Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Internasional»PM Sanae Takaichi Siap Longgarkan Target Fiskal Jepang dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

PM Sanae Takaichi Siap Longgarkan Target Fiskal Jepang dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Haris DwiHaris Dwi Internasional 10 November 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Sanae Takaichi
Sanae Takaichi

Tokyo (beritajatim.id) – Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada Senin (10/11/2025) menyatakan akan menetapkan target fiskal baru jangka menengah guna memberikan ruang lebih besar bagi pemerintah dalam membelanjakan anggaran, langkah yang dinilai sebagai sinyal pelunakan terhadap komitmen lama Jepang untuk melakukan konsolidasi fiskal ketat.

Takaichi menegaskan bahwa kebijakan fiskal yang lebih fleksibel dibutuhkan untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang sempat tertekan akibat inflasi dan ketidakpastian global.

“Kita harus tetap menjaga kepercayaan pasar terhadap keuangan Jepang yang berkelanjutan. Namun tanpa investasi yang memadai, ekonomi tidak akan tumbuh,” ujar Takaichi di hadapan parlemen.

Rencana ini menandai pergeseran besar dari pendekatan pemerintahan sebelumnya, yang lebih fokus pada pencapaian target surplus anggaran tahunan.

Fokus ke Pertumbuhan, Bukan Sekadar Konsolidasi

Sejak dilantik pada 21 Oktober 2025, Takaichi berjanji akan menyusun paket stimulus ekonomi untuk menanggulangi kenaikan biaya hidup dan memperkuat investasi di sektor pertahanan serta teknologi pertumbuhan baru.

Pemerintah juga mempertimbangkan pemotongan pajak penjualan guna merangsang konsumsi domestik, mempertegas orientasi kebijakan yang berpihak pada pertumbuhan dibanding pengetatan fiskal.

Takaichi mengatakan, target baru tersebut akan disusun pada Januari 2026, menggantikan sasaran lama yang berupaya mencapai surplus anggaran primer pada 2025–2026.

“Mulai sekarang, kami akan meninjau keseimbangan anggaran dalam kerangka waktu beberapa tahun, bukan hanya tahunan,” jelasnya.

Langkah ini diyakini akan membantu pemerintah memiliki ruang fiskal lebih luas untuk merespons dinamika ekonomi global, meski menimbulkan kekhawatiran terhadap utang publik Jepang yang kini mencapai dua kali lipat dari total PDB—tertinggi di antara negara-negara maju.

Baca Juga:  Nikaragua Putus Hubungan dengan Israel, HNW: Negara OKI dan Liga Arab Semestinya Lakukan Langkah Serupa

Tekanan Politik terhadap Bank of Japan

Selain kebijakan fiskal, Takaichi juga menyerukan agar Bank of Japan (BOJ) tidak terburu-buru menaikkan suku bunga.

“Saya berharap BOJ menetapkan kebijakan moneter yang stabil dan berkelanjutan untuk mencapai inflasi 2 persen, bukan karena dorongan biaya, tetapi karena kenaikan upah,” tegasnya.

Namun, pernyataan ini muncul di tengah tensi meningkat antara pemerintah dan bank sentral. Banyak anggota dewan BOJ dalam pertemuan Oktober lalu disebut mendukung kenaikan suku bunga dalam waktu dekat, seperti terungkap dalam ringkasan pertemuan yang dirilis Senin (10/11).

Pertemuan berikutnya BOJ dijadwalkan pada 18–19 Desember 2025, bertepatan dengan penyusunan rancangan anggaran pemerintah Jepang. Menurut analis dari JP Morgan, Ayako Fujita, sebagian besar dewan kemungkinan akan menyetujui kenaikan suku bunga bila diusulkan Gubernur BOJ Kazuo Ueda.

“Namun masih belum jelas apakah BOJ dapat menyesuaikan kebijakannya tanpa menimbulkan gesekan politik dengan pemerintahan baru,” ujar Fujita.

Dilema Ekonomi Jepang: Antara Stimulasi dan Stabilitas

Pemerintahan Takaichi saat ini dihadapkan pada dilema antara memacu pertumbuhan dan menjaga stabilitas fiskal. Para ekonom menilai bahwa kebijakan ekspansif, seperti subsidi biaya hidup, dukungan investasi, dan pemotongan pajak, dapat memperkuat pemulihan jangka pendek tetapi berpotensi memperbesar defisit anggaran.

Ekonom Takuji Aida, yang duduk di panel ekonomi utama pemerintahan Takaichi, bahkan menyarankan agar BOJ menunda kenaikan suku bunga pada Desember, mengingat data menunjukkan ekonomi Jepang kemungkinan mengalami kontraksi pada kuartal ketiga.

Baca Juga:  Laporan Pertama Dinamika Hukum Bisnis di ASEAN Diluncurkan pada 6th China-ASEAN Legal Cooperation Forum

“Kenaikan suku bunga dalam situasi ekonomi yang rapuh dapat memperburuk tekanan pada sektor rumah tangga dan bisnis,” katanya seperti dikutip Nikkei.

Langkah Berisiko dengan Potensi Besar

Meskipun kebijakan baru ini menuai kritik dari kalangan konservatif fiskal, banyak pengamat menilai bahwa Takaichi berusaha menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan fiskal.

Langkah untuk memperpanjang horizon target anggaran dinilai dapat memberikan ruang bagi pemerintah untuk meningkatkan belanja produktif—seperti penelitian, teknologi hijau, dan ketahanan energi—tanpa mengorbankan kepercayaan pasar terhadap stabilitas keuangan Jepang.

Namun, dengan utang publik tertinggi di dunia dan ketergantungan pada pembelian obligasi pemerintah oleh BOJ, perubahan arah kebijakan ini tetap mengandung risiko besar. Dan jika koordinasi antara pemerintah dan bank sentral tidak sejalan, Jepang bisa menghadapi tekanan pasar yang signifikan. (ris)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Jepang PM Jepang Sanae Takaichi
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026 Internasional
Korban tewas gempa Venezuela mencapai 4.118 jiwa. Ribuan bangunan rusak berat akibat fenomena pancake collapse, pencarian korban masih berlangsung.

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Ribuan Bangunan Rusak Berat akibat Pancake Collapse

12 Juli 2026 Internasional
Esmaeil Baghaei

Iran Bantah Minta Negosiasi Baru dengan AS, Trump: Gencatan Senjata telah Berakhir

11 Juli 2026 Internasional
Selat Hormuz

Konflik AS-Iran Memanas, Serangan Balasan Guncang Selat Hormuz dan Ancam Stabilitas Pasokan Energi Global

10 Juli 2026 Internasional
Presiden China Xi Jinping

Xi Jinping Tegaskan Kemandirian Teknologi Jadi Kunci Modernisasi China, Fokus pada Talenta dan Inovasi

9 Juli 2026 Internasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Sebut Kesepahaman AS-Iran Berakhir, Washington Cabut Izin Penjualan Minyak dan Perketat Tekanan

8 Juli 2026 Internasional
Leave A Reply Cancel Reply

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.