Pacitan (beritajatim.id) – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Pacitan menyalurkan puluhan ton zakat fitrah kepada masyarakat yang berhak menerima pada Ramadan 1447 Hijriah. Penyaluran tersebut dikemas dalam kegiatan Doa Bersama, Silaturahmi, dan Pentasharufan yang digelar di Gedung Karya Darma, Pacitan, Jumat (13/3/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BAZNAS Pacitan untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas pengelolaan zakat sekaligus memperkuat hubungan dengan para penerima manfaat.
Ketua BAZNAS Pacitan Sodiq Suja menyampaikan bahwa penghimpunan zakat pada tahun ini menunjukkan peningkatan kepercayaan masyarakat. Total zakat fitrah yang berhasil dikumpulkan mencapai 22 ton 600 kilogram beras, ditambah bantuan 2,5 ton beras dari Jakarta, sehingga keseluruhan mencapai 24,5 ton.
Menurutnya, seluruh zakat tersebut akan didistribusikan secara merata kepada masyarakat yang berhak di berbagai wilayah Pacitan. Penyaluran mencakup 170 desa serta 48 lembaga, termasuk pondok pesantren dan madrasah swasta.
Ratusan Mustahik Terima Bantuan
Acara pentasharufan tersebut dihadiri 448 orang perwakilan mustahik yang menerima santunan secara langsung. Mereka berasal dari berbagai kelompok penerima zakat sesuai dengan ketentuan syariat.
Kelompok penerima manfaat tersebut antara lain:
- 375 imam tarawih dan marbot masjid
- 15 mualaf
- 13 marbot Masjid Agung
- Penerima dana bergulir dari Pasar Minulyo dan Pasar Arjowinangun
- Pengelola program kambing binaan BAZNAS Provinsi Jawa Timur
- Ibnu sabil, yaitu musafir yang sedang dalam perjalanan dari Jakarta
Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat kegiatan keagamaan selama Ramadan.
Penyaluran Zakat Sesuai Ketentuan Syariat
Sodiq Suja menjelaskan bahwa proses distribusi zakat dilakukan sesuai dengan pedoman syariat Islam, khususnya yang merujuk pada delapan golongan penerima zakat (asnaf) sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat At-Taubah ayat 60 dan 103.
BAZNAS Pacitan menargetkan agar bantuan tersebut tidak hanya membantu kebutuhan dasar penerima, tetapi juga memberikan dukungan moral bagi para pelaku dakwah dan masyarakat kecil yang menjadi penggerak ekonomi lokal.
Selain itu, sejumlah program pemberdayaan ekonomi juga menjadi bagian dari penyaluran zakat, seperti bantuan modal bergulir bagi pedagang pasar serta pengembangan ternak kambing binaan.
Upaya Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat
Kegiatan doa bersama dan silaturahmi ini juga menjadi momentum bagi BAZNAS Pacitan untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap pengelolaan zakat.
Melalui mekanisme distribusi yang terbuka dan terorganisasi, BAZNAS berharap masyarakat semakin yakin untuk menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga resmi sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan.
Dengan meningkatnya partisipasi masyarakat, program-program sosial berbasis zakat di Pacitan diharapkan mampu mendukung kesejahteraan umat sekaligus memperkuat solidaritas sosial selama bulan suci Ramadan. (hdl)


as a preferred source on Google




