Close Menu
beritajatim.idberitajatim.id
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
Facebook X (Twitter) Instagram
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
beritajatim.idberitajatim.id
Web Utama
  • Home
  • News
    • Peristiwa
    • Politik
    • Hukum & Kriminal
    • Internasional
    • Pendidikan
  • Ekonomi
    • Bisnis
    • Oil&Gas
  • Sport
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • Teknologi
    • Ragam
    • Komunitas
  • Seni&Budaya
  • Network
  • Indeks
beritajatim.idberitajatim.id
Home»Internasional»Warga Uzbekistan Ditangkap di Korea Selatan, Diduga Danai Kelompok Teroris KTJ dan Hamas

Warga Uzbekistan Ditangkap di Korea Selatan, Diduga Danai Kelompok Teroris KTJ dan Hamas

Hendro D. LaksonoHendro D. Laksono Internasional 27 Oktober 2025
Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp
Pasukan anti-teror Korea Selatan
Pasukan anti-teror Korea Selatan

Jakarta (beritajatim.id) – Divisi kontraterorisme Kepolisian Provinsi Gyeonggi Nambu, Korea Selatan, pada Senin (27/10/2025) mengumumkan penangkapan seorang warga negara Uzbekistan berusia 29 tahun atas tuduhan melanggar Undang-Undang Anti-Terorisme, Undang-Undang Larangan Pendanaan Terorisme, serta peraturan terkait pengumpulan dana dan imigrasi.

Menurut hasil penyelidikan, tersangka berpura-pura menjadi pendukung lembaga amal bernama “Y” yang mengelola proyek pembangunan sumur di Afrika untuk mengumpulkan donasi antara Juni 2022 hingga 16 Oktober 2025.

Namun, dana yang terkumpul diduga dikirimkan ke kelompok ekstremis Khatiba al-Tawhid wal-Jihad (KTJ) yang berbasis di Suriah serta ke dompet virtual yang terhubung dengan Hamas, organisasi yang telah masuk daftar hitam internasional.

Polisi menyebut tersangka juga menyebarkan propaganda Islam radikal melalui delapan akun media sosial dengan unggahan berisi ajakan berjihad, seperti “Jika Allah menghendaki, kita harus melawan segala yang menentang Islam. Mari berjuang bersama untuk Allah.”

KTJ, yang berarti Tauhid dan Jihad, adalah organisasi teroris yang didirikan sekitar tahun 2014 di wilayah barat laut Suriah dan beranggotakan minoritas etnis dari Asia Tengah, termasuk Uzbekistan dan Kirgistan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) secara resmi menetapkan KTJ sebagai kelompok teroris pada Maret 2022. Sementara Hamas, yang berbasis di Palestina, juga dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Inggris.

Berdasarkan penyelidikan, tersangka merupakan pengikut KTJ yang masuk ke Korea Selatan pada Maret 2018 dengan visa pelajar D-2 setelah diterima di sebuah universitas. Otoritas Korea menduga aktivitas pendanaan terorisme telah dilakukannya sejak masih berada di Uzbekistan.

Baca Juga:  Gaza Kembali Berduka, Serangan Udara Israel Gempur Palestina Usai Tuduh Hamas Langgar Gencatan Senjata

Pada Agustus 2022, pemerintah Uzbekistan mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap tersangka karena diduga melanggar hukum nasional terkait pendanaan terorisme dan membatalkan paspornya. Menyadari hal itu, tersangka kemudian mengajukan perpanjangan izin tinggal melalui 11 permohonan suaka berbeda sejak Maret 2023.

Selama tinggal di Gyeongsan (Provinsi Gyeongsang Utara) dan Anseong (Provinsi Gyeonggi), tersangka menjalankan kegiatan penggalangan dana ilegal lewat media sosial dengan mengunggah foto pengungsi Muslim serta informasi rekening bank dan kartu kredit atas nama proyek amal palsu “Y.” Ia juga menggalang dana melalui klub sepak bola lokal yang dibentuknya, mengumpulkan sumbangan dari warga Uzbekistan lainnya di Korea Selatan.

