Purbalingga (beritajatim.id) – Memulai tugas barunya sebagai Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN), Sudirman Said menggelar Sarasehan Kebangsaan di Monumen Tempat Lahir Panglima Besar Jenderal Soedirman, Desa Bantarbarang, Kecamatan Rembang, Purbalingga.
Acara bertema “Refleksi 80 Tahun Kemerdekaan RI: Pemimpin adalah Teladan, Belajar dari Panglima Soedirman” ini diikuti masyarakat Purbalingga dan Banjarnegara, termasuk kalangan pelajar.
Staf Ahli Bupati Purbalingga Bidang Pemerintahan dan Kesra, Agung Widiarto, membuka acara dengan menilai sosok Sudirman Said sebagai figur berpengalaman yang membawa banyak pemikiran penting untuk dunia pendidikan.
“Kenapa beliau hadir di sini? Karena ada roadshow beliau ke berbagai kampus untuk kolaborasi di sektor pendidikan,” kata Agung.
Sudirman Said mengaku bersyukur dapat kembali ke Monumen Tempat Lahir Jenderal Soedirman, panglima besar pertama dan terakhir Indonesia. “Ini menjadi momen penting untuk merenungkan kembali semangat kepemimpinan, keberanian, dan cinta tanah air beliau kepada generasi muda,” ujarnya.
Teladan Kepemimpinan Jenderal Soedirman
Mantan Menteri ESDM era Presiden Jokowi itu menekankan pentingnya meneladani kepemimpinan Jenderal Soedirman yang penuh pengorbanan. Ia menuturkan kisah sederhana tentang Pak Dirman yang rela menyerahkan seluruh hartanya, bahkan cincin kawin, demi perjuangan kemerdekaan.
“Seluruh hidupnya didedikasikan untuk bangsa. Pertanyaannya, sudah seberapa Soedirman kita?” ungkap Sudirman dalam kapasitasnya sebagai Rektor UHN.
Ia juga mengingatkan peristiwa ketika Jenderal Soedirman tetap turun ke hutan memimpin perang gerilya meski dalam kondisi sakit. “Pak Dirman menegaskan, yang sakit itu Sudirman, tapi Panglima tidak pernah sakit. Itu teladan nyata kepemimpinan dan keteguhan prinsip,” katanya.
Rakyat sebagai Pusat Perjuangan
Lebih lanjut, Sudirman Said menegaskan bahwa nilai ke-Soedirman-an bukan hanya sebatas nama jalan, gedung, atau patung. Nilai itu hadir dalam sikap gigih, ikhlas, rendah hati, serta berpihak pada rakyat.
“Rakyat adalah rahim perjuangan. Apa artinya negeri ini tanpa mereka? Pertanyaan mendasarnya, apakah kita masih menempatkan rakyat sebagai pusat perjuangan, atau hanya dibutuhkan saat pemilu?” pungkasnya.
Sudirman Said resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Harkat Negeri pada 9 Agustus 2025. Dalam perannya, ia aktif berkolaborasi dengan berbagai institusi pendidikan. Usai kegiatan di Purbalingga, ia melanjutkan agenda ke Yogyakarta, Salatiga, dan Sragen untuk memperkuat sinergi di bidang pendidikan. (aga)


as a preferred source on Google




