Jakarta (beritajatim.id) – Latihan Integrasi Taruna Wreda Nusantara (Latsitardanus) XLVI Tahun 2026 resmi dimulai. Komandan Jenderal Akademi TNI Letnan Jenderal TNI Sidharta Wisnu Graha, mewakili Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, secara resmi membuka sekaligus memberangkatkan Satuan Tugas Taruna (Satgastar) menuju Provinsi Aceh.
Kegiatan pemberangkatan berlangsung di Dermaga Samudera II Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah, pada Sabtu, 17 Januari 2026 lalu. Latsitardanus menjadi agenda tahunan strategis yang mempertemukan taruna lintas matra dan lembaga dalam satu misi pengabdian kepada masyarakat.
Diikuti 1.980 Personel Lintas Akademi
Latsitardanus XLVI/2026 diikuti total 1.980 personel yang terdiri atas taruna dan unsur pendamping. Peserta meliputi 510 Taruna Akademi Militer, 238 Taruna Akademi Angkatan Laut, 154 Taruna Akademi Angkatan Udara, 283 Taruna Akademi Kepolisian, 45 Taruna Politeknik Siber dan Sandi Negara, serta 292 Kader Universitas Pertahanan Republik Indonesia. Selain itu, terdapat 458 personel pendamping yang mendukung pelaksanaan kegiatan.
Para taruna tersebut melengkapi gelombang awal yang telah lebih dulu diberangkatkan sejak 8 Januari 2026 sebagai bagian dari tahapan operasional Latsitardanus.
Tahap Akhir Pendidikan Taruna TNI-Polri
Latsitardanus merupakan kegiatan integratif yang menjadi tahapan akhir pendidikan bagi taruna sebelum dilantik menjadi Perwira TNI dan Polri oleh Presiden Republik Indonesia pada akhir Juli 2026. Melalui kegiatan ini, para taruna tidak hanya diuji kemampuan fisik dan kepemimpinan, tetapi juga diperkuat pemahaman tentang sinergi lintas institusi serta pengabdian langsung kepada masyarakat.
Kegiatan ini juga mencerminkan peran TNI dan Polri dalam mendukung upaya pemerintah daerah, khususnya dalam percepatan pemulihan wilayah yang terdampak bencana.
Fokus Pengabdian dan Pemulihan Pascabencana
Selama pelaksanaan Latsitardanus XLVI/2026, para taruna akan menjalankan berbagai program Bhakti Taruna di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang. Sasaran kegiatan mencakup aspek fisik dan nonfisik.
Pada sasaran fisik, kegiatan difokuskan pada pembersihan fasilitas umum. Sementara sasaran nonfisik meliputi trauma healing, dapur umum ceria, pelayanan kesehatan, penyuluhan sanitasi dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta kegiatan edukasi bagi masyarakat, khususnya anak-anak.
Seluruh rangkaian kegiatan dijadwalkan berlangsung selama satu bulan, mulai 17 Januari hingga 16 Februari 2026.
Perkuat Integrasi dan Kepedulian Sosial
Melalui Latsitardanus, integrasi antara TNI, Polri, Politeknik Siber dan Sandi Negara, serta Universitas Pertahanan RI diharapkan semakin solid. Kegiatan ini tidak hanya memperkuat profesionalisme calon perwira, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial, disiplin, dan tanggung jawab terhadap masyarakat.
Pelaksanaan Latsitardanus XLVI/2026 di Aceh diharapkan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat setempat sekaligus membentuk karakter kepemimpinan taruna sebagai generasi penerus pertahanan dan keamanan nasional. (ang)


as a preferred source on Google




