Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»News»Cara Mengatur Keuangan Saat Ramadan agar Tidak Boncos Jelang Lebaran

Cara Mengatur Keuangan Saat Ramadan agar Tidak Boncos Jelang Lebaran

Agathon AgnarAgathon Agnar News 20 Februari 2026
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Surabaya (beritajatim.id) – Awal Ramadan sering diiringi niat baik. Ingin hidup lebih disiplin, lebih fokus beribadah, dan menjalani hari dengan lebih tenang. Namun tanpa perencanaan matang, justru pengeluaran selama bulan puasa bisa meningkat tanpa terasa.

Takjil harian, buka puasa bersama, promo diskon bertema Ramadan, hingga persiapan baju dan hampers Lebaran menjadi pos tambahan yang kerap luput dari perhitungan. Akibatnya, menjelang Idulfitri muncul kecemasan karena dana menipis.

Padahal, Lebaran yang tenang bukan soal seberapa besar uang yang dimiliki, tetapi bagaimana mengelolanya sejak awal Ramadan.

Ramadan identik dengan kebersamaan dan berbagi. Intensitas belanja pun biasanya meningkat. Godaan takjil setiap sore terasa wajar, ajakan buka bersama datang silih berganti, sementara promo dan flash sale membuat belanja impulsif sulit dihindari.

Masalahnya, pengeluaran kecil yang terjadi hampir setiap hari dapat terakumulasi menjadi angka besar di akhir bulan. Dana yang seharusnya dialokasikan untuk kebutuhan Lebaran bisa habis lebih dulu tanpa disadari.

Menikmati suasana Ramadan tentu tidak salah. Namun kesadaran finansial sejak awal akan membantu menjaga keseimbangan antara kebutuhan dan keinginan.

Langkah paling sederhana adalah membuat anggaran khusus Ramadan yang terpisah dari pengeluaran rutin bulanan.

Catat kebutuhan pokok, tambahan konsumsi selama puasa, rencana buka bersama, hingga persiapan Lebaran. Dengan melihat gambaran besar sejak awal, Anda bisa menentukan prioritas dan menghindari pengeluaran berlebihan.

Baca Juga:  5 Alasan Mengapa Gaya Hidup Harus Disesuaikan dengan Kemampuan, Jangan Sampai Terjebak Gengsi

Perhitungan kebutuhan Lebaran juga sebaiknya dilakukan lebih dini. Mulai dari pakaian, makanan khas, transportasi mudik, hingga kebutuhan keluarga lainnya.

Zakat fitrah maupun zakat maal (bagi yang memenuhi syarat) sebaiknya sudah masuk dalam perencanaan sejak awal Ramadan. Jangan menunggu sisa dana di akhir bulan.

Dengan mengalokasikannya lebih awal, kewajiban ini terasa lebih ringan dan tidak mengganggu pos pengeluaran lain. Hal yang sama berlaku untuk sedekah. Memisahkan anggarannya sejak awal membuat Anda lebih tenang saat ingin berbagi.

Salah satu cara sederhana mengendalikan pengeluaran adalah menerapkan aturan tunda 24 jam sebelum melakukan pembelian non-mendesak.

Jika setelah sehari barang tersebut masih terasa penting, barulah dipertimbangkan kembali. Strategi ini efektif membantu membedakan kebutuhan dan sekadar keinginan sesaat.

Mengatur keuangan selama Ramadan tidak perlu rumit. Cukup lakukan evaluasi mingguan. Periksa apakah pengeluaran masih sesuai anggaran atau mulai melampaui batas.

Jika minggu pertama terasa boros, minggu berikutnya bisa diperketat. Jika buka bersama terlalu sering, pilih yang benar-benar penting. Evaluasi rutin membantu mengoreksi arah sebelum kondisi menjadi sulit dikendalikan.

Semakin mendekati akhir Ramadan, fokuskan pengeluaran pada kebutuhan utama dan kurangi belanja yang hanya mengikuti tren.

Ramadan mengajarkan pengendalian diri, bukan hanya dalam menahan lapar dan haus, tetapi juga dalam mengelola keinginan.

