Badung (beritajatim.id) – Sekretaris Steering Committee Muktamar VI Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Syaiful Huda, mendesak Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dan Kapolda Bali Irjen Pol. Daniel Adityajaya untuk segera mengusut massa aksi yang mengaku sebagai kader PKB di sekitar area pelaksanaan muktamar di Bali.
Huda menegaskan pentingnya mengungkap aktor intelektual di balik aksi tersebut yang diduga bertujuan untuk menciptakan kerusuhan.
“Ini adalah forum tertinggi PKB, dan ada indikasi penyusupan serta potensi untuk membuat onar dalam acara utama. Oleh karena itu, kami meminta agar aktor intelektual di balik ini diusut sampai tuntas,” tegas Huda di Bali Nusa Dua Convention Center, Kabupaten Badung, Bali, Sabtu (24/8/2024).
Huda menjelaskan bahwa penyelidikan terhadap aktor yang memobilisasi massa aksi ini penting sebagai peringatan bagi siapa saja yang berusaha mengganggu kelancaran Muktamar VI PKB.
“Mereka merencanakan kegaduhan di Bali, dan kami meminta agar aksi ini segera dibubarkan karena mengganggu ketertiban umum. Kami juga tegaskan bahwa mereka bukan kader atau pengurus PKB, apalagi bagian dari peserta muktamar,” ujarnya.
Huda juga mengungkapkan bahwa hasil investigasi internal PKB menunjukkan massa aksi yang mengenakan atribut partai di sekitar area muktamar bukanlah bagian dari PKB. Oleh karena itu, ia meminta massa tersebut segera melepas atribut PKB yang mereka kenakan.
“Aksi ini jelas ingin merusak citra dan suasana muktamar yang sudah berjalan dengan baik. Mereka adalah penyusup dalam proses legal konstitusional muktamar yang telah mendapatkan izin resmi dari kepolisian,” tambah Huda. (hdl)


as a preferred source on Google




