Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»News»Film Sebagai Alat Perubahan Sosial, Pakar : Kualitas Tetap Menjadi Kunci!

Film Sebagai Alat Perubahan Sosial, Pakar : Kualitas Tetap Menjadi Kunci!

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono News 18 Oktober 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Aulia Afniar Rahmawati, pemerhati film dari Stikosa AWS
Aulia Afniar Rahmawati, pemerhati film dari Stikosa AWS

Surabaya (beritajatim.id) – Film memiliki potensi besar sebagai media kampanye untuk gerakan sosial, seperti yang dilakukan KPU dengan pemutaran film Tepatilah Janji guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam Pilkada serentak 2024.

Menurut Aulia Afniar Rahmawati, pemerhati film dari Stikosa AWS, kekuatan film terletak pada daya tarik visual dan emosionalnya.

“Film mampu menyampaikan pesan dengan cara yang menarik secara visual, sehingga penonton lebih mudah terlibat dan tergerak,” ungkap Aulia di Kampus Stikosa AWS pada Jumat (18/10/2024).

Elemen storytelling dalam film juga membantu menggambarkan situasi dan dampak nyata dari isu sosial, sehingga lebih mudah dipahami dan diingat.

Dengan dukungan teknologi, film kini dapat menjangkau berbagai platform, termasuk bioskop dan media sosial. Aulia menyarankan agar film didukung dengan diskusi publik tentang isu-isu penting untuk memperluas dampak pesan kampanye.

Namun, efektivitas film sebagai media kampanye gerakan sosial sangat bergantung pada kualitasnya. Aulia menegaskan, “Film harus memiliki kualitas yang baik agar dapat menarik perhatian penonton. Jika prasyarat ini dipenuhi, penting juga untuk memperkuat strategi distribusi agar film menjangkau target audiens yang diinginkan.”

Dia menekankan pentingnya integrasi film dengan media lain dan strategi kampanye yang lebih luas, di mana isi film harus relevan dengan masyarakat sasaran.

Sebagai contoh, ia mengungkapkan bagaimana film luar negeri seperti An Inconvenient Truth (2006) berhasil meningkatkan kesadaran publik tentang pemanasan global dan mendorong tindakan lingkungan.

Baca Juga:  Gen Z dan Pilkada 2024, Pakar Komunikasi: Jangan Lupakan Pesan Politik yang Relevan

Aulia juga menyebutkan beberapa film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menyampaikan pesan sosial yang kuat, seperti 12 Years a Slave (2013) yang mengangkat isu anti-rasisme dan perbudakan, serta V for Vendetta (2005) yang mengekspresikan perlawanan terhadap penindasan.

Dengan demikian, film dapat menjadi alat yang kuat untuk meningkatkan kesadaran, memicu diskusi publik, dan mendorong perubahan kebijakan dalam berbagai isu sosial. “Namun, efektivitas film sulit berdiri sendiri. Film harus didukung kampanye yang lebih luas, termasuk keterlibatan media dan aksi grassroots,” tutupnya. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
stikosa aws
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Komnas HAM RI

Komnas HAM Rilis Penilaian HAM 2025, BKKBN Raih Nilai Tertinggi, Kemenhub Masuk Kategori Rendah

20 Juli 2026 News
Wali Kota Mojokerto sosialisasikan Beasiswa Pro Bestari 2026. Pemkot mengalokasikan lebih dari Rp1 miliar dengan bantuan Rp3,6 juta per semester.

Wali Kota Mojokerto Beasiswa Pro Bestari 2026, Mahasiswa Berpeluang Terima Rp3,6 Juta per Semester

20 Juli 2026 News
Polres Kediri Kota menggelar Wayang Cangkrukan sebagai media edukasi kamtibmas berbasis seni budaya untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian warga.

Wayang Cangkrukan Polres Kediri Kota Jadi Media Edukasi Kamtibmas, Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Warga

19 Juli 2026 News
Pemkot Surabaya memperketat pengawasan parkir tempat usaha agar seluruh lokasi berizin, tarif transparan, dan memberikan perlindungan bagi masyarakat.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Bapenda Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19 Juli 2026 News
Film Rejoto Nyambung Tresno menjadi media promosi wisata Kota Mojokerto sekaligus bukti keberhasilan pembinaan ekonomi kreatif oleh Pemkot.

Film Rejoto Nyambung Tresno Jadi Media Promosi Wisata Kota Mojokerto dan Bukti Sukses Ekonomi Kreatif

19 Juli 2026 News
Khofifah membuka Banyuwangi Ethno Carnival 2026 dan menegaskan BEC menjadi ajang promosi budaya lokal serta penggerak ekonomi kreatif Indonesia.

Khofifah Buka Banyuwangi Ethno Carnival 2026, BEC Perkuat Budaya Lokal dan Dongkrak Ekonomi Kreatif

19 Juli 2026 News
Leave A Reply Cancel Reply

Komnas HAM RI

Komnas HAM Rilis Penilaian HAM 2025, BKKBN Raih Nilai Tertinggi, Kemenhub Masuk Kategori Rendah

20 Juli 2026
Berita Terbaru

Menikah Sederhana di KUA Jadi Tren, Pesta Mewah Ternyata Bukan Penentu Rumah Tangga Bahagia

20 Juli 2026
Kasat Reskrim Polres Batu AKP Zaenal Arifin

Polres Batu Ungkap Pembobolan Gudang Indomarco, Pelaku Gunakan Jasa Ekspedisi untuk Kirim Barang Curian

19 Juli 2026
Polres Kediri Kota menggelar Wayang Cangkrukan sebagai media edukasi kamtibmas berbasis seni budaya untuk memperkuat kebersamaan dan kepedulian warga.

Wayang Cangkrukan Polres Kediri Kota Jadi Media Edukasi Kamtibmas, Perkuat Kebersamaan dan Kepedulian Warga

19 Juli 2026
Pemkot Surabaya memperketat pengawasan parkir tempat usaha agar seluruh lokasi berizin, tarif transparan, dan memberikan perlindungan bagi masyarakat.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Bapenda Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19 Juli 2026
Film Rejoto Nyambung Tresno menjadi media promosi wisata Kota Mojokerto sekaligus bukti keberhasilan pembinaan ekonomi kreatif oleh Pemkot.

Film Rejoto Nyambung Tresno Jadi Media Promosi Wisata Kota Mojokerto dan Bukti Sukses Ekonomi Kreatif

19 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.