Surabaya (beritajatim.id) — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (Unair). Empat mahasiswa FK Unair berhasil meraih Juara 1 dan Juara 2 dalam ajang Regional Medical Olympiad (RMO) 2025 bidang Cardio-Respiratory yang digelar di Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa).
Kompetisi bergengsi ini berlangsung selama lima hari dan diikuti oleh mahasiswa kedokteran dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Dua tim yang mewakili FK Unair dalam ajang tersebut adalah:
- Tim 1: Anthony Camilo Lim dan Zaskia Nafisa Salma (Juara 1)
- Tim 2: Adam Rafi Saputra dan Diana Annabelle Situmorang (Juara 2)
Anthony Camilo Lim menjelaskan bahwa RMO merupakan ajang kompetisi tahunan antar mahasiswa kedokteran se-Indonesia yang menguji kemampuan klinis dan akademik di berbagai bidang kedokteran. Ia mengatakan, pemilihan peserta dilakukan secara ketat melalui seleksi internal fakultas.
“Delegasi lainnya dipilih dari tiga peserta terbaik hasil seleksi internal fakultas,” ujar Anthony, Kamis (9/10/2025).
Menurutnya, bidang Cardio-Respiratory dipilih karena sudah menjadi minatnya sejak duduk di bangku SMA. Kompetisi ini terdiri atas tiga tahap, yakni babak penyisihan (120 soal MCQ), semifinal (ujian OSPE dan OSCE), serta final berupa lomba cepat tepat antar tiga tim terbaik.
Anthony menambahkan bahwa tim FK Unair telah mempersiapkan diri sejak Mei 2025 melalui sesi diskusi dan latihan intensif. “Kami membagi fokus belajar antar anggota dan berlatih secara rutin,” katanya.
Sementara itu, Zaskia Nafisa Salma mengakui bahwa tantangan utama dalam persiapan adalah keterbatasan waktu bimbingan bersama dosen. Namun, dukungan dari BEM dan pihak fakultas menjadi kunci keberhasilan tim.
“BEM memfasilitasi ruang belajar setiap hari pukul 15.00–18.00 WIB. Fakultas juga memberikan surat tugas untuk dosen pembimbing serta dispensasi UTS bagi kami karena lomba bertepatan dengan minggu ujian,” jelas Zaskia.
Ia juga mengaku semakin percaya diri saat babak final karena kedua tim FK Unair justru saling berhadapan. “Rasanya seperti latihan di fakultas sendiri. Kami bisa tampil lebih santai dan fokus merebut juara,” ujarnya.
Doa dan Dukungan Jadi Kunci Sukses
Salah satu anggota tim, Diana Annabelle Situmorang, menuturkan bahwa keberhasilan mereka tidak lepas dari kerja sama, disiplin belajar, dan dukungan moral dari lingkungan sekitar.
“Saling mendukung dalam tim sangat penting, karena itu membantu kami mengurangi rasa cemas,” ucapnya.
Diana juga menegaskan bahwa doa memiliki peran besar dalam keberhasilan mereka.
“Bukan karena kami paling pintar, tapi karena Tuhan membantu kami. Prestasi ini menambah rasa percaya diri untuk terus berkembang,” tuturnya.
Ia menutup dengan pesan motivatif bagi mahasiswa lain agar tidak mudah menyerah.
“Jangan patah semangat meski merasa belum sepintar orang lain. Dengan disiplin, dukungan, dan doa, kamu pasti bisa meraih apa pun yang kamu cita-citakan.”
Prestasi ini menambah daftar panjang capaian akademik mahasiswa FK Unair di tingkat regional dan nasional, sekaligus menjadi bukti bahwa kerja keras, kerja tim, dan doa mampu membawa hasil luar biasa. (rio)


as a preferred source on Google



