Banyuwangi (beritajatim.id) – Kepolisian Daerah Jawa Timur menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi penutupan sementara jalur penyeberangan di Pelabuhan Ketapang selama perayaan Hari Raya Nyepi di Bali.
Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan zona penyangga atau buffer zone berupa kantong parkir dan rest area bagi kendaraan yang menunggu dibukanya kembali jalur penyeberangan menuju Pelabuhan Gilimanuk.
Kapolda Jawa Timur Nanang Avianto menjelaskan bahwa penutupan operasional penyeberangan akan berlangsung mulai Rabu (18/3/2026) pukul 17.00 WIB hingga Jumat (20/3/2026) pukul 06.00 WIB.
Kebijakan tersebut merupakan bagian dari penyesuaian operasional transportasi laut untuk menghormati perayaan Nyepi di Bali.
Antisipasi Penumpukan Kendaraan
Menurut Nanang, pihak kepolisian telah melakukan rapat koordinasi lintas sektoral untuk mengantisipasi dampak penutupan jalur penyeberangan tersebut.
Salah satu hasil koordinasi adalah penyiapan sejumlah lokasi buffer zone di sekitar akses menuju Pelabuhan Ketapang. Area tersebut akan digunakan sebagai tempat menunggu sementara bagi kendaraan yang hendak menyeberang.
Langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya kemacetan panjang di jalur utama menuju pelabuhan, terutama bagi kendaraan logistik maupun pemudik yang melintas di jalur Jawa–Bali.
Sosialisasi Pembatasan Operasional
Polda Jawa Timur juga telah melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait jadwal penutupan operasional penyeberangan selama perayaan Nyepi.
Informasi tersebut disampaikan melalui berbagai kanal komunikasi agar masyarakat dapat mengatur waktu perjalanan dengan lebih baik dan tidak terjebak antrean kendaraan saat pelabuhan ditutup.
Nanang berharap masyarakat yang akan melakukan perjalanan menuju Bali dapat menyesuaikan jadwal keberangkatan sehingga tidak mengalami keterlambatan akibat pembatasan operasional penyeberangan.
Koordinasi dengan ASDP untuk Percepatan Penyeberangan
Selain menyiapkan buffer zone, Polda Jatim juga berkoordinasi dengan operator pelabuhan PT ASDP Indonesia Ferry untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan setelah jalur penyeberangan kembali dibuka.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah menambah intensitas operasional kapal untuk mempercepat proses penyeberangan dari Ketapang menuju Gilimanuk.
Pengaturan pola penyeberangan juga akan dilakukan secara lebih terkoordinasi agar arus kendaraan dapat bergerak lebih lancar setelah masa penutupan selesai.
Langkah-langkah tersebut diharapkan dapat meminimalkan penumpukan kendaraan serta menjaga kelancaran mobilitas masyarakat di jalur penyeberangan utama Jawa–Bali selama periode perayaan Nyepi. (tin)


as a preferred source on Google




