Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Internasional»Deklarasi New York: 125 Negara Serukan Solusi Dua Negara untuk Palestina dan Israel

Deklarasi New York: 125 Negara Serukan Solusi Dua Negara untuk Palestina dan Israel

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Internasional 1 Agustus 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Menteri Luar Negeri Jean-Noël Barrot (kanan) dari Prancis dan Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud dari Arab Saudi
Menteri Luar Negeri Jean-Noël Barrot (kanan) dari Prancis dan Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud dari Arab Saudi

New York (beritajatim.id) – Sebanyak 125 negara peserta konferensi tingkat tinggi di Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyerukan dukungan tegas terhadap solusi dua negara sebagai jalan keluar permanen atas konflik berkepanjangan antara Israel dan Palestina. Seruan ini tertuang dalam dokumen resmi bertajuk Deklarasi New York, yang diumumkan pada Selasa (30/7) waktu setempat.

Deklarasi tersebut menjadi momentum diplomatik penting yang menggarisbawahi komitmen komunitas internasional untuk mengakhiri perang di Gaza dan mewujudkan perdamaian jangka panjang.

Rencana bertahap dalam deklarasi itu mencakup pembentukan negara Palestina yang merdeka dan tanpa militer, hidup berdampingan secara damai dengan Israel, serta integrasi penuh kedua negara ke dalam kawasan Timur Tengah.

Dukungan Global dan Tekanan Diplomatik

Konferensi yang awalnya dijadwalkan berlangsung dua hari ini diperpanjang hingga Rabu (31/7) karena lebih dari 50 negara belum mendapat giliran berbicara. Pertemuan ini dipimpin oleh Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot dan Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud.

Pangeran Faisal meminta seluruh negara anggota PBB untuk mendukung deklarasi tersebut sebelum sesi ke-80 Majelis Umum PBB yang akan dimulai pada pertengahan September 2025.

Deklarasi ini juga menandai pertama kalinya negara-negara Arab secara resmi mengecam serangan Hamas pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 warga sipil Israel dan menyandera lebih dari 250 orang. Saat ini, sekitar 50 sandera masih ditahan.

Baca Juga:  Jelang KTT Alaska, UE dan AS Dorong Keterlibatan Ukraina

Kecaman Terhadap Israel dan Hamas

Deklarasi New York menyampaikan kecaman ganda: terhadap serangan Hamas terhadap warga sipil Israel, dan terhadap serangan Israel di Gaza yang disebut menyebabkan bencana kemanusiaan besar.

Aksi militer Israel yang disebut sebagai pengepungan dan kelaparan, telah menyebabkan lebih dari 60.000 warga Palestina tewas, menurut data Kementerian Kesehatan Gaza.

Israel sendiri menolak hasil pertemuan tersebut. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan penolakan terhadap solusi dua negara dengan alasan nasionalisme dan keamanan. Sementara Duta Besar Israel untuk PBB Danny Danon menuduh negara-negara peserta konferensi berpihak pada ekstremisme.

“Ada pihak yang melawan terorisme dan ekstremisme, dan ada pula yang memilih menutup mata atau mencari jalan damai dengan mereka,” ujar Danon, Selasa malam (30/7).

Peta Jalan Perdamaian: Dari Gencatan Senjata hingga Misi Stabilitas Internasional

Deklarasi tersebut memuat rencana aksi bersama yang diusulkan oleh Prancis, Arab Saudi, Uni Eropa, Liga Arab, dan 15 negara anggota kelompok kerja. Mereka sepakat melakukan tindakan kolektif untuk mengakhiri perang di Gaza dan membentuk komite administrasi transisi di bawah otoritas Palestina segera setelah gencatan senjata tercapai.

Rencana tersebut juga mencakup pengiriman misi stabilisasi internasional sementara di bawah naungan PBB. Misi ini bertugas melindungi warga sipil Palestina, memfasilitasi transisi keamanan ke Otoritas Palestina, serta menjadi pengawas kesepakatan damai dan gencatan senjata antara kedua pihak.

Baca Juga:  KTT Uni Afrika ke-39: Akhiri Pendudukan Palestina dan Dukung Keanggotaan Penuh di PBB!

Meski dukungan internasional kuat, rencana ini menghadapi tantangan besar di lapangan, terutama dari Israel yang menolak pengakuan negara Palestina. Bahkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, melalui pernyataan Gedung Putih, menilai bahwa pengakuan terhadap Palestina bisa dianggap sebagai “hadiah bagi Hamas.”

Namun demikian, Deklarasi New York menjadi bukti kuat bahwa tekanan global terhadap solusi damai makin menguat, terutama di tengah meningkatnya kemarahan internasional terhadap krisis pangan dan kemanusiaan di Gaza akibat kebijakan blokade Israel. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Benjamin Netanyahu Deklarasi New York Gaza Hamas Israel palestina PBB
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026 Internasional
Korban tewas gempa Venezuela mencapai 4.118 jiwa. Ribuan bangunan rusak berat akibat fenomena pancake collapse, pencarian korban masih berlangsung.

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Ribuan Bangunan Rusak Berat akibat Pancake Collapse

12 Juli 2026 Internasional
Esmaeil Baghaei

Iran Bantah Minta Negosiasi Baru dengan AS, Trump: Gencatan Senjata telah Berakhir

11 Juli 2026 Internasional
Selat Hormuz

Konflik AS-Iran Memanas, Serangan Balasan Guncang Selat Hormuz dan Ancam Stabilitas Pasokan Energi Global

10 Juli 2026 Internasional
Presiden China Xi Jinping

Xi Jinping Tegaskan Kemandirian Teknologi Jadi Kunci Modernisasi China, Fokus pada Talenta dan Inovasi

9 Juli 2026 Internasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Sebut Kesepahaman AS-Iran Berakhir, Washington Cabut Izin Penjualan Minyak dan Perketat Tekanan

8 Juli 2026 Internasional
Leave A Reply Cancel Reply

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026
Berita Terbaru
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026
Lionel Messi

Messi Antar Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia, Siap Tantang Spanyol

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.