Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»News»Campak Kembali Merebak, Pakar UNAIR Ingatkan Gejala Dini dan Pentingnya Vaksinasi Anak

Campak Kembali Merebak, Pakar UNAIR Ingatkan Gejala Dini dan Pentingnya Vaksinasi Anak

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono News 13 Maret 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pakar Kesehatan Anak Universitas Airlangga (UNAIR) Prof Dr Irwanto dr SpA(K)
Pakar Kesehatan Anak Universitas Airlangga (UNAIR) Prof Dr Irwanto dr SpA(K)

Surabaya (beritajatim.id) – Kasus Campak kembali menjadi perhatian tenaga kesehatan di Indonesia. Penyakit menular ini dinilai masih sering dianggap sepele oleh masyarakat, padahal berpotensi menimbulkan komplikasi serius, terutama pada anak-anak dan kelompok dengan daya tahan tubuh lemah.

Pakar kesehatan anak dari Universitas Airlangga (UNAIR), Irwanto, mengingatkan pentingnya mengenali gejala awal penyakit tersebut agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko penularan dapat ditekan.

Menurutnya, gejala campak umumnya diawali dengan keluhan mirip flu seperti batuk dan pilek, yang kemudian diikuti demam tinggi serta munculnya ruam merah khas pada tubuh, terutama di area belakang leher.

Ia menjelaskan bahwa mengenali tanda-tanda awal tersebut penting agar seseorang yang diduga terinfeksi segera melakukan isolasi mandiri dan tidak beraktivitas di ruang publik.

Risiko Penularan Tinggi di Ruang Publik

Campak merupakan penyakit yang sangat mudah menular. Penularan dapat terjadi melalui droplet atau percikan cairan dari hidung dan mulut saat seseorang batuk, bersin, maupun berbicara.

Selain itu, kontak langsung dengan penderita juga meningkatkan kemungkinan penularan. Karena sifatnya yang sangat menular, penyebaran campak dapat terjadi dengan cepat di lingkungan yang padat, seperti sekolah atau ruang publik lainnya.

Irwanto yang juga Guru Besar Fakultas Kedokteran UNAIR menekankan bahwa penyakit ini tidak boleh dianggap ringan karena dapat menimbulkan komplikasi serius, bahkan berujung kematian pada kasus tertentu.

Baca Juga:  Aksi Heroik Bhabinkamtibmas Polsek Bagor Selamatkan Bayi Korban Kecelakaan Bus Sugeng Rahayu di Nganjuk
Anak Tanpa Vaksin Lebih Rentan

Kelompok anak-anak menjadi salah satu yang paling rentan terhadap infeksi campak, terutama jika belum mendapatkan vaksinasi. Sistem imun yang masih berkembang membuat mereka lebih mudah tertular dan mengalami komplikasi.

Vaksin yang direkomendasikan untuk mencegah penyakit ini adalah vaksin Rubella melalui program vaksin Measles-Rubella (MR).

Pemberian vaksin MR terbukti mampu menurunkan risiko penularan sekaligus melindungi anak dari dampak serius yang dapat ditimbulkan oleh infeksi campak.

Edukasi dan Vaksinasi Jadi Kunci Pencegahan

Tenaga kesehatan menilai edukasi masyarakat masih menjadi tantangan utama dalam pengendalian campak. Oleh karena itu, kerja sama antara tenaga medis dan pemerintah melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia terus diperkuat untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang bahaya penyakit ini.

Orang tua juga diimbau untuk memastikan anak mendapatkan vaksinasi lengkap di fasilitas kesehatan terdekat. Upaya tersebut dinilai sebagai langkah paling efektif untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus campak di masa mendatang.

Selain vaksinasi, kesadaran masyarakat untuk mengenali gejala dan segera memeriksakan diri ke tenaga medis juga menjadi bagian penting dalam upaya memutus rantai penularan penyakit ini.

Para ahli mengingatkan bahwa campak bukan sekadar penyakit ruam biasa. Tanpa penanganan yang tepat, penyakit ini dapat berkembang menjadi komplikasi serius yang membahayakan kesehatan, terutama pada anak-anak. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Universitas Airlangga
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Universitas Terbuka dan UNESA mengembangkan menu kantin berbasis pangan lokal di Sidoarjo guna mewujudkan kantin sekolah sehat dan bergizi.

Universitas Terbuka Kembangkan Menu Kantin Berbasis Pangan Lokal di Sidoarjo

21 Juli 2026 News
Wamenhut meluncurkan dokumen status keanekaragaman hayati Indonesia sebagai acuan IBSAP 2025–2045 untuk mendukung konservasi berbasis data.

Wamenhut Luncurkan Dokumen Status Keanekaragaman Hayati, Jadi Acuan IBSAP 2025–2045 dan Target SDGs

21 Juli 2026 News
Polsek Kedunggalar berhasil memadamkan kebakaran lahan di Ngawi usai menerima laporan melalui Call Center 110. Polisi mengimbau warga waspada selama musim kemarau.

Respons Cepat Call Center 110, Polsek Kedunggalar Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan di Ngawi Sebelum Meluas

21 Juli 2026 News
Satlantas Polres Malang mengedukasi 1.250 pelajar SMAN 1 Sumberpucung tentang keselamatan berkendara dan budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

Satlantas Polres Malang Edukasi 1.250 Pelajar SMAN 1 Sumberpucung, Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas

21 Juli 2026 News
Komnas HAM RI

Komnas HAM Rilis Penilaian HAM 2025, BKKBN Raih Nilai Tertinggi, Kemenhub Masuk Kategori Rendah

20 Juli 2026 News
Wali Kota Mojokerto sosialisasikan Beasiswa Pro Bestari 2026. Pemkot mengalokasikan lebih dari Rp1 miliar dengan bantuan Rp3,6 juta per semester.

Wali Kota Mojokerto Beasiswa Pro Bestari 2026, Mahasiswa Berpeluang Terima Rp3,6 Juta per Semester

20 Juli 2026 News
Leave A Reply Cancel Reply

Universitas Terbuka dan UNESA mengembangkan menu kantin berbasis pangan lokal di Sidoarjo guna mewujudkan kantin sekolah sehat dan bergizi.

Universitas Terbuka Kembangkan Menu Kantin Berbasis Pangan Lokal di Sidoarjo

21 Juli 2026
Berita Terbaru
PN Jepang Sanae Takaichi

Survei Mainichi: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kabinet PM Jepang Sanae Takaichi Turun ke 41 Persen

20 Juli 2026
Komnas HAM RI

Komnas HAM Rilis Penilaian HAM 2025, BKKBN Raih Nilai Tertinggi, Kemenhub Masuk Kategori Rendah

20 Juli 2026
Wali Kota Mojokerto sosialisasikan Beasiswa Pro Bestari 2026. Pemkot mengalokasikan lebih dari Rp1 miliar dengan bantuan Rp3,6 juta per semester.

Wali Kota Mojokerto Beasiswa Pro Bestari 2026, Mahasiswa Berpeluang Terima Rp3,6 Juta per Semester

20 Juli 2026
Polri menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembiayaan PT PPA kepada PT BAS. Kerugian negara mencapai Rp38,8 miliar dan aset Rp14,4 miliar disita.

Polri Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Pembiayaan PT PPA ke PT BAS, Kerugian Negara Capai Rp38,8 Miliar

20 Juli 2026

12 Tips Menggoreng Ikan agar Tidak Berminyak, Renyah Tahan Lama dan Matang Sempurna

20 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.