Bojonegoro (beritajatim.id) – Pertamina EP Sukowati Field, yang merupakan bagian dari Zona 11 Regional Indonesia Timur Subholding Upstream Pertamina, sukses dalam upaya menurunkan emisi gas rumah kaca sekaligus meningkatkan produksi migas.
Melalui fase pertama proyek Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) dengan metode huff and puff, Sukowati mencatatkan hasil positif yang menggembirakan.
General Manager Zona 11, Zulfikar Akbar, mengungkapkan bahwa implementasi teknologi CCUS di Sukowati telah menunjukkan keberhasilan yang signifikan.
“Proyek CCUS di lapangan Sukowati tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga menjaga keberlanjutan lingkungan dengan penurunan emisi gas rumah kaca,” ujar Zulfikar.
CCUS, teknologi yang bertujuan untuk menurunkan emisi gas rumah kaca dan mendukung target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada tahun 2060, diimplementasikan di Sukowati setelah sukses diterapkan di Lapangan Jatibarang. Upaya ini sejalan dengan komitmen internasional Indonesia dalam Paris Agreement 2016.
Selama lima hari, sekitar 600 ton CO2 atau setara 9 MMSCF diinjeksikan ke sumur Sukowati-18 (SKW-18). Injeksi CO2 ini tidak hanya meningkatkan produksi minyak tetapi juga mengoptimalkan cadangan energi melalui penyimpanan CO2 di bawah permukaan.
Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara Pertamina, Japan Organization for Metals and Energy Security (JOGMEC), dan Japan Petroleum Exploration Company Limited (JAPEX), yang dimulai pada Juli 2023.
Dengan keberhasilan tahap awal ini, Sukowati diharapkan menjadi percontohan untuk penerapan teknologi CCUS di lapangan migas lainnya di Indonesia, mendukung pencapaian target produksi 1 juta BOPD pada tahun 2030. (ren/ted)


as a preferred source on Google




