ini krusial untuk meredakan ketegangan dagang antara dua kekuatan ekonomi terbesar dunia tersebut.

Proteksionisme dan Tantangan Perdagangan Global

Isu utama yang dibahas dalam pertemuan kali ini adalah meningkatnya proteksionisme ekonomi dan melemahnya sistem perdagangan global yang berbasis aturan (rules-based trading system).

Kekhawatiran tersebut mengingatkan pada situasi serupa yang terjadi ketika APEC pertama kali berdiri pada 1989, di tengah tensi dagang antara Amerika Serikat dan Jepang.

Kini, lonjakan nasionalisme ekonomi dan kian kuatnya arus anti-globalisasi kembali menjadi ancaman. Di sisi lain, tantangan baru seperti perubahan iklim, pertumbuhan berkelanjutan, dan perkembangan AI turut mendominasi agenda diskusi.

“Lembaga multilateral seperti APEC dan ASEAN memiliki peran penting untuk menjaga keterbukaan sistem perdagangan global di tengah kemunduran multilateralisme,” tulis laporan resmi APEC.

Baca Juga:  Donald Trump Desak Rusia dan Ukraina Hentikan Perang, Serukan Gencatan Senjata Segera

RCEP dan CPTPP Jadi Tumpuan Baru Ekonomi Asia

Selain APEC, dua kerja sama ekonomi besar lainnya, yakni Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) dan Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP), turut menjadi sorotan.

RCEP yang mulai berlaku sejak 2022 kini menjadi perjanjian perdagangan bebas terbesar di dunia, melibatkan negara-negara kunci dalam rantai pasok manufaktur Asia. Sementara itu, CPTPP disebut sebagai “standar emas” dalam kualitas perjanjian perdagangan bebas karena kedalaman komitmen dan transparansi regulasinya.

China juga telah mengajukan diri untuk bergabung dalam CPTPP, sekaligus memperkuat posisi RCEP yang masih berpusat pada rantai pasok regional di Asia Timur dan Asia Tenggara.

Sejak dibentuknya RCEP Support Unit pada Desember 2024, diharapkan proses harmonisasi regulasi dan percepatan pelaksanaan kesepakatan dapat berjalan lebih efisien untuk menekan biaya perdagangan lintas negara.

China Dorong Perdagangan Hijau dan Konektivitas Regional

Dalam konteks yang lebih luas, China terus memainkan peran penting dalam integrasi ekonomi regional melalui Belt and Road Initiative (BRI) dan Global Development Initiative (GDI). Kedua program tersebut bertujuan memperkuat konektivitas antarwilayah dan menurunkan biaya logistik perdagangan.

China juga menjadi pemain utama dalam transisi energi hijau, dengan fokus pada tiga sektor baru: kendaraan listrik, energi terbarukan, dan teknologi baterai. Komitmen ini dinilai penting untuk menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di kawasan Asia-Pasifik.

Baca Juga:  Konflik AS-Iran Kian Memanas di Hari ke-27, Diplomasi Berjalan di Tengah Ancaman Perang Darat

AS–China Kembali Berdialog, Dunia Berharap Stabilitas

Pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump di sela-sela KTT APEC menjadi sorotan utama media internasional. Hubungan ekonomi kedua negara yang kerap diwarnai ketegangan diharapkan dapat menemukan titik temu baru.

“Ketidakpastian akibat konflik dagang perlu segera diakhiri. Dunia berharap pertemuan ini membuka jalan menuju kesepakatan yang adil dan rasional,” tulis pernyataan resmi APEC.

Meski masih banyak tantangan, para pemimpin ekonomi dunia optimistis APEC 2025 dapat menjadi momentum untuk memulihkan kepercayaan terhadap sistem perdagangan global dan memperkuat kerja sama ekonomi lintas kawasan di tengah gejolak geopolitik dan transformasi teknologi yang pesat. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
APEC ASEAN Donald Trump
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026 Internasional
Korban tewas gempa Venezuela mencapai 4.118 jiwa. Ribuan bangunan rusak berat akibat fenomena pancake collapse, pencarian korban masih berlangsung.

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Ribuan Bangunan Rusak Berat akibat Pancake Collapse

12 Juli 2026 Internasional
Esmaeil Baghaei

Iran Bantah Minta Negosiasi Baru dengan AS, Trump: Gencatan Senjata telah Berakhir

11 Juli 2026 Internasional
Selat Hormuz

Konflik AS-Iran Memanas, Serangan Balasan Guncang Selat Hormuz dan Ancam Stabilitas Pasokan Energi Global

10 Juli 2026 Internasional
Presiden China Xi Jinping

Xi Jinping Tegaskan Kemandirian Teknologi Jadi Kunci Modernisasi China, Fokus pada Talenta dan Inovasi

9 Juli 2026 Internasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Sebut Kesepahaman AS-Iran Berakhir, Washington Cabut Izin Penjualan Minyak dan Perketat Tekanan

8 Juli 2026 Internasional
Leave A Reply Cancel Reply

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026
Berita Terbaru
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026
Lionel Messi

Messi Antar Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia, Siap Tantang Spanyol

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.