Tegal (beritajatim.com) – Pilkada Serentak 2024 menampilkan wajah-wajah baru di dunia politik, termasuk generasi muda yang membawa gagasan segar untuk pembangunan daerah.
Salah satu pasangan calon yang menarik perhatian di Kota Tegal adalah Faruq Ibnul Haqi dan Muhammad Ashim AdzDzorif Fikri, yang maju sebagai bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegal November 2024.
Faruq, yang berusia 38 tahun, dan Ashim, 32 tahun, telah resmi diusung oleh Koalisi Tegal Maju Cemerlang (KTMC), yang terdiri dari Partai Golkar, PKS, Partai Nasdem, PSI, Partai Hanura, dan Partai Prima.
Dukungan terhadap pasangan ini tak hanya datang dari partai politik, tetapi juga dari berbagai elemen masyarakat, termasuk akademisi.
Unggul Sugiharto, Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Pancasakti Tegal, memberikan apresiasi terhadap visi dan misi yang diusung Faruq-Ashim.
“Masyarakat Tegal membutuhkan perubahan yang cepat, dan visi Tegal Maju Cemerlang yang mereka tawarkan sangat sesuai dengan kebutuhan ini. Mereka adalah generasi muda yang berpendidikan tinggi, ini langkah positif dalam regenerasi politik lokal,” ujarnya.
Unggul juga memuji pendekatan berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang diusung oleh Faruq. Menurutnya, strategi ini sangat relevan untuk memajukan Tegal sebagai kota strategis di wilayah Pantura Barat.
“Pembangunan kota harus berbasis data dan indikator yang terukur, bukan hanya sekadar membangun. Ini penting untuk meningkatkan indeks pembangunan manusia di Kota Tegal,” jelasnya.
Pada saat deklarasi Koalisi Tegal Maju Cemerlang, Faruq memaparkan visinya untuk menjadikan Tegal sebagai kota yang cerdas, modern, religius, dan gemilang.
Unggul menilai, rencana ini sangat tepat, terutama dalam memaksimalkan potensi industri maritim yang telah lama menjadi tulang punggung ekonomi Tegal.
“Industri maritim di Tegal sudah mapan, dengan banyaknya galangan kapal dan industri terkait lainnya. Dengan pengembangan pelabuhan dan sumber daya yang lebih kuat, potensi ini bisa dibawa ke tingkat internasional,” tambahnya.
Faruq-Ashim juga menunjukkan komitmen untuk melibatkan masyarakat dalam pengambilan kebijakan melalui mekanisme public hearing. Unggul Sugiharto menyambut baik langkah ini sebagai langkah positif dalam pembangunan kota yang inklusif.
“Keterlibatan masyarakat dalam pembangunan sangat penting, namun perlu dikelola dengan baik agar kontribusi mereka bersifat konstruktif dalam konteks masyarakat perkotaan yang lebih maju,” katanya.
Unggul Sugiharto menutup pernyataannya dengan harapan besar terhadap pasangan muda ini. “Harapan baru bagi masyarakat Kota Tegal ada pada mereka. Jangan sia-siakan kepercayaan ini. Tunjukkan program dan visi yang matang, karena masyarakat Tegal sudah cerdas dalam memilih,” pungkasnya.
Selain dukungan dari kalangan akademisi, pasangan Faruq-Ashim juga mendapat sokongan dari relawan dan ulama setempat yang turut mendeklarasikan dukungan mereka.
Tentang Faruq Ibnul Haqi
Kemunculan nama Faruq Ibnul Haqi terbilang mengejutkan. Pemuda asli Tegal ini berlatar belakang arsitek. Ia menamatkan gelar sarjananya dari jurusan Arsitektur, Universitas Islam Indonesia (UII) pada tahun 2008.
Menariknya, beberapa tahun terakhir, Faruq lebih banyak berada di Australia untuk studi lanjut. Faruq merupakan kandidat doktor perencanaan kota dan wilayah di University of South Australia. Gelar master bidang yang sama juga ia peroleh di kampus tersebut.
“Saya akan manfaatkan semaksimal mungkin pengetahuan dan pengalaman saya sebagai arsitek untuk menata kota tanah kelahiran saya,” pungkas Faruq mengenai niatnya terjun ke arena politik.
Selama menimba ilmu di negeri kanguru, kemampuan berorganisasi Faruq makin terasah. Ia sempat terpilih menjadi Koordinator Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Dunia. (ted)







