Surabaya (beritajatim.id) – Platform komunikasi dan komunitas daring Discord resmi merilis fitur terbaru bernama Checkpoin. Fitur ini berfungsi sebagai rekap aktivitas tahunan yang memungkinkan pengguna melihat kembali seluruh interaksi mereka sepanjang tahun 2025, mulai dari jumlah pesan yang dikirim, server favorit, hingga teman yang paling sering diajak berkomunikasi.
Checkpoint hadir dengan konsep yang terinspirasi dari tren rekap tahunan populer seperti Spotify Wrapped dan Apple Music Replay. Melalui fitur ini, Discord menampilkan statistik personal yang menarik bagi penggunanya, termasuk:
- Jumlah pesan yang dikirim selama 2025
- Server yang paling sering dikunjungi
- Kebiasaan komunikasi selama satu tahun
- Aktivitas dengan teman terdekat
Dalam laporan yang beredar, dijelaskan bahwa Discord memang terinspirasi dari platform musik global:
“Taking inspiration from Spotify and Apple Music, live-interaction platform Discord has debuted a feature in which users can get a recap of their activity on the platform for 2025.”
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Discord ingin memberikan pengalaman kilas balik aktivitas tahunan agar pengguna bisa memahami pola interaksi mereka selama setahun penuh.
Fitur Checkpoint tersedia untuk pengguna aplikasi seluler dan desktop. Berikut panduan lengkapnya:
Melalui Aplikasi Seluler (HP)
- Perbarui Aplikasi
Pastikan aplikasi Discord Anda sudah diperbarui ke versi terbaru melalui App Store atau Google Play Store. - Masuk ke Profil
Buka aplikasi, lalu ketuk ikon profil atau menu “You” di pojok kanan bawah. - Temukan Banner Checkpoint
Di halaman profil biasanya muncul banner bertuliskan Checkpoint. - Mulai Rekap Tahunan
Ketuk banner tersebut untuk memulai tampilan kompilasi data aktivitas Anda tahun 2025.
Melalui Desktop (PC/Browser)
- Buka Discord
Akses Discord melalui aplikasi desktop atau browser. - Cari Ikon Bendera
Di bagian kanan atas, terdapat ikon kecil berbentuk bendera. - Lihat Rekap
Klik ikon tersebut dan sistem akan menampilkan laporan Checkpoint Anda secara otomatis.
Perlu dicatat bahwa fitur ini didistribusikan secara bertahap, sehingga mungkin belum muncul secara serentak bagi seluruh pengguna sesaat setelah peluncuran.
Selain itu, pengguna yang tidak memiliki cukup aktivitas atau data interaksi di platform selama setahun terakhir kemungkinan tidak akan mendapatkan laporan Checkpoint karena kurangnya data untuk diolah. (aga)


as a preferred source on Google




