Bangkalan (beritajatim.id) – PT Pertamina Hulu Energi West Madura Offshore (PHE WMO), bagian dari Subholding Upstream Pertamina, mengimplementasikan program eco-edufarming di Desa Bandangdaja, Bangkalan.
Program ini bertujuan untuk merehabilitasi lahan kritis di pesisir dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal melalui teknologi pertanian regeneratif.
Kawasan pesisir, termasuk Desa Bandangdaja, menghadapi tantangan rendahnya kandungan bahan organik dan struktur tanah yang kurang subur. Banyak penduduk desa lebih memilih merantau, meskipun potensi pertanian hortikultura dengan memanfaatkan air tanah cukup besar.
Manajer WMO Field, M. Basuki Rakhmad, mengatakan program ini adalah bagian dari inisiatif One Belt One Road (OBOR) yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir utara Bangkalan melalui berbagai program lingkungan, pendidikan, ekonomi, dan sosial.
PHE WMO telah mengembangkan berbagai program, termasuk pelestarian hutan mangrove, pemberdayaan nelayan, dan petani hortikultura.
Melalui eco-edufarming, PHE WMO memanfaatkan sumber air tanah dan menerapkan irigasi tetes, serabut kelapa sebagai media tanam, serta teknik pertanian organik.
Tanaman seperti cabai, tomat, semangka, dan melon dibudidayakan di lahan seluas 1 hektare. Berkat program ini, masyarakat Bandangdaja kini dapat menikmati sayuran dan buah organik dengan harga terjangkau.(hdl)


as a preferred source on Google




