Malang (beritajatim.id) – Alumni Universitas Brawijaya (UB), Dr. Saiful Hidayat, M.T., resmi dilantik sebagai Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Republik Indonesia untuk periode 2026–2031.
Pelantikan dilakukan oleh Muhaimin Iskandar selaku Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dalam agenda serah terima jabatan direksi dan dewan pengawas BPJS Ketenagakerjaan serta BPJS Kesehatan di Jakarta, Jumat (20/2/2026).
Penunjukan Saiful menjadi perhatian sivitas akademika UB. Ia dikenal sebagai alumni dengan rekam jejak akademik dan profesional yang konsisten serta berprestasi.
Rekam Jejak Akademik: Tiga Kali Lulus Cumlaude
Saiful menempuh pendidikan Sarjana (S1) Teknik Telekomunikasi di Universitas Brawijaya pada 1988–1992 dan lulus dengan predikat cumlaude. Setelah meniti karier, ia melanjutkan studi Magister (S2) di Institut Teknologi Bandung pada 1999–2001 dan meraih gelar Master Multimedia dengan predikat sangat memuaskan.
Komitmennya pada pengembangan ilmu berlanjut ketika ia menyelesaikan pendidikan Doktor (S3) Manajemen Strategis di Universitas Brawijaya pada 2020–2022, kembali dengan predikat cumlaude. Konsistensi menempuh pendidikan tinggi, termasuk kembali ke almamater untuk jenjang doktoral, dinilai mempertegas kedekatan dan kontribusinya terhadap institusi pendidikan tersebut.
Strategi 3C: Coverage, Care, Credibility
Usai pelantikan, Saiful menegaskan komitmennya menjalankan amanah dengan strategi “3C”, yakni coverage, care, dan credibility.
Fokus coverage diarahkan pada perluasan kepesertaan, terutama bagi pekerja sektor informal, pekerja bukan penerima upah, serta pekerja migran Indonesia. Perluasan ini dinilai krusial untuk memperkuat jaring pengaman sosial nasional.
Pada aspek care, peningkatan kualitas layanan dan manfaat menjadi prioritas. Perlindungan sosial diharapkan dapat dirasakan secara nyata oleh pekerja dan keluarganya, baik melalui kemudahan akses layanan maupun optimalisasi manfaat program.
Sementara itu, credibility diwujudkan melalui penguatan tata kelola, validitas data kepesertaan, kepatuhan terhadap regulasi, serta kolaborasi strategis dengan para pemangku kepentingan. Pendekatan ini diproyeksikan untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana jaminan sosial.
Pengalaman Tiga Dekade di Telkom Indonesia
Sebelum dipercaya memimpin BPJS Ketenagakerjaan, Saiful memiliki pengalaman profesional lebih dari 30 tahun di Telkom Indonesia. Ia memulai karier pada 1993 dan menduduki berbagai posisi strategis.
Jabatan terakhirnya adalah Senior Principal Expert Performance Management sejak September 2025, setelah sebelumnya menjabat Vice President Business Performance Management pada periode 2024–2025. Pengalaman panjang di sektor korporasi dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat manajemen kinerja dan tata kelola lembaga jaminan sosial nasional.
Harapan Pemerintah dan Tantangan Ke Depan
Pemerintah berharap kepemimpinan Saiful mampu memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, meningkatkan transparansi, serta memperkuat keberlanjutan sistem.
Pelantikan ini sekaligus menandai dimulainya masa jabatan direksi dan dewan pengawas BPJS periode 2026–2031. Tantangan ke depan mencakup peningkatan kepesertaan pekerja informal, optimalisasi layanan digital, hingga penguatan sinergi lintas sektor demi mewujudkan sistem jaminan sosial yang inklusif dan berdaya saing. (ris)







