Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Internasional»Survei: Kejahatan terhadap Warga Korea di Kamboja Turunkan Minat Wisata ke Asia Tenggara

Survei: Kejahatan terhadap Warga Korea di Kamboja Turunkan Minat Wisata ke Asia Tenggara

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Internasional 23 Oktober 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Suasana di salah satu sudut Kota Pnom Penh, Kamboja (foto: Abel Tan Jun Yang/pexels)
Suasana di salah satu sudut Kota Pnom Penh, Kamboja (foto: Abel Tan Jun Yang/pexels)

Seoul (beritajatim.id) – Gelombang kejahatan kekerasan yang menargetkan warga negara Korea Selatan di Kamboja, termasuk kasus penculikan dan pembunuhan, telah menimbulkan kekhawatiran serius dan berdampak langsung pada menurunnya minat warga Korea untuk bepergian ke Asia Tenggara.

Hasil survei terbaru lembaga Realmeter yang dirilis pada Selasa (22/10/2025) menunjukkan bahwa 82,4 persen responden menyatakan persepsi mereka terhadap perjalanan ke kawasan Asia Tenggara menjadi negatif akibat meningkatnya kejahatan di Kamboja.

Survei tersebut melibatkan 504 responden berusia 18 tahun ke atas dari seluruh wilayah Korea Selatan. Tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen, dengan margin of error ±4,4 persen.

Kaum Muda Paling Terpengaruh

Pandangan negatif paling dominan muncul di kalangan usia muda 18–29 tahun, di mana 88,3 persen responden menyatakan persepsi mereka terhadap perjalanan ke Asia Tenggara berubah setelah maraknya insiden di Kamboja.

Temuan ini menunjukkan tingginya sensitivitas generasi muda terhadap isu keamanan global, terutama ketika berkaitan dengan perjalanan luar negeri dan peluang kerja di kawasan tersebut.

Tuntutan untuk Tindakan Pemerintah

Ketika ditanya mengenai langkah yang seharusnya diambil pemerintah Korea Selatan, 34,7 persen responden menilai pemerintah perlu memprioritaskan penyelidikan bersama dengan otoritas setempat.

Sementara itu, 27,5 persen mendukung protes diplomatik yang tegas dan pembentukan perjanjian pencegahan kejahatan, serta 25,2 persen mendorong tindakan lebih keras, termasuk kemungkinan langkah militer jika diperlukan.

Baca Juga:  Starmer Mundur, Andy Burnham jadi Kandidat Terkuat Perdana Menteri Baru Inggris

Terkait penilaian terhadap respons awal Kementerian Luar Negeri Korea Selatan, 56 persen responden menilai belum memadai, sedangkan 35,9 persen memberikan penilaian positif terhadap langkah awal pemerintah.

Isu Bantuan Pembangunan dan Hubungan Bilateral

Survei Realmeter juga menyoroti pandangan publik terkait dugaan penyimpangan proyek bantuan pembangunan Korea di Kamboja.

Sebanyak 57 persen responden setuju bahwa proyek-proyek tersebut berpotensi disalahgunakan atau tidak transparan, sementara 35,9 persen menyatakan tidak sependapat.

Meski demikian, 52,9 persen warga Korea Selatan tetap mendukung kelanjutan kerja sama ekonomi dan pembangunan dengan Kamboja, dengan catatan pengawasan dan akuntabilitas diperketat.
Sebaliknya, 33 persen responden menginginkan penghentian sementara kerja sama bilateral hingga situasi keamanan dan integritas proyek membaik.

Alasan Rentannya Anak Muda Terjerat Penipuan Kerja Luar Negeri

Selain isu keamanan, survei juga menyinggung meningkatnya kerentanan anak muda Korea terhadap penipuan pekerjaan di luar negeri, termasuk di Asia Tenggara.

Sebanyak 38,4 persen responden menilai hal itu disebabkan kurangnya lapangan kerja berkualitas di dalam negeri, disusul perbedaan upah dan kondisi kerja (18,7 persen), kebijakan ketenagakerjaan yang belum efektif (15,7 persen), serta minimnya informasi dan edukasi publik (15 persen).

Konteks Survei

Survei dilakukan melalui sistem tanggapan otomatis via telepon dengan metode Random Digit Dialing (RDD) untuk nomor ponsel acak di seluruh Korea Selatan.

Tingkat respons mencapai 4,4 persen, dan hasilnya menggambarkan meningkatnya kekhawatiran publik terhadap keselamatan warga Korea di Asia Tenggara, khususnya di Kamboja.

Baca Juga:  Trendy Temple Fair Chaoyang Beijing 2026: 100 Panda, IP Global, dan Perpaduan Imlek Tradisional-Modern

Dengan meningkatnya kasus kejahatan terhadap warga asing di wilayah tersebut, hasil survei ini menegaskan perlunya koordinasi diplomatik yang lebih kuat antara Korea Selatan dan negara-negara Asia Tenggara, terutama dalam perlindungan warga negara dan pengawasan aktivitas kriminal lintas negara. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
kamboja Korea Selatan
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026 Internasional
Korban tewas gempa Venezuela mencapai 4.118 jiwa. Ribuan bangunan rusak berat akibat fenomena pancake collapse, pencarian korban masih berlangsung.

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Ribuan Bangunan Rusak Berat akibat Pancake Collapse

12 Juli 2026 Internasional
Esmaeil Baghaei

Iran Bantah Minta Negosiasi Baru dengan AS, Trump: Gencatan Senjata telah Berakhir

11 Juli 2026 Internasional
Selat Hormuz

Konflik AS-Iran Memanas, Serangan Balasan Guncang Selat Hormuz dan Ancam Stabilitas Pasokan Energi Global

10 Juli 2026 Internasional
Presiden China Xi Jinping

Xi Jinping Tegaskan Kemandirian Teknologi Jadi Kunci Modernisasi China, Fokus pada Talenta dan Inovasi

9 Juli 2026 Internasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Sebut Kesepahaman AS-Iran Berakhir, Washington Cabut Izin Penjualan Minyak dan Perketat Tekanan

8 Juli 2026 Internasional
Leave A Reply Cancel Reply

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026
Berita Terbaru
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026
Lionel Messi

Messi Antar Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia, Siap Tantang Spanyol

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.