Surabaya (beritajatim.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk memperkuat pembangunan desa mandiri berkelanjutan sebagai fondasi utama dalam mewujudkan Indonesia Maju 2045. Penegasan tersebut disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Desa Nasional 2026 yang diperingati setiap 15 Januari.
Menurut Khofifah, desa memiliki peran strategis sebagai ujung tombak pembangunan nasional. Oleh karena itu, pembangunan desa tidak hanya harus menyentuh aspek mendasar, tetapi juga berorientasi pada keberlanjutan agar mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
Jawa Timur Peringkat Pertama Desa Mandiri Nasional
Berdasarkan Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Nomor 343 Tahun 2025, Jawa Timur menempati peringkat pertama nasional sebagai provinsi dengan jumlah desa mandiri terbanyak di Indonesia, yakni 4.716 desa mandiri.
Secara nasional, tercatat terdapat 20.503 desa mandiri, 23.579 desa maju, 21.813 desa berkembang, 4.672 desa tertinggal, dan 4.694 desa sangat tertinggal. Dengan capaian tersebut, sekitar 23 persen desa mandiri di Indonesia berada di Jawa Timur, menunjukkan kontribusi signifikan provinsi ini dalam percepatan pembangunan desa.
Khofifah menekankan bahwa capaian tersebut menjadi modal penting untuk mendorong desa-desa mandiri agar naik kelas menjadi desa berkelanjutan yang mampu mengelola potensi lokal secara optimal.
Desa Berkelanjutan sebagai Pilar Pembangunan Nasional
Desa mandiri berkelanjutan dipandang sebagai desa yang mampu mengoptimalkan sumber daya dan potensi lokal untuk meningkatkan ekonomi, pendidikan, layanan kesehatan, serta kualitas hidup masyarakat. Ketika desa mampu mengelola sumber dayanya secara efektif, dampaknya tidak hanya dirasakan di tingkat lokal, tetapi juga berkontribusi pada pembangunan nasional.
Tema Hari Desa Nasional 2026, yakni “Bangun Desa, Bangun Indonesia: Desa Terdepan untuk Indonesia”, dinilai sejalan dengan visi tersebut. Tema ini diharapkan dapat memperkuat semangat perangkat desa dalam memajukan wilayahnya sekaligus mempertegas peran desa sebagai fondasi pembangunan Indonesia.
Program Strategis Pemprov Jatim untuk Pembangunan Desa
Untuk mendukung agenda desa mandiri berkelanjutan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menggulirkan berbagai program strategis. Salah satunya adalah Program Desa Berdaya yang telah berjalan sejak 2021 dan kini menjangkau 538 desa di 29 kabupaten/kota, termasuk Kota Batu. Program ini berfokus pada penguatan potensi dan identitas ekonomi desa agar memiliki kekhasan dan nilai tambah.
Selain itu, Pemprov Jatim juga mengembangkan Program Desa Wisata Cerdas, Mandiri, dan Sejahtera (Dewi Cemara) yang telah diimplementasikan di 149 desa wisata. Program ini bertujuan mengurangi kesenjangan desa dan kota melalui penguatan sektor pariwisata berbasis masyarakat.
Di sektor ekonomi global, Jawa Timur turut mendorong Program Desa Devisa, yang membuka akses pasar ekspor bagi produk-produk unggulan desa. Program ini diharapkan mampu meningkatkan kinerja ekspor sekaligus kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku UMKM dan pengrajin desa.
Kolaborasi Lintas Sektor Perkuat Pembangunan Desa
Berbagai program pembangunan desa tersebut diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor dengan dunia usaha dan perguruan tinggi. Sinergi ini diharapkan dapat melahirkan inovasi pembangunan desa yang adaptif terhadap tantangan zaman, sekaligus mempercepat peningkatan status kemandirian desa di Jawa Timur.
Pada momentum Hari Desa Nasional, Khofifah mengajak seluruh perangkat desa untuk terus berbenah, memaksimalkan potensi lokal, serta memperkuat peran strategis pemerintah desa dalam mewujudkan desa yang sejahtera dan berkelanjutan. Desa yang kuat dan mandiri diyakini akan menjadi penopang utama bagi terwujudnya Indonesia Maju di masa depan. (rio)


as a preferred source on Google




