Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Lifestyle»Sedih Bukan Berarti Depresi: Bedakan Self-Healing dan Self-Diagnose agar Tak Keliru

Sedih Bukan Berarti Depresi: Bedakan Self-Healing dan Self-Diagnose agar Tak Keliru

Agathon AgnarAgathon Agnar Lifestyle 1 Juli 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Surabaya (beritajatim.id) – Belakangan ini, istilah kesehatan mental semakin sering diperbincangkan di media sosial. Banyak orang mulai terbuka membicarakan perasaan mereka, termasuk soal kesedihan, kecemasan, bahkan trauma masa lalu. Namun, maraknya tren ini juga memunculkan fenomena baru yang perlu diwaspadai: self-diagnose alias mendiagnosis diri sendiri tanpa bantuan profesional.

Salah satu kekeliruan yang kerap terjadi adalah menyamakan rasa sedih biasa dengan depresi. Perlu dipahami bahwa setiap orang pasti pernah merasa sedih, kecewa, atau lelah secara emosional. Itu hal yang sangat manusiawi. Namun, perasaan tersebut belum tentu berarti seseorang mengalami gangguan mental seperti depresi.

Apa Itu Self-Healing dan Mengapa Populer?

Self-healing atau penyembuhan diri menjadi konsep yang populer, terutama di kalangan anak muda. Istilah ini merujuk pada usaha individu untuk memulihkan kondisi mental dan emosional secara mandiri. Caranya beragam—mulai dari journaling, meditasi, berlibur, hingga menyendiri sejenak dari hiruk-pikuk sosial media.

Self-healing pada dasarnya bukan hal yang buruk. Bahkan, bisa menjadi langkah awal untuk memahami dan merawat diri sendiri. Namun, jika tidak disertai pemahaman yang tepat, self-healing bisa menjadi pelarian sementara tanpa menyentuh akar permasalahan yang sebenarnya.

Bahaya Self-Diagnose: Salah Tafsir Bisa Fatal

Self-diagnose terjadi ketika seseorang menganalisis gejala psikologis yang dirasakan hanya berdasarkan informasi dari internet, media sosial, atau pengalaman orang lain. Contohnya, seseorang yang merasa murung selama beberapa hari langsung menyimpulkan bahwa dirinya mengalami depresi berat.

Baca Juga:  8 Tanda Kamu Harus Resign dari Tempat Kerja, Sebelum Terlambat!

Padahal, menurut para psikolog, depresi adalah gangguan mental serius yang memiliki gejala khas dan berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Beberapa gejala depresi antara lain kehilangan minat beraktivitas, perubahan pola tidur dan makan, merasa tidak berharga, hingga munculnya keinginan untuk mengakhiri hidup.

Jika gejala seperti itu dirasakan, penting untuk segera berkonsultasi dengan tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater, bukan hanya mengandalkan asumsi pribadi.

Penting bagi kita untuk lebih bijak dalam membedakan antara self-healing dan self-diagnose. Ketika merasa sedih atau cemas, cobalah mengenali perasaan tersebut tanpa langsung melabeli diri sendiri mengalami gangguan mental.

Jika kesedihan berlangsung lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, jangan ragu mencari bantuan profesional. Konseling dengan psikolog bukan tanda kelemahan, tapi bentuk kepedulian terhadap diri sendiri.

Di era digital ini, kesadaran akan kesehatan mental memang penting. Namun, informasi yang beredar di media sosial harus disaring dengan bijak. Jangan sampai niat untuk sembuh justru membuat kita terjebak pada pemahaman yang keliru.

Self-healing bisa menjadi awal yang baik untuk pemulihan mental, tapi bukan pengganti bantuan profesional. Sebaliknya, self-diagnose berisiko menyesatkan dan memperparah kondisi. Ingat, sedih belum tentu depresi. Yuk, lebih peka terhadap diri sendiri dan jangan ragu minta bantuan jika dibutuhkan. (aga)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
cara mengatasi stres kesehatan mental self-diagnose self-healing
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026 Lifestyle

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026 Lifestyle
Ilustrasi penderita flu (foto : xframe)

Kemarau Basah Juli 2026: Kasus Flu dan Batuk Meningkat, Ini Penyebab serta Cara Mencegahnya

7 Juli 2026 Lifestyle

Gen Z Ramai Pilih Intimate Wedding, Lebih Personal dan Jadi Investasi untuk Kehidupan Setelah Menikah

7 Juli 2026 Lifestyle

5 Cara Mengatasi Sulit Tidur Setelah Terbangun Tengah Malam, Jangan Langsung Lihat Jam!

3 Juli 2026 Lifestyle

9 Manfaat Mewarnai bagi Anak yang Jarang Disadari, Tak Sekadar Asah Kreativitas tetapi Dukung Tumbuh Kembang

2 Juli 2026 Lifestyle
Leave A Reply Cancel Reply

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Berita Terbaru

Tiket Timnas Indonesia vs Kamboja dan Vietnam di Piala AFF 2026 Resmi Dijual, Cek Harga dan Cara Belinya

18 Juli 2026
Universitas Paramadina,diskursus publik,pemeringkatan universitas,kebijakan publik

Universitas Paramadina Masuk Jajaran Kampus Paling Aktif dalam Diskursus Publik Berdasarkan Analisis AI

17 Juli 2026

Ide Bekal Anak Bukan Sekadar Makanan, Ini Cara agar Si Kecil Lahap Menyantapnya

17 Juli 2026

Jangan Dianggap Sepele, Toxic Relationship Bisa Berdampak pada Kesehatan Fisik

17 Juli 2026
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.