Jakarta (beritajatim.id) – Penderita diabetes tidak harus menghindari buah sepenuhnya. Namun, pemilihan jenis buah dan pengaturan porsinya menjadi faktor penting untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Buah tetap mengandung vitamin, mineral, antioksidan, dan serat yang dibutuhkan tubuh, tetapi beberapa jenis memiliki kandungan gula alami dan indeks glikemik (IG) yang lebih tinggi sehingga perlu dikonsumsi secara lebih bijak.
Para ahli gizi menjelaskan bahwa tidak ada buah yang secara mutlak dilarang bagi penyandang diabetes. Yang lebih penting adalah memahami indeks glikemik, yaitu ukuran seberapa cepat makanan meningkatkan kadar gula darah, serta beban glikemik, yakni jumlah karbohidrat yang dikonsumsi dalam satu porsi.
Buah dengan indeks glikemik tinggi atau kandungan gula yang lebih pekat dapat memicu kenaikan gula darah lebih cepat, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.
Salah satu kelompok buah yang perlu dibatasi adalah buah olahan, seperti buah kering, buah kalengan dalam sirup, dan jus buah.
Buah kering, misalnya kismis, kurma kering, dan buah tin kering, mengalami proses penghilangan air sehingga kandungan gula alaminya menjadi jauh lebih terkonsentrasi. Akibatnya, seseorang dapat mengonsumsi gula dalam jumlah besar tanpa menyadarinya karena ukuran porsinya terlihat kecil.
Sementara itu, buah kalengan yang direndam dalam sirup umumnya mengandung tambahan gula sehingga nilai kalorinya meningkat. Produk seperti ini sebaiknya dibatasi oleh penderita diabetes.
Jus buah, termasuk yang dibuat tanpa tambahan gula, juga perlu dikonsumsi dengan hati-hati. Proses pembuatan jus mengurangi kandungan serat alami buah sehingga gula lebih cepat diserap tubuh dan berpotensi menyebabkan lonjakan kadar glukosa darah dibandingkan saat buah dikonsumsi dalam bentuk utuh.
Selain buah olahan, beberapa buah segar juga memiliki kandungan gula atau indeks glikemik yang relatif tinggi.
Semangka termasuk buah dengan indeks glikemik cukup tinggi, sekitar 72. Meski kaya air dan menyegarkan, konsumsi dalam jumlah besar dapat meningkatkan gula darah dalam waktu singkat.
Durian juga perlu dibatasi karena selain mengandung gula alami, buah ini memiliki kadar karbohidrat dan kalori yang cukup tinggi.
Buah lain yang perlu diperhatikan adalah mangga matang dan pisang yang terlalu matang. Semakin matang buah, semakin banyak pati yang berubah menjadi gula sederhana sehingga kadar gulanya meningkat dibandingkan buah yang masih sedikit mengkal.
Selain itu, nanas dan anggur juga sebaiknya dikonsumsi dalam porsi yang terkontrol. Kedua buah tersebut mengandung gula alami yang relatif tinggi dan sering kali dikonsumsi secara berlebihan karena rasanya yang manis.
Meski demikian, penderita diabetes tetap dapat menikmati buah setiap hari dengan memilih jenis yang lebih bersahabat terhadap kadar gula darah.
Beberapa pilihan yang lebih direkomendasikan antara lain apel, pir, stroberi, bluberi, alpukat, dan jambu biji. Buah-buah tersebut umumnya memiliki indeks glikemik lebih rendah serta mengandung serat yang membantu memperlambat penyerapan gula.
Selain memilih jenis buah yang tepat, penderita diabetes juga dianjurkan mengonsumsi buah dalam bentuk utuh, bukan jus. Serat yang masih utuh membantu mengendalikan kenaikan gula darah sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama.
Pengaturan porsi juga menjadi hal penting. Sebagai contoh, satu buah apel ukuran sedang atau setengah buah pisang dalam satu kali makan umumnya lebih disarankan dibandingkan mengonsumsi beberapa porsi sekaligus.
Untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, buah juga dapat dipadukan dengan sumber protein atau lemak sehat, seperti kacang almond, yoghurt tanpa tambahan gula, atau biji-bijian. Kombinasi ini dapat memperlambat proses penyerapan gula ke dalam aliran darah.
Perlu dipahami bahwa respons tubuh terhadap makanan dapat berbeda pada setiap penderita diabetes. Karena itu, pengaturan pola makan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing melalui konsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Pendekatan yang tepat akan membantu penderita diabetes tetap memperoleh manfaat buah tanpa meningkatkan risiko lonjakan gula darah secara berlebihan. (aga)


as a preferred source on Google




