Surabaya (beritajatim.id) – Kasus Campak kembali menjadi perhatian tenaga kesehatan di Indonesia. Penyakit menular ini dinilai masih sering dianggap sepele oleh masyarakat, padahal berpotensi menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak dan kelompok dengan daya tahan tubuh lemah.
Pakar kesehatan anak dari Universitas Airlangga (UNAIR), Irwanto, mengingatkan pentingnya mengenali gejala awal penyakit tersebut agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko penularan dapat ditekan.
Menurutnya, gejala campak umumnya diawali dengan keluhan mirip flu seperti batuk dan pilek, yang kemudian diikuti demam tinggi serta munculnya ruam merah khas pada tubuh, terutama di area belakang leher.
Ia menjelaskan bahwa mengenali tanda-tanda awal tersebut penting agar seseorang yang diduga terinfeksi segera melakukan isolasi mandiri dan tidak beraktivitas di ruang publik.
Risiko Penularan Tinggi di Ruang Publik
Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Penularan dapat terjadi melalui droplet atau percikan cairan dari hidung dan mulut saat seseorang batuk, bersin, maupun berbicara.
Selain itu, kontak langsung dengan penderita juga meningkatkan kemungkinan penularan. Karena sifatnya yang sangat menular, penyebaran campak dapat terjadi dengan cepat di lingkungan yang padat, seperti sekolah atau ruang publik lainnya.
Irwanto yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran UNAIR menekankan bahwa penyakit ini tidak boleh dianggap ringan karena dapat menimbulkan komplikasi serius, bahkan berujung kematian pada kasus tertentu.
Anak Tanpa Vaksin Lebih Rentan
Kelompok anak-anak menjadi salah satu yang paling rentan terhadap infeksi campak, terutama jika belum mendapatkan vaksinasi. Sistem imun yang masih berkembang membuat mereka lebih mudah tertular dan mengalami komplikasi.
Vaksin yang direkomendasikan untuk mencegah penyakit ini adalah vaksin Rubella melalui program vaksin Measles-Rubella (MR).
Pemberian vaksin MR terbukti mampu menurunkan risiko penularan sekaligus melindungi anak dari dampak serius yang dapat ditimbulkan oleh infeksi campak.
Edukasi dan Vaksinasi Jadi Kunci Pencegahan
Tenaga kesehatan menilai edukasi masyarakat masih menjadi tantangan utama dalam pengendalian campak. Oleh karena itu, kerja sama antara tenaga medis dan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus diperkuat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya penyakit ini.
Orang tua juga diimbau untuk memastikan anak mendapatkan vaksinasi lengkap di fasilitas kesehatan terdekat. Upaya tersebut dinilai sebagai langkah paling efektif untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus campak di masa mendatang.
Selain vaksinasi, kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala dan segera memeriksakan diri ke tenaga medis juga menjadi bagian penting dalam upaya memutus rantai penularan penyakit ini.
Para ahli mengingatkan bahwa campak bukan sekadar penyakit ruam biasa. Tanpa penanganan yang tepat, penyakit ini dapat berkembang menjadi komplikasi serius yang membahayakan kesehatan, terutama pada anak-anak. (hdl)


as a preferred source on Google




