Bandung (beritajatim.id) – Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa kedatangannya pada Rapat Kerja Daerah Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI) Provinsi Jawa Barat di Bandung tidak bertujuan mencari dukungan politik.
Prabowo menyatakan bahwa kehadirannya terkait dengan kapasitasnya sebagai Menteri Pertahanan yang membidangi pertahanan negara, yang erat kaitannya dengan kehidupan desa sebagai kekuatan nasional.
“Dalam konteks geografis, demografi, sumber daya alam, ekonomi, politik, psikologi, dan aspek lainnya, pertanian dan pertahanan tidak dapat dipisahkan. Kita ini berhubungan,” ungkap Prabowo dalam sambutannya di Rakerda APDESI Jabar.
Meskipun berada di acara bersama tokoh politik Jawa Barat terkait, seperti Ridwan Kamil dan Dedi Mulyadi, Prabowo menegaskan bahwa kunjungannya bukanlah bagian dari kampanye politik. Mengingat statusnya sebagai peserta Pemilu 2024, Prabowo menjaga hati-hati dalam berbicara di depan forum.
“Saya tidak minta dukungan kepala desa Jawa Barat di sini pada hari ini. Saya berharap dan berdoa agar saudara tidak lupa dengan saya. Dari wajah ibu-ibu, saya merasakan benar-benar saya merasakan, terima kasih,” ucapnya, menekankan bahwa dirinya tidak sedang berkampanye.
Ketua DPD APDESI Jawa Barat, Dede Kusdinar, menegaskan bahwa acara ini merupakan agenda resmi APDESI Jabar tanpa unsur politik, deklarasi, atau kampanye terkait Pemilu 2024. Dede menjelaskan bahwa undangan kepada Menteri Pertahanan Prabowo Subianto dilakukan karena tema acara, yaitu “Optimalisasi Ketahanan Kepala Desa Mewujudkan Kedaulatan Negara”.
“Kami mengundang Bapak Menteri Pertahanan untuk memberi bekal kepada seluruh kepala desa se-Jawa Barat,” ujarnya.
Dede menambahkan bahwa Rakerda APDESI Jabar tahun 2023 ini melibatkan sekitar 5.000 kepala desa dan bukan hanya berlangsung di Kota Bandung, tetapi juga akan dilanjutkan ke Kabupaten Garut. Tema pertahanan diangkat sebagai bagian dari pembahasan, sementara agenda lain mencakup pembahasan Undang-Undang Desa untuk meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PAD) dan mengatasi ketertinggalan desa di Jawa Barat. (hdl)


as a preferred source on Google




