Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Politik»Gen Z dan Pilkada 2024, Pakar Komunikasi: Jangan Lupakan Pesan Politik yang Relevan

Gen Z dan Pilkada 2024, Pakar Komunikasi: Jangan Lupakan Pesan Politik yang Relevan

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Politik 12 September 2024
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Jokhanan Kristiyono, pemerhati komunikasi politik dari Stikosa AWS
Jokhanan Kristiyono, pemerhati komunikasi politik dari Stikosa AWS

Surabaya (beritajatim.id) – Menjelang Pilkada 2024, strategi komunikasi yang efektif menjadi kunci dalam merangkul Gen Z sebagai basis pemilih pemula yang potensial. Jokhanan Kristiyono, pemerhati komunikasi politik dari Stikosa AWS, menekankan pentingnya memahami preferensi Gen Z dalam menyampaikan pesan politik.

“Banyak yang berpikir bahwa penggunaan media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube cukup untuk meningkatkan partisipasi Gen Z dalam politik. Namun, kenyataannya lebih kompleks,” ujar Jokhanan, Kamis (12/9/2024).

Daripada bingung mencari gimmick di media sosial, Ketua Stikosa AWS ini mengajak politisi untuk memilih langkah strategis. Mulai dari transparansi dan akuntabilitas dalam proses pengambilan keputusan, pendidikan politik yang menarik melalui platform yang relevan, dan keterlibatan langsung Gen Z dalam forum diskusi dan debat publik.

Terkait asumsi bahwa Gen Z terkesan antipolitis, kata Jokhanan, sebenarnya mereka membutuhkan keterlibatan langsung. “Mereka ingin diajak berdialog secara konstruktif dan inklusif untuk mengatasi polarisasi politik,” jelasnya.

Untuk itu dibutuhkan beberapa strategi seperti pemanfaatan teknologi untuk menyebarkan informasi akurat, melawan hoaks dan informasi palsu, fokus pada kampanye dengan isu-isu seperti perubahan iklim dan keadilan sosial, hingga melibatkan influencer untuk menyebarkan pesan pemilu.

Apa saja isu-isu yang relevan bagi Gen Z? “Kita lihat ada beberapa hal yang ternyata menarik minat mereka. Mulai dari perubahan iklim dan lingkungan, kesehatan mental, kesenjangan sosial ekonomi, hak asasi manusia, privasi data dan keamanan digital, hingga pendidikan berkualitas dan peluang kerja,” terang Jokhanan.

Baca Juga:  Polres Blitar Periksa Kendaraan Dinas dan Simulasi Patwal untuk Pengamanan Pilkada 2024

“Gen Z sangat peduli dengan dampak perubahan iklim dan aktif dalam gerakan lingkungan. Mereka juga lebih terbuka membicarakan masalah kesehatan mental,” tambah Jokhanan.

Merangkul Gen Z dalam Pilkada 2024 membutuhkan pendekatan holistik yang melampaui penggunaan media sosial. Transparansi, keterlibatan langsung, dan fokus pada isu-isu relevan menjadi kunci untuk meningkatkan partisipasi politik generasi ini.

“Dengan memahami preferensi dan kepedulian Gen Z, para calon pemimpin dapat merancang strategi komunikasi yang lebih efektif dan inklusif, sehingga dapat meningkatkan partisipasi politik generasi muda dalam Pilkada 2024,” tutup Jokhanan. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Gen Z Pilkada 2024 stikosa aws
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI, Iman Sukri

RUU Penyadapan demi Kepastian Hukum, Standarisasi Aturan, dan Perlindungan Hak Privasi

7 Juli 2026 Politik
Pertemuan Jaringan Pimpinan Perguruan Tinggi APTIK di Universitas Atmajaya Yogyakarta, (foto: Istimewa)

Pernyataan Moral APTIK: Sorot Kebebasan Sipil hingga Tata Kelola Pemerintahan

30 Juni 2026 Politik
Gita Wirjawan

Gita Wirjawan: Indonesia Harus Tinggalkan Politik Elektabilitas dan Utamakan Integritas Pemimpin

25 Juni 2026 Politik

Cara Unik Pemkot Surabaya Hapus 68 Titik TPS Liar dengan Pot Bunga: Satire dan Estetik

3 Juni 2026 Politik

Imigrasi Siapkan Corridor Gate, Jemaah Haji Surabaya dan Jakarta Bisa Langsung Pulang Tanpa Antre Pemeriksaan

2 Juni 2026 Politik

Pemkab Mojokerto Perkuat Transformasi Posyandu, 562 Terdaftar Kemendagri

20 Mei 2026 Politik
Leave A Reply Cancel Reply

Wakil Ketua Badan Legislasi DPR RI, Iman Sukri

RUU Penyadapan demi Kepastian Hukum, Standarisasi Aturan, dan Perlindungan Hak Privasi

7 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.