Surabaya (Beritajatim.id) – Keberadaan truk, bus, hingga mobil kecil berkecepatan rendah yang terus-menerus berjalan santai di lajur kanan jalan tol kerap membuat jengkel pengguna jalan lain. Tak hanya memicu kemacetan, perilaku yang dikenal dengan istilah lane hogging ini juga menjadi biang kerok kecelakaan fatal di jalan bebas hambatan.
Merespons keresahan tersebut, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) melalui Unit Patroli Jalan Raya (PJR) mengambil langkah tegas. Bersama petugas Jasa Marga, Sat PJR Jatim II menggelar patroli dan penertiban maraton di ruas Tol Surabaya–Gempol pada Kamis (19/2/2026).
Petugas di lapangan langsung menghentikan dan memberikan teguran keras kepada para pengemudi angkutan berat yang nekat “nongkrong” di lajur cepat.
Kanit PJR Jatim II, AKP Mulyani, menegaskan bahwa edukasi dan penindakan ini merupakan instruksi langsung dari pimpinan untuk menekan fatalitas kecelakaan.
“Lajur kanan itu murni hanya untuk mendahului. Kami masih mendapati banyak truk, bus, bahkan kendaraan kecil berkecepatan rendah yang menetap di lajur kanan. Perilaku ini sangat berpotensi membahayakan nyawa pengguna jalan lain,” ungkap AKP Mulyani.
Selain menyoroti pelanggaran lajur, petugas juga menyisir kendaraan yang nekat parkir sembarangan di bahu jalan tanpa adanya kondisi darurat. Menurut Mulyani, bahu jalan tol memiliki fungsi vital untuk evakuasi, sehingga berhenti di area tersebut tanpa alasan mendesak sama dengan mengundang maut.
Sementara itu, Kasat PJR Ditlantas Polda Jatim, AKBP Hendrix Kusuma Wardhana, menggarisbawahi pentingnya kesadaran kolektif dari para pengemudi. Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian tidak akan segan menjatuhkan sanksi tilang jika pelanggaran tersebut terus diulang dan membahayakan keselamatan publik.
“Jalan tol dirancang untuk kelancaran dan keamanan bersama. Utamakan keselamatan dan patuhi aturan lajur. Disiplin pengemudi sangat menentukan selamat atau tidaknya Anda sampai di tujuan,” pungkas AKBP Hendrix.
Lewat operasi rutin ini, arus lalu lintas angkutan barang maupun penumpang di wilayah Jawa Timur diharapkan bisa semakin tertib, aman, dan lancar.


as a preferred source on Google




