Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Internasional»Program UNICEF Bantu Anak-Anak Korban Banjir di Kenya Kembali Bersekolah dan Perkuat Ketahanan Sekolah

Program UNICEF Bantu Anak-Anak Korban Banjir di Kenya Kembali Bersekolah dan Perkuat Ketahanan Sekolah

Haris DwiHaris Dwi Internasional 27 Desember 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Program UNICEF yang didukung Education Cannot Wait membantu anak-anak terdampak banjir di Kenya kembali bersekolah dan memperkuat ketahanan sekolah (foto: Dok UNICEF Kenya/Paul Kidero)
Program UNICEF yang didukung Education Cannot Wait membantu anak-anak terdampak banjir di Kenya kembali bersekolah dan memperkuat ketahanan sekolah (foto: Dok UNICEF Kenya/Paul Kidero)

Kilifi (beritajatim.id) – Upaya pemulihan pendidikan anak-anak terdampak bencana di Kenya mulai menunjukkan hasil. Di Kabupaten Kilifi, suara siswa kembali terdengar di lingkungan Tunzanani Primary School, satu tahun setelah sekolah tersebut rusak parah akibat banjir besar yang dipicu hujan El Niño.

Banjir yang melanda wilayah tersebut sempat menghancurkan ruang kelas dan memutus akses jalan menuju sekolah. Kondisi itu membuat banyak siswa terancam putus sekolah, termasuk Margaret yang kini berusia 13 tahun dan Gabriel yang berusia 12 tahun. Keduanya harus menyaksikan tempat belajar mereka rusak dan perlengkapan sekolah hanyut terbawa arus, sementara masa depan pendidikan mereka berada dalam ketidakpastian.

Melalui dukungan pendanaan dari Education Cannot Wait (ECW) dan Postcode Education Trust, UNICEF menjalankan program pendidikan darurat untuk memastikan anak-anak yang terdampak krisis tetap memperoleh hak belajar. Program ini menyediakan perlengkapan sekolah, bahan ajar, tas sekolah, serta tangki air guna menjamin ketersediaan air bersih bagi siswa dan tenaga pendidik.

Kenya saat ini berada di garis depan krisis iklim. Dampak kombinasi antara kekeringan berkepanjangan dan banjir besar menciptakan tantangan serius bagi keberlangsungan pendidikan. Dalam situasi pascabencana, banyak keluarga kehilangan sumber penghidupan sehingga kesulitan memenuhi kebutuhan dasar anak untuk kembali ke sekolah.

Bagi Gabriel, program ini memungkinkan dirinya melanjutkan pendidikan dan menjaga aspirasinya di bidang sains dan medis. Sementara itu, Margaret turut merasakan manfaat dukungan holistik yang diberikan. UNICEF juga memastikan ketersediaan perlengkapan kebersihan dan kesehatan menstruasi di sekolah, yang menjadi faktor penting agar siswi tidak tertinggal pelajaran akibat keterbatasan ekonomi keluarga.

Baca Juga:  Harga Emas Stabil Jelang Keputusan Suku Bunga The Fed, Perak Cetak Rekor Tertinggi

Selain bantuan fisik, program ini juga memperkuat kapasitas sekolah. Manajemen dan tenaga pendidik Tunzanani Primary School mendapatkan pelatihan dukungan kesehatan mental dan psikososial untuk membantu siswa dan guru mengatasi trauma akibat bencana. Aspek pengurangan risiko bencana dan kesiapsiagaan menghadapi krisis iklim di masa depan turut menjadi bagian dari pendekatan yang diterapkan.

Wakil Kepala Sekolah Tunzanani Primary School, Peninah Gambo, menilai dukungan tersebut memberikan dampak signifikan bagi keberlangsungan pendidikan di sekolahnya, terutama dalam memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan tanpa gangguan meski berada dalam masa pemulihan.

Krisis kemanusiaan di Kenya masih berlangsung. Jutaan penduduk terdampak kekeringan terparah dalam 40 tahun terakhir, yang kemudian diperparah oleh banjir besar pada awal tahun sebelumnya. Laporan Global Estimates ECW mencatat sekitar 50 persen anak usia sekolah yang terdampak krisis di dunia berada di kawasan Afrika Sub-Sahara, wilayah dengan tantangan paling kompleks dalam pemenuhan hak pendidikan anak.

UNICEF dan para mitranya menegaskan bahwa fokus ke depan tidak hanya pada pemulihan jangka pendek, tetapi juga pada keberlanjutan. Sekolah-sekolah di daerah rawan bencana diharapkan semakin tangguh dalam menghadapi dampak perubahan iklim, sehingga anak-anak seperti Margaret dan Gabriel dapat terus belajar dan membangun masa depan yang lebih baik.

Di tengah ancaman krisis iklim global, pendidikan dipandang sebagai fondasi utama untuk membangun ketahanan komunitas, membuka peluang, dan mempersiapkan generasi muda menghadapi perubahan dunia yang semakin cepat. (ris/hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Kenya UNICEF
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026 Internasional
Korban tewas gempa Venezuela mencapai 4.118 jiwa. Ribuan bangunan rusak berat akibat fenomena pancake collapse, pencarian korban masih berlangsung.

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Ribuan Bangunan Rusak Berat akibat Pancake Collapse

12 Juli 2026 Internasional
Esmaeil Baghaei

Iran Bantah Minta Negosiasi Baru dengan AS, Trump: Gencatan Senjata telah Berakhir

11 Juli 2026 Internasional
Selat Hormuz

Konflik AS-Iran Memanas, Serangan Balasan Guncang Selat Hormuz dan Ancam Stabilitas Pasokan Energi Global

10 Juli 2026 Internasional
Presiden China Xi Jinping

Xi Jinping Tegaskan Kemandirian Teknologi Jadi Kunci Modernisasi China, Fokus pada Talenta dan Inovasi

9 Juli 2026 Internasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Sebut Kesepahaman AS-Iran Berakhir, Washington Cabut Izin Penjualan Minyak dan Perketat Tekanan

8 Juli 2026 Internasional
Leave A Reply Cancel Reply

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026
Berita Terbaru
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026
Lionel Messi

Messi Antar Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia, Siap Tantang Spanyol

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.