Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Internasional»Gubernur California Gugat Pemerintahan Trump atas Pengiriman Pasukan Garda Nasional ke Portland

Gubernur California Gugat Pemerintahan Trump atas Pengiriman Pasukan Garda Nasional ke Portland

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Internasional 6 Oktober 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Gubernur California Gavin Newsom
Gubernur California Gavin Newsom

California (beritajatim.id) – Gubernur California Gavin Newsom mengumumkan bahwa negara bagian yang dipimpinnya akan menggugat pemerintahan Donald Trump atas keputusan mengirim 300 anggota Garda Nasional California ke Portland, Oregon.

Newsom menuding langkah tersebut sebagai penyalahgunaan kekuasaan militer untuk kepentingan politik, yang menurutnya mengancam prinsip hukum dan demokrasi di Amerika Serikat.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis pada Minggu (5/10/2025), Newsom menegaskan bahwa tindakan pemerintahan Trump melanggar hukum karena dilakukan tanpa dasar legal yang sah setelah pengadilan federal menolak upaya Trump untuk mengambil alih kendali atas Garda Nasional Oregon.

“Ini adalah bentuk penyalahgunaan hukum dan kekuasaan yang luar biasa,” tegas Newsom.

“Pemerintahan Trump dengan terang-terangan menyerang supremasi hukum dan mengabaikan keputusan pengadilan. Mereka memperlakukan hakim, bahkan yang diangkat sendiri oleh Presiden, sebagai lawan politik,” lanjutnya.

300 Pasukan Garda Nasional Dikirim ke Portland

Dalam siaran pers tersebut, Newsom mengungkap bahwa Presiden Trump telah memerintahkan 300 personel Garda Nasional California untuk segera menuju Portland. Pengiriman ini dilakukan setelah hakim federal Karin Immergut menolak permintaan Trump untuk menempatkan 200 anggota Garda Nasional Oregon di bawah kendali pemerintah federal.

Pemerintah federal mengklaim bahwa langkah ini diperlukan untuk mengendalikan situasi di Portland, yang disebut sedang “dikepung oleh demonstran” yang menentang tindakan penegakan imigrasi oleh agen federal.

Namun, dalam putusannya pada Sabtu (4/10/2025), Hakim Immergut menyatakan bahwa protes di Portland tidak cukup mengganggu atau berbahaya untuk membenarkan pengerahan pasukan militer. Ia menyebut tindakan Trump sebagai langkah yang tidak proporsional dan berisiko memperkeruh situasi.

“Protes di Portland tidak menunjukkan tingkat kekerasan yang signifikan yang dapat membenarkan penggunaan Garda Nasional,” tulis Immergut dalam putusannya.

Gugatan California: Tolak Militerisasi terhadap Warga Sipil

Sebagai tanggapan, Newsom menegaskan bahwa Negara Bagian California akan menggugat pemerintahan Trump di pengadilan federal. Gugatan ini menuduh bahwa presiden telah melanggar hukum federal dengan memanfaatkan kekuatan militer untuk tujuan politik domestik.

Baca Juga:  UEFA Sanksi Real Madrid Usai Aksi Salam Nazi Suporter Tertangkap Kamera di Liga Champions

“Kami akan membawa masalah ini ke pengadilan, tetapi masyarakat tidak boleh diam menghadapi tindakan otoriter seperti ini dari Presiden Amerika Serikat,” ujar Newsom.

Gugatan yang diajukan pemerintah California akan menjadi kasus hukum besar berikutnya dalam rangkaian sengketa antara negara-negara bagian yang dikuasai Demokrat dengan pemerintahan Trump.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah negara bagian seperti California, Oregon, dan Washington telah berulang kali menantang kebijakan federal yang dianggap melanggar hak-hak negara bagian dan kebebasan sipil.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump: Portland Dalam Kepungan

Sementara itu, Presiden Donald Trump membela keputusannya dengan alasan bahwa Portland “berada dalam keadaan darurat” akibat gelombang demonstrasi anti-imigrasi yang kerap berujung bentrokan dengan aparat.

Trump menegaskan bahwa ia memiliki otoritas penuh sebagai panglima tertinggi militer untuk mengerahkan pasukan guna menjaga ketertiban nasional.

