Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Lifestyle»Buah yang Perlu Dibatasi Penderita Diabetes, Ini Daftar dan Tips Aman Mengonsumsi agar Gula Darah Tetap Stabil

Buah yang Perlu Dibatasi Penderita Diabetes, Ini Daftar dan Tips Aman Mengonsumsi agar Gula Darah Tetap Stabil

Agathon AgnarAgathon Agnar Lifestyle 26 Juli 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Ilustrasi wanita sedang menikmati buah semangka (fotoL generatif AI)
Ilustrasi wanita sedang menikmati buah semangka (fotoL generatif AI)

Jakarta (beritajatim.id) – Penderita diabetes tidak harus menghindari buah sepenuhnya. Namun, pemilihan jenis buah dan pengaturan porsinya menjadi faktor penting untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Buah tetap mengandung vitamin, mineral, antioksidan, dan serat yang dibutuhkan tubuh, tetapi beberapa jenis memiliki kandungan gula alami dan indeks glikemik (IG) yang lebih tinggi sehingga perlu dikonsumsi secara lebih bijak.

Para ahli gizi menjelaskan bahwa tidak ada buah yang secara mutlak dilarang bagi penyandang diabetes. Yang lebih penting adalah memahami indeks glikemik, yaitu ukuran seberapa cepat makanan meningkatkan kadar gula darah, serta beban glikemik, yakni jumlah karbohidrat yang dikonsumsi dalam satu porsi.

Buah dengan indeks glikemik tinggi atau kandungan gula yang lebih pekat dapat memicu kenaikan gula darah lebih cepat, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah berlebihan.

Salah satu kelompok buah yang perlu dibatasi adalah buah olahan, seperti buah kering, buah kalengan dalam sirup, dan jus buah.

Buah kering, misalnya kismis, kurma kering, dan buah tin kering, mengalami proses penghilangan air sehingga kandungan gula alaminya menjadi jauh lebih terkonsentrasi. Akibatnya, seseorang dapat mengonsumsi gula dalam jumlah besar tanpa menyadarinya karena ukuran porsinya terlihat kecil.

Sementara itu, buah kalengan yang direndam dalam sirup umumnya mengandung tambahan gula sehingga nilai kalorinya meningkat. Produk seperti ini sebaiknya dibatasi oleh penderita diabetes.

Baca Juga:  Malam Tirakatan: Tumpeng Tersaji, Persaudaraan Terpatri

Jus buah, termasuk yang dibuat tanpa tambahan gula, juga perlu dikonsumsi dengan hati-hati. Proses pembuatan jus mengurangi kandungan serat alami buah sehingga gula lebih cepat diserap tubuh dan berpotensi menyebabkan lonjakan kadar glukosa darah dibandingkan saat buah dikonsumsi dalam bentuk utuh.

Selain buah olahan, beberapa buah segar juga memiliki kandungan gula atau indeks glikemik yang relatif tinggi.

Semangka termasuk buah dengan indeks glikemik cukup tinggi, sekitar 72. Meski kaya air dan menyegarkan, konsumsi dalam jumlah besar dapat meningkatkan gula darah dalam waktu singkat.

Durian juga perlu dibatasi karena selain mengandung gula alami, buah ini memiliki kadar karbohidrat dan kalori yang cukup tinggi.

Buah lain yang perlu diperhatikan adalah mangga matang dan pisang yang terlalu matang. Semakin matang buah, semakin banyak pati yang berubah menjadi gula sederhana sehingga kadar gulanya meningkat dibandingkan buah yang masih sedikit mengkal.

Selain itu, nanas dan anggur juga sebaiknya dikonsumsi dalam porsi yang terkontrol. Kedua buah tersebut mengandung gula alami yang relatif tinggi dan sering kali dikonsumsi secara berlebihan karena rasanya yang manis.

Meski demikian, penderita diabetes tetap dapat menikmati buah setiap hari dengan memilih jenis yang lebih bersahabat terhadap kadar gula darah.

