Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Bisnis»Waspada Modus Social Engineering Baru Incar Pelanggan E-commerce, Ini Cara Menghindarinya

Waspada Modus Social Engineering Baru Incar Pelanggan E-commerce, Ini Cara Menghindarinya

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Bisnis 7 Agustus 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Contoh baiting atau iming-iming hadiah yang berujung penipuan
Contoh baiting atau iming-iming hadiah yang berujung penipuan

Jakarta (beritajatim.id) – Di tengah pesatnya aktivitas digital, khususnya belanja online, masyarakat dihadapkan pada ancaman kejahatan siber bernama social engineering. Modus penipuan ini memanfaatkan kelengahan pengguna dalam menjaga informasi pribadi untuk mendapatkan keuntungan secara ilegal.

Mengacu pada definisi dari National Institute of Standards and Technology (NIST), social engineering merupakan upaya manipulasi psikologis untuk membujuk seseorang agar memberikan informasi sensitif, mengizinkan akses ilegal, atau mengikuti instruksi penipuan.

Jonathan Kriss, Brand Manager PT Pembiayaan Digital Indonesia (AdaKami), menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap praktik ini. Salah satu celah yang sering dimanfaatkan pelaku adalah kebiasaan pengguna mengunggah ulasan produk lengkap dengan kemasan yang memuat data pribadi seperti nama dan nomor telepon.

“Kita sering kali oversharing informasi pribadi yang seharusnya dirahasiakan. Informasi seperti nama dan nomor telepon dalam foto atau video review produk sangat mudah dimanfaatkan pelaku,” jelas Jonathan.

Dua Modus Social Engineering yang Marak

Jonathan mengungkapkan ada dua modus utama yang kini banyak menjerat pelanggan e-commerce. Keduanya sama-sama mengandalkan manipulasi psikologis untuk mendapatkan kepercayaan korban.

1. Baiting (Iming-iming Hadiah)

Pelaku menghubungi korban dengan berpura-pura sebagai pihak resmi dari e-commerce dan menawarkan voucer belanja, cashback, atau bonus. Agar lebih meyakinkan, pelaku mengirimkan dokumen palsu berlogo resmi melalui aplikasi pesan instan.

Modus ini berlanjut dengan instruksi kepada korban untuk mengunduh aplikasi pinjaman online (pindar), mengisi data pribadi, dan mengajukan pinjaman. Ketika pinjaman cair, korban diminta mentransfer dana ke rekening pelaku dengan dalih akan menerima bonus.

Baca Juga:  Rakernas I Ivendo Tetapkan 8 Program Prioritas, Perkuat Daya Saing Industri Event Nasional

“AdaKami tidak pernah meminta pengguna untuk mengirimkan dana ke rekening yang tidak jelas. Ini ulah oknum yang perlu diwaspadai bersama,” tegas Jonathan.

2. Pretexting (Ancaman Palsu)

Modus ini menargetkan pengguna yang mengunggah ulasan produk. Pelaku mengaku dari pihak berwenang dan menyampaikan bahwa unggahan korban melanggar aturan, lalu mengirimkan dokumen ancaman yang tampak resmi.

Pelaku kemudian memaksa korban membeli barang di akun e-commerce tertentu—yang sebenarnya milik pelaku—menggunakan limit buy now pay later. Jika limit habis, korban diarahkan mengajukan pinjaman online dan mentransfer dananya ke rekening pelaku.

Imbauan dan Tips dari AdaKami

Melihat maraknya penipuan ini, Jonathan mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan tidak mudah percaya terhadap pihak yang menghubungi secara tiba-tiba.

“Selalu lakukan konfirmasi ulang terhadap informasi yang diterima. Jangan pernah ragu untuk memverifikasi ke pihak resmi,” ujarnya.

Berikut sejumlah tips dari AdaKami agar terhindar dari penipuan social engineering:

  • Periksa nomor pengirim: Gunakan aplikasi identifikasi nomor untuk mengecek siapa yang menghubungi.
  • Konfirmasi ke pihak resmi: Hubungi layanan pelanggan e-commerce atau platform yang disebutkan.
  • Blokir dan laporkan: Jika terbukti menipu, blokir dan laporkan nomor tersebut ke penyedia layanan atau pihak berwenang.

Dengan edukasi dan kesadaran digital yang lebih baik, AdaKami berharap masyarakat dapat lebih terlindungi dari kejahatan social engineering yang terus berkembang seiring pertumbuhan teknologi. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
e-commerce Penipuan Online social engineering
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

PT Astra International Tbk

Desa Les Bali Jadi Model Desa Sejahtera Astra, Pendapatan Warga Naik 25 Persen Berbasis Wisata Berkelanjutan

3 Juli 2026 Bisnis

Danamon dan Danamon Syariah Raih Penghargaan Banking Customer Experience 2026, Perkuat Komitmen Tingkatkan Layanan Nasabah

3 Juli 2026 Bisnis
BSI, FOZ, dan POROZ berkolaborasi memperkuat pengelolaan zakat nasional melalui digitalisasi, literasi, dan integrasi ekosistem ekonomi syariah.

BSI Gandeng FOZ dan POROZ Perkuat Ekosistem Zakat Nasional, Potensi Rp340 Triliun Siap Dioptimalkan

12 Juni 2026 Bisnis

Perkuat Ketahanan Pangan, SIER dan Holding BUMN Danareksa Salurkan 3.000 Paket Kurban

29 Mei 2026 Bisnis
Bank Jatim meraih Digital Innovation Award 2026 berkat transformasi digital melalui JConnect dan inovasi layanan perbankan modern.

Bank Jatim Raih Digital Innovation Award 2026, JConnect Jadi Motor Transformasi Digital Perbankan

23 Mei 2026 Bisnis

Sony Masih Rahasiakan Jadwal Rilis PS6, Krisis Komponen Global Jadi Penentu Utama

12 Mei 2026 Bisnis
Leave A Reply Cancel Reply

PT Astra International Tbk

Desa Les Bali Jadi Model Desa Sejahtera Astra, Pendapatan Warga Naik 25 Persen Berbasis Wisata Berkelanjutan

3 Juli 2026
Berita Terbaru
PN Jepang Sanae Takaichi

Survei Mainichi: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kabinet PM Jepang Sanae Takaichi Turun ke 41 Persen

20 Juli 2026
Komnas HAM RI

Komnas HAM Rilis Penilaian HAM 2025, BKKBN Raih Nilai Tertinggi, Kemenhub Masuk Kategori Rendah

20 Juli 2026
Wali Kota Mojokerto sosialisasikan Beasiswa Pro Bestari 2026. Pemkot mengalokasikan lebih dari Rp1 miliar dengan bantuan Rp3,6 juta per semester.

Wali Kota Mojokerto Beasiswa Pro Bestari 2026, Mahasiswa Berpeluang Terima Rp3,6 Juta per Semester

20 Juli 2026
Polri menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembiayaan PT PPA kepada PT BAS. Kerugian negara mencapai Rp38,8 miliar dan aset Rp14,4 miliar disita.

Polri Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Pembiayaan PT PPA ke PT BAS, Kerugian Negara Capai Rp38,8 Miliar

20 Juli 2026

12 Tips Menggoreng Ikan agar Tidak Berminyak, Renyah Tahan Lama dan Matang Sempurna

20 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.