Kabul (beritajatim.id) – Gempa bumi berkekuatan 6,3 magnitudo mengguncang wilayah utara Afghanistan pada Senin dini hari (4 November 2025), menewaskan sedikitnya 20 orang dan melukai lebih dari 640 orang lainnya, menurut keterangan pejabat setempat.
Gempa juga menyebabkan kerusakan pada Masjid Biru bersejarah (Blue Mosque) di Mazar-e-Sharif — salah satu situs keagamaan paling dihormati di negara itu. Beberapa bata dan bagian dinding masjid runtuh, namun struktur utamanya dilaporkan masih berdiri kokoh.
Pusat Gempa di Dekat Khulm
Menurut laporan U.S. Geological Survey (USGS), pusat gempa berada 22 kilometer sebelah barat daya kota Khulm di provinsi Balkh, dengan kedalaman sekitar 28 kilometer. Guncangan dirasakan kuat di Balkh, Samangan, Sar-e-Pul, dan Kunduz, serta hingga ke ibu kota Kabul.
Deputi juru bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana Afghanistan, Qari Taj Mohammad Hemat, mengatakan bahwa korban tewas mencapai 20 orang, sementara 643 orang lainnya luka-luka, termasuk 25 orang dalam kondisi kritis.
Di kota Khulm, yang paling dekat dengan episentrum, warga berjuang menggali puing-puing rumah dari batu bata lumpur yang runtuh. Mereka ada yang terpaksa menarik dua jenazah dari reruntuhan.
Ratusan Rumah Hancur di Badakhshan
Di provinsi tetangga Badakhshan, juru bicara kepolisian Ihsanullah Kamgar melaporkan sekitar 800 rumah hancur sebagian atau seluruhnya di distrik Shahr-e-Bozorg.
Namun, karena keterbatasan jaringan internet di wilayah terpencil tersebut, jumlah korban pasti masih belum diketahui.
Kementerian Pertahanan Afghanistan menyatakan bahwa tim penyelamat dan medis telah tiba di wilayah Balkh dan Samangan, dua provinsi yang paling parah terdampak. Tim-tim tersebut mengevakuasi korban luka dan membantu warga yang kehilangan tempat tinggal.
Guncangan kuat juga memicu longsoran batu yang sempat menutup jalan utama penghubung Kabul–Mazar-e-Sharif, namun jalur tersebut kini telah dibuka kembali. Beberapa warga yang terjebak di sepanjang jalur pegunungan berhasil diselamatkan dan dilarikan ke rumah sakit.
Masjid Biru Bersejarah Alami Kerusakan
Masjid Biru atau Blue Mosque di Mazar-e-Sharif — bangunan bersejarah yang telah berdiri selama berabad-abad — mengalami kerusakan ringan akibat gempa.
Bata dan ornamen di beberapa bagian dinding runtuh, namun tidak ada laporan korban jiwa di lokasi tersebut. Masjid ini merupakan salah satu ikon spiritual Afghanistan dan tempat utama perayaan festival keagamaan serta budaya Islam.
Juru bicara utama pemerintah Taliban, Zabihullah Mujahid, mengatakan melalui platform X (Twitter) bahwa pemerintah sedang mengerahkan bantuan dan tim darurat ke lokasi terdampak.
Sementara itu, Presiden Pakistan Asif Ali Zardari menyampaikan belasungkawa mendalam atas korban gempa dan menegaskan solidaritas Pakistan terhadap rakyat Afghanistan dalam masa sulit ini. “Pakistan berdiri bersama rakyat Afghanistan,” ujar Zardari dalam pernyataan resmi.
Di tengah meningkatnya ketegangan diplomatik antara kedua negara akibat bentrokan perbatasan, kedua belah pihak tetap berkomitmen melanjutkan perundingan damai di Istanbul, Turki, pekan ini.
PBB Turun Tangan Berikan Bantuan
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui kantornya di Afghanistan mengumumkan bahwa tim tanggap darurat sudah berada di lapangan untuk menilai kebutuhan dan menyalurkan bantuan segera.
“Kami berdiri bersama komunitas terdampak dan akan memberikan dukungan yang diperlukan,” tulis akun resmi UN Afghanistan di X.
Afghanistan dikenal sebagai salah satu negara paling rawan gempa di Asia. Pada Agustus 2025, gempa berkekuatan 6,0 magnitudo di bagian timur negara itu menewaskan lebih dari 2.200 orang.
Sementara pada 7 Oktober 2023, gempa serupa berkekuatan 6,3 magnitudo disertai gempa susulan kuat menyebabkan lebih dari 4.000 orang tewas.
Gempa kali ini kembali menambah deretan bencana yang menimpa Afghanistan, negara yang masih berjuang di tengah keterbatasan infrastruktur dan krisis ekonomi.
Dengan sebagian besar rumah warga dibangun dari batu bata lumpur dan kayu, kerusakan meluas tak terhindarkan. Tim penyelamat masih bekerja keras mencari korban dan menyalurkan bantuan di tengah situasi yang penuh tantangan. (hdl)


as a preferred source on Google



