Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Lifestyle»Bikin Budget Gaya Gen Z: Ngopi Boleh, Nabung Tetap Jalan

Bikin Budget Gaya Gen Z: Ngopi Boleh, Nabung Tetap Jalan

Agathon AgnarAgathon Agnar Lifestyle 31 Juli 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
ilustrasi gen z

Surabaya (beritajatim.id) – Gaya hidup anak muda saat ini tak bisa dilepaskan dari tren self reward. Kopi kekinian, skincare terbaru, hingga tiket konser menjadi bagian dari keseharian generasi Z. Namun di tengah arus konsumtif yang makin deras, muncul kesadaran baru soal pentingnya mengatur keuangan pribadi tanpa harus mengorbankan kesenangan kecil yang sudah menjadi rutinitas.

Meski begitu, mengatur keuangan tidak harus ketat dan membosankan. Anak muda mulai merancang strategi finansial dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan tidak menggurui. Salah satunya adalah memahami perbedaan antara self reward dan self sabotage. Banyak yang mengira setiap pengeluaran adalah bentuk penghargaan terhadap diri, padahal jika berlebihan, hal itu justru menjadi bumerang bagi keuangan pribadi.

Untuk membantu mengontrol pengeluaran, banyak yang menerapkan metode 50-30-20 dengan modifikasi sesuai kebutuhan. Artinya, 50 persen pendapatan digunakan untuk kebutuhan pokok, 30 persen untuk keinginan, dan 20 persen disisihkan untuk menabung atau investasi. Pendekatan ini dinilai lebih realistis bagi mereka yang memiliki penghasilan tidak tetap, seperti freelancer atau pekerja lepas.

Perkembangan teknologi juga turut memudahkan generasi muda dalam mengatur keuangan. Berbagai aplikasi pencatat keuangan dengan tampilan menarik mulai dilirik karena praktis dan mudah digunakan. Beberapa aplikasi bahkan dilengkapi pengingat saat pengguna melebihi batas pengeluaran yang telah ditentukan.

Tren lain yang mulai populer adalah auto debet, di mana sebagian uang langsung dialihkan ke rekening tabungan di awal bulan. Strategi ini membantu mereka yang sulit menahan godaan belanja impulsif. Tidak sedikit yang sengaja menyembunyikan akses ke rekening tabungan demi menjaga komitmen menabung.

Baca Juga:  Ratusan Warga Jatim Bergoyang di Pesta Rakyat HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Grahadi

Memiliki tujuan finansial yang jelas juga menjadi kunci agar kegiatan menabung terasa lebih ringan dan menyenangkan. Mulai dari membeli gadget impian, liburan, hingga mempersiapkan dana darurat, semua bisa menjadi motivasi untuk lebih disiplin dalam mengatur pengeluaran.

Meski begitu, gaya hidup hemat bukan berarti meniadakan ruang untuk bersenang-senang. Anak muda tetap bisa menikmati hal-hal kecil yang membawa kebahagiaan, selama dilakukan secara sadar dan terencana. Karena pada akhirnya, mengatur keuangan bukan soal menahan diri, melainkan bentuk cinta terhadap diri sendiri dalam jangka panjang.

Dengan kesadaran finansial yang tumbuh, generasi Z membuktikan bahwa gaya hidup seru tetap bisa berjalan beriringan dengan kondisi keuangan yang sehat. Ngopi tetap boleh, asalkan tabungan juga ikut jalan. (aga)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Budgeting ala Gen Z Gen Z Generasi z keuangan anak muda Keuangan Gen Z
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Menikah Sederhana di KUA Jadi Tren, Pesta Mewah Ternyata Bukan Penentu Rumah Tangga Bahagia

20 Juli 2026 Lifestyle

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026 Lifestyle

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026 Lifestyle
Ilustrasi penderita flu (foto : xframe)

Kemarau Basah Juli 2026: Kasus Flu dan Batuk Meningkat, Ini Penyebab serta Cara Mencegahnya

7 Juli 2026 Lifestyle

Gen Z Ramai Pilih Intimate Wedding, Lebih Personal dan Jadi Investasi untuk Kehidupan Setelah Menikah

7 Juli 2026 Lifestyle

5 Cara Mengatasi Sulit Tidur Setelah Terbangun Tengah Malam, Jangan Langsung Lihat Jam!

3 Juli 2026 Lifestyle
Leave A Reply Cancel Reply

Menikah Sederhana di KUA Jadi Tren, Pesta Mewah Ternyata Bukan Penentu Rumah Tangga Bahagia

20 Juli 2026
Berita Terbaru
PN Jepang Sanae Takaichi

Survei Mainichi: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kabinet PM Jepang Sanae Takaichi Turun ke 41 Persen

20 Juli 2026
Komnas HAM RI

Komnas HAM Rilis Penilaian HAM 2025, BKKBN Raih Nilai Tertinggi, Kemenhub Masuk Kategori Rendah

20 Juli 2026
Wali Kota Mojokerto sosialisasikan Beasiswa Pro Bestari 2026. Pemkot mengalokasikan lebih dari Rp1 miliar dengan bantuan Rp3,6 juta per semester.

Wali Kota Mojokerto Beasiswa Pro Bestari 2026, Mahasiswa Berpeluang Terima Rp3,6 Juta per Semester

20 Juli 2026
Polri menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembiayaan PT PPA kepada PT BAS. Kerugian negara mencapai Rp38,8 miliar dan aset Rp14,4 miliar disita.

Polri Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Pembiayaan PT PPA ke PT BAS, Kerugian Negara Capai Rp38,8 Miliar

20 Juli 2026

12 Tips Menggoreng Ikan agar Tidak Berminyak, Renyah Tahan Lama dan Matang Sempurna

20 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.