Beberapa pilihan yang lebih direkomendasikan antara lain apel, pir, stroberi, bluberi, alpukat, dan jambu biji. Buah-buah tersebut umumnya memiliki indeks glikemik lebih rendah serta mengandung serat yang membantu memperlambat penyerapan gula.

Baca Juga:  Less Sugar: Pola Hidup Sehat dengan Mengurangi Gula

Selain memilih jenis buah yang tepat, penderita diabetes juga dianjurkan mengonsumsi buah dalam bentuk utuh, bukan jus. Serat yang masih utuh membantu mengendalikan kenaikan gula darah sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama.

Pengaturan porsi juga menjadi hal penting. Sebagai contoh, satu buah apel ukuran sedang atau setengah buah pisang dalam satu kali makan umumnya lebih disarankan dibandingkan mengonsumsi beberapa porsi sekaligus.

Untuk membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil, buah juga dapat dipadukan dengan sumber protein atau lemak sehat, seperti kacang almond, yoghurt tanpa tambahan gula, atau biji-bijian. Kombinasi ini dapat memperlambat proses penyerapan gula ke dalam aliran darah.

Perlu dipahami bahwa respons tubuh terhadap makanan dapat berbeda pada setiap penderita diabetes. Karena itu, pengaturan pola makan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan masing-masing melalui konsultasi dengan dokter atau ahli gizi. Pendekatan yang tepat akan membantu penderita diabetes tetap memperoleh manfaat buah tanpa meningkatkan risiko lonjakan gula darah secara berlebihan. (aga)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Merantau Kuliah, Lebih Baik Tinggal di Rumah Kakak atau Ngekos? Ini Plus Minusnya

23 Juli 2026 Lifestyle

Menikah Sederhana di KUA Jadi Tren, Pesta Mewah Ternyata Bukan Penentu Rumah Tangga Bahagia

20 Juli 2026 Lifestyle

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026 Lifestyle

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026 Lifestyle
Ilustrasi penderita flu (foto : xframe)

Kemarau Basah Juli 2026: Kasus Flu dan Batuk Meningkat, Ini Penyebab serta Cara Mencegahnya

7 Juli 2026 Lifestyle

Gen Z Ramai Pilih Intimate Wedding, Lebih Personal dan Jadi Investasi untuk Kehidupan Setelah Menikah

7 Juli 2026 Lifestyle
Leave A Reply Cancel Reply

Merantau Kuliah, Lebih Baik Tinggal di Rumah Kakak atau Ngekos? Ini Plus Minusnya

23 Juli 2026
Berita Terbaru
Festival Riset dan Inovasi HUT ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya meluncurkan enam inovasi riset dan memperkuat kolaborasi pelestarian lingkungan.

Festival Riset dan Inovasi Semarakkan HUT Ke-3 Kebun Raya Mangrove Surabaya, Luncurkan Enam Inovasi Edukasi

25 Juli 2026
Kapolri Cup Shooting Championship 2026 menjadi ajang memperkuat sinergitas lintas sektor, meningkatkan keterampilan personel Polri, dan membina atlet menembak.

Kapolri Cup Shooting Championship 2026 Perkuat Sinergitas Lintas Sektor dan Pembinaan Atlet Menembak Nasional

25 Juli 2026
Pemkab Mojokerto membuka rangkaian HUT RI ke-81 dengan senam massal, pembentangan bendera 1.000 meter, dan berbagai agenda hingga 17 Agustus 2026.

Bentangkan Bendera Merah Putih 1.000 Meter, Pemkab Mojokerto Buka Rangkaian HUT RI ke-81 dengan Meriah

25 Juli 2026
Wamenag Romo Muhammad Syafi'i

Kemenag Buka Kanal AMAN untuk Laporan Kekerasan, Siap Lindungi Lebih dari 16 Juta Peserta Didik

25 Juli 2026
Khusnul Arif

DPRD Jatim Minta PT KAI Perkuat Mitigasi Keamanan Perlintasan Sebidang Usai Insiden JPL dan Kecelakaan Maut

25 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.