Lebaran yang damai tidak ditentukan oleh banyaknya barang baru, melainkan oleh rasa cukup dan kesiapan. Ketika keuangan tertata sejak awal, Idulfitri dapat disambut dengan hati yang lebih ringan tanpa stres memikirkan pengeluaran mendadak.

Baca Juga:  Lima Mahasiswa Josai International University Lakukan Study Tour di UK Petra

Menata finansial bukan berarti membatasi kebahagiaan. Justru dengan perencanaan sederhana, kebahagiaan bisa dirayakan dengan lebih tenang dan bermakna. (aga)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
mengatur keuangan mengatur keuangan Ramadan pengeluaran Ramadan tips hemat Ramadan
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Universitas Terbuka dan UNESA mengembangkan menu kantin berbasis pangan lokal di Sidoarjo guna mewujudkan kantin sekolah sehat dan bergizi.

Universitas Terbuka Kembangkan Menu Kantin Berbasis Pangan Lokal di Sidoarjo

21 Juli 2026 News
Wamenhut meluncurkan dokumen status keanekaragaman hayati Indonesia sebagai acuan IBSAP 2025–2045 untuk mendukung konservasi berbasis data.

Wamenhut Luncurkan Dokumen Status Keanekaragaman Hayati, Jadi Acuan IBSAP 2025–2045 dan Target SDGs

21 Juli 2026 News
Polsek Kedunggalar berhasil memadamkan kebakaran lahan di Ngawi usai menerima laporan melalui Call Center 110. Polisi mengimbau warga waspada selama musim kemarau.

Respons Cepat Call Center 110, Polsek Kedunggalar Berhasil Padamkan Kebakaran Lahan di Ngawi Sebelum Meluas

21 Juli 2026 News
Satlantas Polres Malang mengedukasi 1.250 pelajar SMAN 1 Sumberpucung tentang keselamatan berkendara dan budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

Satlantas Polres Malang Edukasi 1.250 Pelajar SMAN 1 Sumberpucung, Tanamkan Budaya Tertib Berlalu Lintas

21 Juli 2026 News
Komnas HAM RI

Komnas HAM Rilis Penilaian HAM 2025, BKKBN Raih Nilai Tertinggi, Kemenhub Masuk Kategori Rendah

20 Juli 2026 News
Wali Kota Mojokerto sosialisasikan Beasiswa Pro Bestari 2026. Pemkot mengalokasikan lebih dari Rp1 miliar dengan bantuan Rp3,6 juta per semester.

Wali Kota Mojokerto Beasiswa Pro Bestari 2026, Mahasiswa Berpeluang Terima Rp3,6 Juta per Semester

20 Juli 2026 News
Leave A Reply Cancel Reply

Universitas Terbuka dan UNESA mengembangkan menu kantin berbasis pangan lokal di Sidoarjo guna mewujudkan kantin sekolah sehat dan bergizi.

Universitas Terbuka Kembangkan Menu Kantin Berbasis Pangan Lokal di Sidoarjo

21 Juli 2026
Berita Terbaru
PN Jepang Sanae Takaichi

Survei Mainichi: Tingkat Kepuasan Publik terhadap Kabinet PM Jepang Sanae Takaichi Turun ke 41 Persen

20 Juli 2026
Komnas HAM RI

Komnas HAM Rilis Penilaian HAM 2025, BKKBN Raih Nilai Tertinggi, Kemenhub Masuk Kategori Rendah

20 Juli 2026
Wali Kota Mojokerto sosialisasikan Beasiswa Pro Bestari 2026. Pemkot mengalokasikan lebih dari Rp1 miliar dengan bantuan Rp3,6 juta per semester.

Wali Kota Mojokerto Beasiswa Pro Bestari 2026, Mahasiswa Berpeluang Terima Rp3,6 Juta per Semester

20 Juli 2026
Polri menetapkan tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembiayaan PT PPA kepada PT BAS. Kerugian negara mencapai Rp38,8 miliar dan aset Rp14,4 miliar disita.

Polri Tetapkan Tiga Tersangka Korupsi Pembiayaan PT PPA ke PT BAS, Kerugian Negara Capai Rp38,8 Miliar

20 Juli 2026

12 Tips Menggoreng Ikan agar Tidak Berminyak, Renyah Tahan Lama dan Matang Sempurna

20 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.