Surabaya (beritajatim.id) – Jagung menjadi salah satu bahan pangan paling populer di dunia yang mudah ditemukan dalam berbagai olahan makanan. Selain rasanya yang manis dan mudah diolah, jagung ternyata menyimpan banyak manfaat kesehatan yang telah didukung penelitian ilmiah.
Bahan pangan yang termasuk kelompok biji-bijian utuh atau whole grain ini kaya akan serat, vitamin, mineral, hingga antioksidan yang penting untuk tubuh. Tidak hanya membantu menjaga kesehatan pencernaan, konsumsi jagung juga dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai penyakit kronis seperti penyakit jantung, diabetes tipe 2, hingga kanker kolorektal.
Berikut sejumlah manfaat jagung untuk kesehatan yang penting diketahui.
Jagung dikenal sebagai sumber serat tidak larut yang membantu memperlancar sistem pencernaan. Serat ini bekerja dengan menambah massa feses sehingga memudahkan proses pembuangan sisa makanan dari tubuh. Kandungan serat dalam jagung juga membantu menjaga keseimbangan mikrobioma usus dengan memberi nutrisi bagi bakteri baik di saluran pencernaan.
Selain baik untuk usus, jagung juga bermanfaat menjaga kesehatan mata. Kandungan antioksidan karotenoid seperti lutein dan zeaxanthin diketahui dapat membantu menurunkan risiko gangguan mata. Tubuh menggunakan karotenoid untuk membentuk vitamin A yang berperan penting dalam menjaga fungsi retina, kornea, dan jaringan pelindung mata.
Manfaat lainnya adalah membantu menjaga kesehatan jantung. Jagung mengandung antioksidan yang mampu menekan peradangan dalam tubuh, salah satu faktor yang berkaitan dengan penyakit kardiovaskular. Kandungan kalium di dalam jagung juga membantu menjaga tekanan darah tetap stabil sekaligus mendukung irama jantung yang sehat.
Varian jagung berwarna, seperti jagung ungu, bahkan memiliki kandungan antioksidan lebih tinggi. Pigmen alami pada jagung ungu mengandung quercetin yang dikenal mampu membantu mengurangi peradangan dan berpotensi melindungi tubuh dari penurunan fungsi memori terkait usia, termasuk risiko penyakit Alzheimer.
Kandungan serat dalam jagung juga membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil. Serat memperlambat proses perubahan pati menjadi glukosa sehingga lonjakan gula darah dapat dikendalikan. Karena itu, jagung kerap dianggap lebih baik dibanding camilan tinggi gula atau karbohidrat olahan.
Bagi penderita intoleransi gluten atau penyakit celiac, jagung menjadi salah satu pilihan makanan yang relatif aman dikonsumsi. Jagung secara alami tidak mengandung gluten sehingga dapat menjadi alternatif sumber karbohidrat selain gandum.
Sebagai whole grain, jagung juga dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai penyakit kronis. Konsumsi biji-bijian utuh secara rutin diketahui dapat membantu menurunkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga kanker usus besar.
Beberapa olahan jagung yang termasuk kategori whole grain antara lain popcorn tanpa banyak tambahan gula, tortilla jagung gandum utuh, jagung pipil segar, tepung jagung utuh, dan grits.
Dalam satu tongkol jagung manis ukuran sedang, terkandung sekitar 87 kalori dengan kandungan karbohidrat mencapai 19 gram, protein 3,3 gram, serta dua gram serat. Jagung juga mengandung mineral penting seperti kalium dan magnesium yang dibutuhkan tubuh.
Meski memiliki banyak manfaat, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengonsumsi jagung. Pada kasus yang jarang terjadi, sebagian orang dapat mengalami alergi jagung yang ditandai dengan gejala seperti gatal, bentol, hingga pembengkakan setelah mengonsumsi makanan berbahan jagung.
Selain itu, minyak jagung diketahui mengandung asam lemak omega-6 dalam jumlah tinggi. Meski dibutuhkan tubuh, konsumsi berlebihan omega-6 dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan pembuluh darah dan jantung apabila tidak diimbangi nutrisi lain.
Sebagian besar jagung produksi massal di Amerika Serikat juga berasal dari tanaman hasil rekayasa genetika atau GMO. Karena itu, konsumen yang ingin menghindari GMO biasanya memilih produk berlabel organik.
Produk turunan jagung lain yang juga perlu dibatasi adalah high-fructose corn syrup atau sirup jagung tinggi fruktosa. Pemanis ini banyak digunakan dalam makanan dan minuman olahan serta dikaitkan dengan peningkatan lemak tubuh dan trigliserida bila dikonsumsi berlebihan.
Jagung dapat diolah menjadi berbagai menu sehat untuk konsumsi sehari-hari. Jagung segar bisa dicampurkan ke dalam salad, sup, tumisan, atau dibakar sebagai lauk pendamping. Jagung beku juga praktis digunakan untuk campuran sayur, salsa, hingga chili.
Sementara untuk camilan, popcorn tanpa banyak mentega dan gula bisa menjadi pilihan lebih sehat. Jagung juga banyak digunakan sebagai bahan dessert seperti puding jagung, es krim, hingga kue jagung manis.
Dengan kandungan nutrisi yang lengkap dan manfaat kesehatan yang beragam, jagung dapat menjadi bagian penting dalam pola makan sehat dan seimbang apabila dikonsumsi dalam jumlah yang wajar. (aga)


as a preferred source on Google




