Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Lifestyle»8 Tanda Kamu Harus Resign dari Tempat Kerja, Sebelum Terlambat!

8 Tanda Kamu Harus Resign dari Tempat Kerja, Sebelum Terlambat!

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Lifestyle 21 Februari 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
(foto: ilustrasi vis generatif AI)
(foto: ilustrasi vis generatif AI)

Yogyakarta (beritajatim.id) – Keputusan untuk resign dari tempat kerja bukan hal sepele. Selain menyangkut stabilitas finansial, keputusan ini juga berdampak pada perjalanan karier jangka panjang. Namun, bertahan di lingkungan kerja yang salah juga bisa menjadi bumerang bagi kesehatan mental dan perkembangan profesional.

Sebuah catatan menyebut, banyak karyawan menunda resign karena rasa takut dan ketidakpastian, padahal tanda-tandanya sudah terlihat jelas. Sementara itu, praktisi karier dan pendiri platform pengembangan profesional, Rene Suhardono, menilai keputusan resign idealnya diambil secara sadar, bukan emosional.

Lalu, apa saja tanda kamu harus mulai mempertimbangkan untuk resign?

1. Karier Tidak Berkembang

Jika dalam dua hingga tiga tahun terakhir tidak ada peningkatan tanggung jawab, keterampilan, atau promosi, ini bisa menjadi sinyal stagnasi. Dunia kerja yang kompetitif menuntut pertumbuhan berkelanjutan. Tanpa itu, kamu bisa tertinggal.

Karier yang sehat umumnya memberi ruang belajar, pelatihan, atau proyek baru yang menantang.

2. Mengalami Burnout Berkepanjangan

Merasa lelah secara fisik dan mental setiap hari, bahkan setelah libur panjang? Itu bukan sekadar capek biasa.

Burnout ditandai dengan kehilangan motivasi, mudah marah, sulit fokus, dan perasaan sinis terhadap pekerjaan. Jika kondisi ini berlangsung lama tanpa dukungan perusahaan, resign bisa menjadi pilihan realistis demi kesehatan mental.

3. Lingkungan Kerja Toxic

Budaya kerja penuh intrik, atasan yang manipulatif, atau rekan kerja yang gemar menjatuhkan adalah red flag serius.

Baca Juga:  Cara Unik Bandara Juanda Manjakan Penumpang, Ruang Tunggu Jadi Panggung Budaya Imlek

Lingkungan seperti ini dapat memicu stres kronis. Dalam jangka panjang, dampaknya bukan hanya pada performa kerja, tetapi juga pada kehidupan pribadi.

4. Nilai Pribadi Tidak Sejalan dengan Perusahaan

Setiap individu memiliki nilai hidup dan prinsip kerja. Jika perusahaan sering mengambil keputusan yang bertentangan dengan etika atau keyakinanmu, konflik batin bisa muncul.

Ketidaksesuaian ini dapat menurunkan engagement dan loyalitas.

5. Tidak Lagi Merasa Bahagia atau Termotivasi

Setiap orang pasti pernah mengalami fase jenuh. Namun, jika kamu terus-menerus merasa hampa, cemas setiap Minggu malam, atau bahkan berharap sakit agar tidak masuk kerja, itu tanda serius.

Pekerjaan memang tidak selalu menyenangkan, tetapi tidak seharusnya menyiksa secara emosional.

6. Upaya Perbaikan Tidak Pernah Direspons

Sudah menyampaikan aspirasi ke atasan? Sudah meminta evaluasi atau perubahan beban kerja? Jika semua masukan diabaikan dan tidak ada itikad baik untuk perbaikan, artinya perusahaan tidak memberi ruang dialog sehat.

Komunikasi dua arah adalah fondasi hubungan profesional yang sehat.

7. Kompensasi Tidak Seimbang dengan Beban Kerja

Gaji bukan segalanya, tetapi tetap faktor penting. Jika beban kerja terus meningkat tanpa apresiasi atau kompensasi layak, kamu berhak mempertimbangkan opsi lain.

Apalagi jika standar industri menunjukkan angka yang jauh lebih tinggi untuk posisi serupa.

8. Ada Peluang Lebih Baik yang Lebih Sehat

Terkadang, tanda paling jelas adalah munculnya peluang baru yang lebih sesuai dengan tujuan hidup dan kariermu.

Baca Juga:  Pakar Psikologi UNAIR: Broken Home Bisa Berdampak pada Kesehatan Mental Anak, Ini Tanda yang Perlu Diwaspadai

Namun harus diingat, resign tetap wajib dilakukan dengan persiapan matang, termasuk dana darurat dan rencana transisi yang jelas.Selain itu:

  • Pertimbangkan dengan Kepala Dingin
  • Resign bukan keputusan impulsif. Evaluasi kondisi secara objektif:
  • Apakah masalah masih bisa diperbaiki?
  • Sudahkah mencoba komunikasi terbuka?
  • Apakah kondisi ini berdampak pada kesehatan fisik dan mental?

Jika sebagian besar jawabannya mengarah pada dampak negatif berkepanjangan, mungkin ini saatnya membuka lembaran baru.

Pada akhirnya, pekerjaan seharusnya menjadi ruang bertumbuh, bukan sumber luka. Mengenali tanda-tanda sejak dini membantu kamu mengambil keputusan dengan lebih bijak dan terencana. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
kesehatan mental resign
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026 Lifestyle

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026 Lifestyle
Ilustrasi penderita flu (foto : xframe)

Kemarau Basah Juli 2026: Kasus Flu dan Batuk Meningkat, Ini Penyebab serta Cara Mencegahnya

7 Juli 2026 Lifestyle

Gen Z Ramai Pilih Intimate Wedding, Lebih Personal dan Jadi Investasi untuk Kehidupan Setelah Menikah

7 Juli 2026 Lifestyle

5 Cara Mengatasi Sulit Tidur Setelah Terbangun Tengah Malam, Jangan Langsung Lihat Jam!

3 Juli 2026 Lifestyle

9 Manfaat Mewarnai bagi Anak yang Jarang Disadari, Tak Sekadar Asah Kreativitas tetapi Dukung Tumbuh Kembang

2 Juli 2026 Lifestyle
Leave A Reply Cancel Reply

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.