Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Politik»Pemilu 2024, DKPP Terima 514 Aduan Dugaan Pelanggaran Kode Etik

Pemilu 2024, DKPP Terima 514 Aduan Dugaan Pelanggaran Kode Etik

Teddy AHTeddy AH Politik 27 September 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Anggota DKPP Muhammad Tio Aliansyah
Anggota DKPP Muhammad Tio Aliansyah

Bogor (beritajatim.com) – Hingga tanggal 25 September 2024, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) telah menerima sebanyak 514 aduan terkait dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP).

Anggota DKPP, Muhammad Tio Aliansyah, menyampaikan hal ini dalam kegiatan Media Gathering DKPP di Kabupaten Bogor. “Jumlah aduan yang kami terima hingga hari ini adalah 514,” ungkapnya.

Tio menjelaskan bahwa setiap aduan yang masuk tidak langsung diperiksa dalam sidang, melainkan harus melalui proses verifikasi administrasi dan verifikasi materiil terlebih dahulu.

Dari total 514 aduan, sebanyak 473 aduan telah melewati tahap verifikasi administrasi. Hasilnya menunjukkan bahwa 278 aduan memenuhi syarat, 124 aduan belum memenuhi syarat, 13 aduan tidak memenuhi syarat, dan 58 aduan gugur.

Sebanyak 278 aduan yang lolos verifikasi administrasi kemudian lanjut ke verifikasi materiil untuk menilai ada tidaknya unsur pelanggaran etik.

“Dari 278 aduan tersebut, 228 aduan telah kami verifikasi materiil. Hasilnya, 207 aduan dinyatakan layak untuk disidangkan, 15 aduan belum memenuhi syarat, dua aduan tidak memenuhi syarat, dan empat aduan gugur,” jelas Tio.

Hingga saat ini, terdapat 226 aduan yang telah dilimpahkan menjadi perkara layak sidang, terdiri dari 207 perkara dari tahun 2024 dan 19 perkara dari tahun sebelumnya.

Tio juga menambahkan bahwa DKPP telah memutus 103 perkara yang melibatkan 545 penyelenggara pemilu.

Baca Juga:  Ingatkan Koalisi, Prabowo: Menteri Jangan Cari Uang dari APBN atau APBD

Dari jumlah tersebut, 332 teradu direhabilitasi, 131 mendapatkan sanksi tertulis, 38 teradu dijatuhi sanksi pemberhentian tetap, dan empat teradu diberhentikan sementara. (ted)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
DKPP pemilu 2024
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI, Iman Sukri

RUU Penyadapan demi Kepastian Hukum, Standarisasi Aturan, dan Perlindungan Hak Privasi

7 Juli 2026 Politik
Pertemuan Jaringan Pimpinan Perguruan Tinggi APTIK di Universitas Atmajaya Yogyakarta, (foto: Istimewa)

Pernyataan Moral APTIK: Sorot Kebebasan Sipil hingga Tata Kelola Pemerintahan

30 Juni 2026 Politik
Gita Wirjawan

Gita Wirjawan: Indonesia Harus Tinggalkan Politik Elektabilitas dan Utamakan Integritas Pemimpin

25 Juni 2026 Politik

Cara Unik Pemkot Surabaya Hapus 68 Titik TPS Liar dengan Pot Bunga: Satire dan Estetik

3 Juni 2026 Politik

Imigrasi Siapkan Corridor Gate, Jemaah Haji Surabaya dan Jakarta Bisa Langsung Pulang Tanpa Antre Pemeriksaan

2 Juni 2026 Politik

Pemkab Mojokerto Perkuat Transformasi Posyandu, 562 Terdaftar Kemendagri

20 Mei 2026 Politik
Leave A Reply Cancel Reply

Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI, Iman Sukri

RUU Penyadapan demi Kepastian Hukum, Standarisasi Aturan, dan Perlindungan Hak Privasi

7 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.