Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Lifestyle»Sejarah Gedung Grahadi, Saksi Bisu Perjalanan Kota Surabaya

Sejarah Gedung Grahadi, Saksi Bisu Perjalanan Kota Surabaya

Asyiah IkaAsyiah Ika Lifestyle 1 Agustus 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Gedung Grahadi di Surabaya
Gedung Grahadi di Surabaya (foto: Asyiah Ika/beritajatim.com)

Surabaya (beritajatim.id) – Mobil dinas Pemerintah Provinsi Jawa Timur terparkir rapi di halaman Gedung Negara Grahadi, rumah dinas Gubernur Jawa Timur. Suasana malam yang tenang menambah kehangatan sejarah yang melekat pada arsitektur megah Gedung Grahadi.

Lampu-lampu yang menerangi dan dinding putih bangunan menggambarkan kemegahan gedung ini, yang terletak di jantung Kota Surabaya. Di balik keindahan Gedung Grahadi saat ini, tersimpan sejarah panjang sebagai saksi bisu perkembangan Surabaya selama lebih dari dua abad.

Gedung Grahadi terletak di Jl. Gubernur Suryo, Embong Kaliasin, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya, tepat di depan Taman Apsari. Berdiri sejak tahun 1795, nama “Grahadi” berasal dari bahasa Sanskerta yang berarti rumah dan derajat tinggi atau indah. Gedung ini telah dibuka untuk umum sebagai tempat wisata sejak diresmikan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada tahun 1991.

Gedung Grahadi berfungsi sebagai tempat persinggahan residen Surabaya di sisi timur bangunan utama. Selain itu, gedung ini juga digunakan sehari-hari oleh Gubernur Jatim untuk menerima tamu kenegaraan dan pemerintahan. Presiden Indonesia yang pernah menginap di Gedung Grahadi termasuk Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati Soekarno Putri, Susilo Bambang Yudhoyono, dan Joko Widodo (Jokowi).

Arsitektur dan Renovasi Gedung Grahadi

Daya tarik utama Gedung Grahadi terletak pada keindahan arsitekturnya yang bergaya Eropa. Sebelum dibangun, gedung ini berdiri di lahan seluas 16.284 meter persegi di tepi Kalimas.

Baca Juga:  Libur Lebaran 2026, Polisi Perketat Pengamanan Pantai Kenjeran Surabaya

Pemilik awalnya adalah seorang Tionghoa, dan pemerintah membeli lahan tersebut dengan kompensasi 1,5 sen dan biaya pembangunan sebesar 14 ribu ringgit. Gedung Grahadi awalnya mengusung konsep Tuinhuis, yaitu rumah indah dikelilingi taman bunga, yang dikombinasikan dengan gaya Belanda kuno (Oud Hollandstijl) oleh arsitek Ir. W. Lemci.

Dirk van Hogendoorp, penguasa Jawa bagian timur, adalah pemilik pertama Gedung Grahadi dan menggunakannya sebagai tempat tinggal serta tempat peristirahatan pejabat Belanda.

Selama masa pemerintahan, Gedung Grahadi mengalami beberapa perubahan. Pada tahun 1799-1809, gedung ini dimiliki oleh Fredrik Jacob Rothenbuhler. Sekitar tahun 1802, Gubernur Jenderal Daendels mengubah arah depan gedung sehingga menghadap ke selatan, membelakangi Kalimas.

Renovasi besar dilakukan pada tahun 1810 oleh Herman William Daendels, mengubahnya menjadi gaya Empire atau Dutch Colonial Villa. Selama penjajahan Jepang, gedung ini digunakan sebagai rumah singgah Gubernur Jepang, tempat sidang Raad Van Justitie (Pengadilan Tinggi), serta lokasi pesta dan resepsi dansa.

Peran dalam Sejarah Kemerdekaan

Gedung Grahadi juga memiliki peran penting dalam sejarah kemerdekaan Indonesia. Pada Oktober 1945, gedung ini menjadi lokasi perundingan antara Presiden Soekarno dan Jenderal Hawthorn untuk membahas perdamaian. Pada 9 November 1945 pukul 23.00 WIB, Gubernur Suryo, gubernur ke-6 Jawa Timur, menolak ultimatum menyerah tanpa syarat dari Inggris dan meninggal keesokan harinya di Gedung Grahadi.

Baca Juga:  Tips Mengelola Gaji di Bawah UMR agar Tetap Cukup hingga Akhir Bulan

Dengan usia lebih dari dua abad, Gedung Grahadi menyimpan banyak cerita sejarah Kota Surabaya. Sebagai generasi muda, penting bagi kita untuk mengenal dan menghargai sejarah, termasuk bangunan bersejarah seperti Gedung Grahadi yang menjadi bagian dari warisan kota kelahiran kita. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Gedung Grahadi Wisata Heritage Surabaya Wisata Surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Menikah Sederhana di KUA Jadi Tren, Pesta Mewah Ternyata Bukan Penentu Rumah Tangga Bahagia

20 Juli 2026 Lifestyle

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026 Lifestyle

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026 Lifestyle
Ilustrasi penderita flu (foto : xframe)

Kemarau Basah Juli 2026: Kasus Flu dan Batuk Meningkat, Ini Penyebab serta Cara Mencegahnya

7 Juli 2026 Lifestyle

Gen Z Ramai Pilih Intimate Wedding, Lebih Personal dan Jadi Investasi untuk Kehidupan Setelah Menikah

7 Juli 2026 Lifestyle

5 Cara Mengatasi Sulit Tidur Setelah Terbangun Tengah Malam, Jangan Langsung Lihat Jam!

3 Juli 2026 Lifestyle
Leave A Reply Cancel Reply

Menikah Sederhana di KUA Jadi Tren, Pesta Mewah Ternyata Bukan Penentu Rumah Tangga Bahagia

20 Juli 2026
Berita Terbaru
PN Jepang Sanae Takaichi

Survei Mainichi: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kabinet PM Jepang Sanae Takaichi Turun ke 41 Persen

20 Juli 2026
Komnas HAM RI

Komnas HAM Rilis Penilaian HAM 2025, BKKBN Raih Nilai Tertinggi, Kemenhub Masuk Kategori Rendah

20 Juli 2026
Wali Kota Mojokerto sosialisasikan Beasiswa Pro Bestari 2026. Pemkot mengalokasikan lebih dari Rp1 miliar dengan bantuan Rp3,6 juta per semester.

Wali Kota Mojokerto Beasiswa Pro Bestari 2026, Mahasiswa Berpeluang Terima Rp3,6 Juta per Semester

20 Juli 2026
Polri menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembiayaan PT PPA kepada PT BAS. Kerugian negara mencapai Rp38,8 miliar dan aset Rp14,4 miliar disita.

Polri Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Pembiayaan PT PPA ke PT BAS, Kerugian Negara Capai Rp38,8 Miliar

20 Juli 2026

12 Tips Menggoreng Ikan agar Tidak Berminyak, Renyah Tahan Lama dan Matang Sempurna

20 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.