Jakarta (beritajatim.id) – Persepsi publik di sejumlah negara sekutu utama Amerika Serikat (AS) mulai mengalami pergeseran signifikan. Hasil survei terbaru menunjukkan meningkatnya pandangan bahwa China merupakan mitra yang lebih dapat diandalkan di tengah dinamika geopolitik global yang terus berubah.
Survei yang dilakukan oleh Politico bersama lembaga riset asal Inggris Public First ini melibatkan responden dari Kanada, Inggris, Prancis, dan Jerman. Hasilnya mengindikasikan adanya kecenderungan publik di negara-negara tersebut untuk membuka hubungan yang lebih erat dengan China.
Seiring dengan itu, persepsi terhadap peran global Amerika Serikat juga mengalami penurunan. Sebagian responden menilai dominasi AS sebagai kekuatan super dunia mulai melemah, meskipun pandangan tersebut tidak sepenuhnya sejalan dengan opini publik di dalam negeri AS sendiri.
China Dipandang Lebih Stabil di Tengah Ketidakpastian
Dalam hasil survei tersebut, semakin banyak responden yang menilai China sebagai mitra yang lebih stabil dibandingkan Amerika Serikat. Dukungan terhadap upaya mengurangi ketergantungan pada Washington juga meningkat, meski di sisi lain responden mengakui sulitnya mengurangi ketergantungan terhadap China.
Hal ini tidak lepas dari peran sentral China dalam rantai pasok global. Negara tersebut menjadi aktor kunci dalam berbagai sektor industri, mulai dari manufaktur hingga teknologi, sehingga sulit bagi banyak negara untuk sepenuhnya melepaskan ketergantungan.
Faktor Kebijakan Luar Negeri AS dan Ekspansi China
Analis menilai perubahan persepsi ini dipengaruhi oleh dinamika kebijakan luar negeri AS dalam beberapa tahun terakhir yang dinilai memicu ketegangan dengan sekutu tradisionalnya. Kondisi tersebut membuka ruang bagi China untuk memperluas pengaruh melalui kerja sama ekonomi dan perdagangan, khususnya dengan negara-negara Eropa.
China diketahui активно meningkatkan hubungan bilateral melalui berbagai kesepakatan dagang dan pertukaran ekonomi. Langkah ini memperkuat posisinya sebagai mitra strategis di kawasan tersebut.
Generasi Muda Lebih Terbuka terhadap China
Survei juga mengungkap perbedaan pandangan antar generasi. Responden yang lebih muda cenderung menunjukkan dukungan lebih besar terhadap peningkatan hubungan dengan China.
Pengamat melihat fenomena ini dipengaruhi oleh perkembangan platform digital serta meningkatnya interaksi antar masyarakat lintas negara. Hal tersebut membentuk perspektif yang lebih beragam terhadap China di kalangan generasi muda.
China Unggul di Sektor Teknologi Strategis
Selain aspek geopolitik, persepsi positif terhadap China juga didorong oleh kemajuan negara tersebut di sektor teknologi. Banyak responden menilai China memiliki posisi kuat dalam bidang kecerdasan buatan, energi terbarukan, dan kendaraan listrik.
Dominasi di sektor-sektor strategis ini semakin memperkuat pengaruh global China, sekaligus menjadi faktor penting dalam membentuk opini publik internasional.
Pergeseran Persepsi Global
Temuan survei ini mencerminkan adanya perubahan lanskap geopolitik global. Ketika hubungan antara AS dan sekutunya mengalami dinamika baru, China muncul sebagai alternatif mitra yang dinilai semakin relevan.
Meski demikian, para analis menilai bahwa pergeseran ini tidak serta-merta menggantikan posisi Amerika Serikat, melainkan menciptakan keseimbangan baru dalam hubungan internasional yang lebih kompleks dan multipolar. (ian)


as a preferred source on Google



