Stockholm (beritajatim.id) – Akademi Ilmu Pengetahuan Swedia secara resmi menganugerahkan Nobel Fisika 2025 kepada John Clarke, Michel H. Devoret, dan John M. Martinis atas penemuan mereka mengenai tunneling kuantum makroskopik dan kuantisasi energi dalam sirkuit listrik.
Menurut Komite Nobel Fisika, penemuan ini menjadi dasar bagi pengembangan teknologi kuantum generasi berikutnya, termasuk kriptografi kuantum, komputer kuantum, dan sensor kuantum berpresisi tinggi.
Penghargaan ini bertepatan dengan peringatan 100 tahun teori mekanika kuantum, tonggak besar dalam sejarah ilmu pengetahuan yang terus membuka peluang baru hingga saat ini.
Ketua Komite, Olle Eriksson, menyatakan bahwa momen ini bukan hanya perayaan masa lalu, tetapi juga bukti nyata bahwa mekanika kuantum masih membawa kejutan dan manfaat besar. “Mekanika kuantum adalah fondasi seluruh teknologi digital yang kita gunakan saat ini,” ujarnya.
Nobel Senilai 1,17 Dollar AS
Ketiga ilmuwan akan berbagi hadiah Nobel senilai 11 juta krona Swedia (sekitar 1,17 juta dolar AS) secara merata.
John Clarke, lahir pada 1942 di Inggris, saat ini menjabat sebagai profesor di University of California, Berkeley, AS. Michel H. Devoret, lahir pada 1953 di Prancis, adalah profesor di Yale University dan juga terafiliasi dengan University of California, Santa Barbara. Sementara John M. Martinis, lahir pada 1958, merupakan profesor di UC Santa Barbara.
Penghargaan Nobel diberikan pertama kali pada tahun 1901 berdasarkan wasiat Alfred Nobel, penemu dinamit yang mengalokasikan kekayaannya untuk menghargai pencapaian luar biasa dalam ilmu pengetahuan, sastra, dan perdamaian. Kategori ekonomi ditambahkan kemudian.
Kategori fisika adalah yang pertama disebut dalam wasiat Nobel, mencerminkan pentingnya disiplin ini di masa hidupnya. Hingga kini, Nobel Fisika tetap menjadi penghargaan paling bergengsi dalam dunia fisika.
Penerima Nobel Fisika terdahulu mencakup nama-nama besar seperti Albert Einstein, Erwin Schrödinger, Max Planck, dan Niels Bohr, yang merupakan pelopor utama teori kuantum.
Seperti tradisi tahunan, Nobel Fisika diumumkan sebagai hadiah kedua dalam rangkaian Nobel minggu ini, menyusul Nobel Kedokteran yang telah diberikan kepada tiga ilmuwan atas penemuan penting di bidang imunologi. Pengumuman Nobel Kimia dijadwalkan pada Rabu.
Semua penghargaan Nobel di bidang sains, sastra, dan ekonomi akan diberikan dalam sebuah upacara resmi di Stockholm pada 10 Desember, bertepatan dengan hari wafatnya Alfred Nobel. Acara ini akan diikuti dengan jamuan makan malam kenegaraan di Balai Kota Stockholm.
Sementara itu, Nobel Perdamaian akan diumumkan pada Jumat dan diberikan melalui upacara terpisah di Oslo, Norwegia, sesuai tradisi yang telah berjalan lebih dari seabad. (hdl)


as a preferred source on Google




