Jakarta (beritajatim.id) – Relawan Tenaga Cadangan Kesehatan (TCK) Kementerian Kesehatan RI terus memperkuat pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana, termasuk warga dan para pekerja yang tinggal serta beraktivitas di hunian sementara (huntara). Upaya ini menjadi bagian dari dukungan pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat selama masa pemulihan pascabencana.
Tim TCK Kemenkes Batch II melaksanakan pelayanan kesehatan dengan sistem menetap di klinik fasilitas kesehatan yang berada di kawasan huntara. Pola pelayanan tersebut bertujuan memudahkan akses masyarakat terhadap layanan medis yang cepat, aman, dan berkesinambungan.
Keluhan Kesehatan Didominasi Penyakit Saluran Pernapasan
Dokter Relawan TCK Kemenkes, dr. Yuliana Nur Islami, menjelaskan bahwa sebagian besar pasien yang datang merupakan pekerja di sekitar huntara yang telah beraktivitas di lapangan selama kurang lebih satu bulan. Keluhan kesehatan yang dialami relatif serupa.
“Sebagian besar pasien mengeluhkan batuk, pilek, nyeri tenggorokan, serta pegal-pegal otot. Keluhan ini banyak dialami oleh para pekerja di sekitar huntara yang sudah cukup lama bekerja di lapangan,” ujar dr. Yuliana.
Selain melakukan pemeriksaan dan pengobatan, tim relawan juga menjalankan upaya promotif dan preventif untuk mencegah munculnya penyakit lanjutan. Masyarakat mendapatkan obat-obatan sesuai indikasi medis, vitamin C, obat cacing, serta pembagian masker bagi anak-anak maupun orang dewasa.
Kesadaran Masyarakat Memanfaatkan Layanan Gratis Meningkat
dr. Yuliana menambahkan bahwa kesadaran masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan mulai meningkat. Hal ini tidak terlepas dari kemudahan akses serta pelayanan yang diberikan secara gratis.
“Alhamdulillah, masyarakat di sekitar huntara sudah mulai sadar memanfaatkan fasilitas kesehatan gratis ini. Bahkan ada warga yang merasa kaget karena pelayanan kesehatan yang nyaman dan lengkap dapat diperoleh tanpa biaya,” tambahnya.
Warga dan Pekerja Merasakan Manfaat Langsung
Kehadiran relawan TCK Kemenkes dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat dan para pekerja di kawasan huntara. Iskandar, salah satu pekerja, mengaku sangat terbantu dengan layanan kesehatan yang tersedia di lokasi.
“Saya berobat karena batuk pilek dan radang tenggorokan. Dokter menyarankan untuk banyak minum dan saya juga diberikan obat. Saya sudah sekitar 10 hari bekerja di sini, dan dengan adanya relawan TCK Kemenkes sangat membantu karena tempat berobatnya dekat dan gratis,” ujar Iskandar.
Dukung Pemulihan Pascabencana
Melalui pelayanan kesehatan terpadu ini, Kementerian Kesehatan RI berharap kondisi kesehatan masyarakat di hunian sementara dapat terus terjaga. Dengan demikian, proses pemulihan pascabencana dapat berjalan secara optimal, baik bagi warga terdampak maupun para pekerja yang terlibat dalam kegiatan pemulihan di lapangan.
Kehadiran relawan TCK Kemenkes menjadi bukti nyata komitmen pemerintah dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi masyarakat di situasi darurat hingga fase pemulihan berkelanjutan. (ris)


as a preferred source on Google




