Jakarta (beritajatim.id) – Survei dari Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, menjadi bakal calon gubernur (bacagub) kedua terpopuler dalam Pilkada Jawa Tengah.
“Popularitas Kaesang sangat tinggi, hampir 85 persen,” ujar Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi dalam pemaparan hasil survei yang disiarkan secara online pada Minggu (6/7/2024).
Sementara selebritis Raffi Ahmad menempati posisi bacagub terpopuler di Pilkada Jateng. Namun popularitas ini diiringi elektabilitas Raffi yang masih rendah.
“Raffi hanya meraih 0,8 persen sebagai bacagub yang disebut pertama kali oleh responden untuk Pilkada Jateng. Mungkin karena Raffi dianggap tidak pas menjadi calon kepala daerah karena citranya sebagai artis,” tambahnya.
Nama-nama bacagub lainnya masih kurang populer dibandingkan Kaesang dan Raffi, namun memiliki peluang untuk meningkatkan popularitas dan elektabilitas.
“Untuk Kaesang, ruang manuver untuk menaikkan dikenal sudah makin sempit karena tinggal 15 persen saja yang belum kenal Kaesang,” katanya.
Belum ada jaminan bagi Kaesang untuk memenangkan Pilkada Jateng bila memutuskan untuk berkontestasi nanti.
“Meskipun Kaesang sementara ini unggul, tidak ada jaminan Kaesang akan menang mudah karena rival-rival lainnya masih sangat mungkin menyalip dengan meningkatkan popularitas mereka,” jelasnya.
Survei tersebut mencatatkan Raffi sebagai terpopuler dengan 85,5 persen, disusul Kaesang 84,8 persen, mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen 49 persen, Kapolda Jateng Irjen Pol. Ahmad Luthfi 45,9 persen, Ketua Komisi III DPR RI Bambang Wuryanto atau Bambang Pacul 30,3 persen, dan Bupati Kendal Dico Ganinduto 27 persen.
Indikator Politik Indonesia melakukan pengambilan sampel survei dengan metode multistage random sampling dengan 800 responden, warga negara Indonesia (WNI) di Jawa Tengah yang punya hak pilih dan berusia minimal 17 tahun ke atas atau sudah menikah.
Pengumpulan data dilakukan pada periode 10-17 Juni 2024 dengan metode tatap muka, dengan toleransi kesalahan survei kurang lebih 3,5 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen. (hdl)


as a preferred source on Google




