Madrid (beritajatim.id) – Badan sepak bola Eropa, UEFA, menjatuhkan sanksi kepada Real Madrid setelah seorang suporter tertangkap kamera melakukan salam Nazi menjelang pertandingan Liga Champions melawan Benfica.
Insiden tersebut terjadi di stadion Santiago Bernabéu Stadium ketika kelompok suporter bernama Grada Fans menggelar koreografi (tifo) bertuliskan pesan antirasisme seperti “No to Racism” dan “Respect”. Namun saat kamera televisi menyorot ke arah tribun, seorang suporter terlihat mengangkat tangan kanan dengan gestur yang identik dengan salam Nazi.
Aksi tersebut terekam siaran langsung dan menyebar luas secara global, memicu reaksi keras dari otoritas sepak bola Eropa.
UEFA Jatuhkan Denda dan Ancaman Penutupan Tribun
Sebagai konsekuensi dari insiden tersebut, UEFA menjatuhkan sanksi kepada Real Madrid berupa denda finansial serta penutupan sebagian stadion secara bersyarat pada pertandingan kompetisi Eropa berikutnya.
Sanksi ini berkaitan dengan pelanggaran aturan UEFA mengenai perilaku diskriminatif, yang secara tegas melarang segala bentuk tindakan rasisme, simbol ekstremisme, maupun propaganda politik di stadion.
UEFA menilai tindakan suporter tersebut bertentangan dengan nilai-nilai kampanye antirasisme yang selama ini digaungkan dalam kompetisi sepak bola Eropa.
Real Madrid Ambil Tindakan Disipliner
Tak lama setelah pertandingan melawan Benfica, pihak klub mengeluarkan pernyataan resmi terkait insiden tersebut. Manajemen Real Madrid mengonfirmasi bahwa suporter yang melakukan gestur tersebut telah dikeluarkan dari stadion selama pertandingan berlangsung.
Klub juga memulai proses disipliner internal yang dapat berujung pada pencabutan status keanggotaan suporter tersebut.
Langkah cepat ini disebut sebagai bagian dari komitmen klub untuk menjaga stadion tetap bebas dari tindakan diskriminatif serta mendukung kampanye antirasisme di sepak bola.
Insiden Diskriminasi Kembali Terjadi
Kasus ini menjadi insiden kedua dalam 18 bulan terakhir yang memaksa Real Madrid mengambil tindakan terkait perilaku diskriminatif suporter.
Sebelumnya, sejumlah pemain FC Barcelona dilaporkan menjadi korban pelecehan rasial dari suporter saat pertandingan La Liga.
Rangkaian kejadian tersebut memperkuat perhatian otoritas sepak bola Eropa terhadap isu rasisme di stadion.
Aksi Serupa Juga Terjadi di Luar Stadion
Laporan media di Spanyol juga menyebutkan bahwa sebelum pertandingan berlangsung, sekelompok suporter berkumpul di luar Stadion Santiago Bernabéu.
Dalam kerumunan tersebut, beberapa orang terlihat melakukan gestur serupa sambil menyanyikan lagu-lagu yang merujuk pada Francisco Franco, mantan diktator Spanyol yang berkuasa pada abad ke-20.
Kejadian ini menambah sorotan terhadap perilaku ekstremisme di kalangan sebagian kecil suporter sepak bola Eropa.
UEFA Perketat Pengawasan
Kasus yang melibatkan Real Madrid ini kembali menegaskan komitmen UEFA untuk menindak tegas setiap bentuk diskriminasi di kompetisi sepak bola Eropa.
Organisasi tersebut selama beberapa tahun terakhir terus memperkuat regulasi dan sanksi terhadap klub yang gagal mencegah tindakan rasis, ekstremis, atau diskriminatif di dalam maupun sekitar stadion.
Dengan sorotan global terhadap insiden ini, pengawasan terhadap perilaku suporter di kompetisi seperti Liga Champions diperkirakan akan semakin diperketat pada musim-musim mendatang. (ian)


as a preferred source on Google