Hasil penyelidikan menunjukkan tersangka berhasil mengumpulkan total 626.819 unit aset kripto USDT. Berdasarkan kurs saat penangkapan sekitar 1.520 won per dolar AS, nilai tersebut setara dengan sekitar 952,76 juta won—menjadikannya kasus pendanaan terorisme terbesar yang pernah terungkap di Korea Selatan.

Polisi memperkirakan sekitar 27 juta won dari jumlah tersebut benar-benar dikirimkan ke KTJ dan Hamas. “Mengumpulkan dana terorisme dengan kedok amal merupakan taktik klasik yang sudah lama diperingatkan oleh komunitas internasional,” ujar salah satu pejabat kepolisian.

Penangkapan dilakukan pada 16 Oktober 2025 setelah polisi menerima permintaan resmi dari Kedutaan Besar Uzbekistan dan berkoordinasi dengan Dinas Intelijen Nasional Korea (NIS) serta Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI).

Baca Juga:  Survei: Kejahatan terhadap Warga Korea di Kamboja Turunkan Minat Wisata ke Asia Tenggara

Dalam pemeriksaan, tersangka mengakui telah mentransfer dana ke KTJ namun membantah bahwa Hamas dan KTJ adalah organisasi teroris. Polisi kini masih menelusuri aset virtual dan uang tunai miliknya serta menyelidiki kemungkinan adanya rekan atau jaringan pendukung di Korea Selatan.

Otoritas juga tengah memeriksa potensi ancaman keamanan, termasuk apakah sebagian dana tersebut berhubungan dengan kegiatan berisiko menjelang Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Gyeongju, sebagai langkah antisipasi dini terhadap ancaman terorisme. (hdl)

Add beritajatim.id as a preferred source on Google+
Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Arsip Berita
Hamas Korea Selatan terorisme Uzbekistan
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Berita Lainnya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026 Internasional
Korban tewas gempa Venezuela mencapai 4.118 jiwa. Ribuan bangunan rusak berat akibat fenomena pancake collapse, pencarian korban masih berlangsung.

Korban Tewas Gempa Venezuela Tembus 4.118 Jiwa, Ribuan Bangunan Rusak Berat akibat Pancake Collapse

12 Juli 2026 Internasional
Esmaeil Baghaei

Iran Bantah Minta Negosiasi Baru dengan AS, Trump: Gencatan Senjata telah Berakhir

11 Juli 2026 Internasional
Selat Hormuz

Konflik AS-Iran Memanas, Serangan Balasan Guncang Selat Hormuz dan Ancam Stabilitas Pasokan Energi Global

10 Juli 2026 Internasional
Presiden China Xi Jinping

Xi Jinping Tegaskan Kemandirian Teknologi Jadi Kunci Modernisasi China, Fokus pada Talenta dan Inovasi

9 Juli 2026 Internasional
Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Sebut Kesepahaman AS-Iran Berakhir, Washington Cabut Izin Penjualan Minyak dan Perketat Tekanan

8 Juli 2026 Internasional
Leave A Reply Cancel Reply

Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Trump Kembali Blokade Pelabuhan Iran dan Ancam Serang Infrastruktur, Ketegangan AS-Iran Kian Memanas

15 Juli 2026
Berita Terbaru
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko

Polri Gandeng UPH dan Komdigi Edukasi Mahasiswa Cegah Judi Online Lewat Program Polri Goes to Campus

16 Juli 2026
Polres Mojokerto Kota memperkuat sinergi dengan masyarakat melalui Silaturahmi Kamtibmas, mendorong keamanan, pelayanan publik, dan keselamatan berlalu lintas.

Polres Mojokerto Kota Perkuat Sinergi dengan Warga Lewat Silaturahmi Kamtibmas dan Ajak Jaga Keamanan Bersama

16 Juli 2026

7 Makanan yang Bisa Membantu Meningkatkan Kualitas Sperma, Penting untuk Program Hami

16 Juli 2026

Setjen DPD RI Buka Program Magang Nasional 2026, Kuota 233 Orang dengan Uang Saku hingga Rp6 Juta

16 Juli 2026
Lionel Messi

Messi Antar Argentina Singkirkan Inggris dan Melaju ke Final Piala Dunia, Siap Tantang Spanyol

16 Juli 2026
Facebook X (Twitter) Instagram YouTube
  • Tentang
  • Network
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
© 2026 beritajatim.ID | portal berita jawa timur

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.