Pada 27 September 2025, Trump memerintahkan pengiriman “seluruh pasukan yang dibutuhkan” ke Portland dan menempatkan Garda Nasional Oregon di bawah kendali Menteri Pertahanan Pete Hegseth.
Namun sehari kemudian, Negara Bagian Oregon dan Pemerintah Kota Portland mengajukan gugatan hukum, menuding presiden melanggar batas wewenang konstitusionalnya.

Kasus ini kemudian naik banding ke Pengadilan Banding Sirkuit ke-9 di San Francisco, yang sebelumnya pernah memulihkan kewenangan Trump untuk mengerahkan Garda Nasional di Los Angeles setelah sempat ditangguhkan oleh pengadilan federal.

Krisis Politik dan Hukum di Tengah Ketegangan Nasional

Konflik antara Gubernur Newsom dan Presiden Trump ini menambah ketegangan politik antara pemerintah federal dan negara-negara bagian Demokrat menjelang tahun pemilu.

Bagi banyak pengamat politik, langkah Newsom dianggap sebagai upaya mempertahankan prinsip federalisme — bahwa setiap negara bagian berhak mengelola pasukan militernya tanpa campur tangan pemerintah pusat kecuali dalam kondisi ekstrem yang telah diatur konstitusi.

Baca Juga:  Trump Sebut Serangan di Perairan Karibia untuk Lawan Narkoba, PBB: Tindakan yang Tidak Dapat Diterima

Kritikus juga menilai keputusan Trump dapat memperburuk hubungan sipil-militer di Amerika Serikat, mengingat pengerahan pasukan domestik sering kali menjadi isu sensitif yang berkaitan dengan hak-hak warga negara.

“Penggunaan Garda Nasional dalam konteks politik domestik adalah preseden berbahaya,” ujar seorang analis kebijakan publik dari Stanford University. “Jika tindakan ini dibiarkan, maka prinsip pemisahan kekuasaan akan semakin kabur,” tambahnya.

Dampak dan Langkah Lanjutan

Pemerintah Negara Bagian California dikabarkan tengah mempersiapkan berkas hukum lengkap untuk diajukan ke pengadilan federal di San Francisco. Sementara itu, pengiriman pasukan Garda Nasional ke Portland dilaporkan sudah berlangsung, meski mendapat protes dari sejumlah organisasi masyarakat sipil dan kelompok hak asasi manusia.

Kasus ini diprediksi akan berlangsung sengit di pengadilan dan dapat menjadi ujian besar bagi batas kekuasaan eksekutif di Amerika Serikat. Jika pengadilan kembali menolak langkah Trump, maka keputusan tersebut bisa memperkuat posisi negara bagian dalam menolak dominasi federal atas militer lokal.

Pertarungan hukum antara Gubernur Gavin Newsom dan Presiden Donald Trump atas pengerahan Garda Nasional ini menjadi salah satu isu paling menonjol dalam lanskap politik Amerika Serikat saat ini.
Kasus ini bukan hanya soal perbedaan pandangan politik, tetapi juga menyangkut inti dari sistem pemerintahan federal dan batasan kekuasaan presiden terhadap negara bagian.

Dengan meningkatnya ketegangan politik dan sosial di seluruh negeri, hasil dari gugatan ini berpotensi membentuk preseden hukum baru tentang hubungan antara pemerintah pusat dan negara bagian di masa depan. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
California Donald Trump Garda Nasional
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026 Internasional
Korban tewas gempa Venezuela mencapai 4.118 jiwa. Ribuan bangunan rusak berat akibat fenomena pancake collapse, pencarian korban masih berlangsung.

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Ribuan Bangunan Rusak Berat akibat Pancake Collapse

12 Juli 2026 Internasional
Esmaeil Baghaei

Iran Bantah Minta Negosiasi Baru dengan AS, Trump: Gencatan Senjata telah Berakhir

11 Juli 2026 Internasional
Selat Hormuz

Konflik AS-Iran Memanas, Serangan Balasan Guncang Selat Hormuz dan Ancam Stabilitas Pasokan Energi Global

10 Juli 2026 Internasional
Presiden China Xi Jinping

Xi Jinping Tegaskan Kemandirian Teknologi Jadi Kunci Modernisasi China, Fokus pada Talenta dan Inovasi

9 Juli 2026 Internasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Sebut Kesepahaman AS-Iran Berakhir, Washington Cabut Izin Penjualan Minyak dan Perketat Tekanan

8 Juli 2026 Internasional
Leave A Reply Cancel Reply

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.