Surabaya (beritajatim.id) – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, resmi melantik pengurus baru Serikat Pedagang Kaki Lima (SPEKAL) Surabaya periode 2024-2029 di Sentra Wisata Kuliner (SWK) Krembangan.
Dalam acara tersebut, Wali Kota Eri mengajak SPEKAL untuk bekerja sama dalam penataan pedagang kaki lima (PKL) demi menciptakan lingkungan kota yang tertata dan mendukung perkembangan usaha mikro.
Wali Kota Eri meminta Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, dan Perdagangan (Dinkopdag) untuk mengadakan pertemuan rutin setiap bulan dengan SPEKAL guna memastikan implementasi program berjalan baik.
Menurutnya, penataan ini tidak hanya berfokus pada SWK, tetapi juga PKL di jalan-jalan seperti Kedungdoro dan Dr. Soetomo, di mana pedestrian dan jalan telah diperbaiki.
“PKL harus ditata agar tidak merusak pedestrian atau jalan. Hal ini juga perlu dikoordinasikan dengan Forkopimda Kota Surabaya,” ujar Wali Kota Eri.
Sebagai langkah lanjutan, Pemkot Surabaya juga berencana membangun Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) untuk mencegah pembuangan limbah sembarangan. Tenda dan perlengkapan PKL binaan Pemkot akan diseragamkan agar terlihat lebih rapi dan menarik.
Wali Kota Eri menekankan pentingnya evaluasi rutin terhadap omzet pedagang di SWK, terutama untuk kawasan yang masih sepi. “SPEKAL harus membantu mendeteksi SWK yang ramai dan sepi, juga membantu mendata PKL di pinggir jalan yang butuh penataan,” katanya.
Dia menambahkan, area dengan SWK dalam radius 500 meter tidak boleh ada PKL. Untuk menghindari persaingan langsung, jadwal operasional SWK dan pasar tradisional akan diatur. Contohnya, pasar buka hingga siang, sementara SWK beroperasi dari siang hingga malam.
Ketua Umum SPEKAL Surabaya, Sucipto, mengatakan bahwa pihaknya akan mendukung penataan PKL sebagai bagian dari program keseimbangan pangan di Surabaya. SPEKAL juga berkomitmen untuk meningkatkan keterampilan PKL melalui pelatihan, serta menyamakan visi antara Pemkot dan PKL untuk memajukan perekonomian lokal.
“Melalui pembekalan ini, kami berharap PKL dapat berkontribusi dalam pembangunan kota dan menguatkan sektor ekonomi masyarakat kecil,” ujar Sucipto. (rio/ted)







