Madrid (beritajatim.id) – Salah satu korban dalam kasus hukum yang menjerat bek Real Madrid, Raul Asencio, memutuskan untuk mencabut gugatan terhadap pemain berusia 22 tahun tersebut. Asencio sebelumnya didakwa atas tuduhan distribusi konten seksual tanpa izin serta distribusi pornografi anak.
Asencio merupakan satu dari empat mantan pemain akademi Real Madrid, bersama Ferran Ruiz, Andres Martin, dan Juan Rodriguez, yang dituduh terkait kasus tersebut. Peristiwa itu terjadi pada musim panas 2023 di Kepulauan Canary, kampung halaman Asencio. Meski demikian, Asencio sendiri dilaporkan tidak terlibat langsung dalam perekaman maupun penyebaran konten.
Korban Terima Permintaan Maaf
Menurut laporan Cadena Cope, korban berusia 18 tahun saat kejadian memutuskan mencabut gugatan tanpa ada kesepakatan atau kompensasi. Ia menyatakan telah menerima permintaan maaf dari Asencio.
“Saya menerima permintaan maaf secara bebas dan sukarela, dan saya menyatakan pengampunan. Saya tidak ingin dia dihukum secara pidana,” ujar korban tersebut.
Proses Hukum Tetap Jalan
Meski ada pencabutan gugatan, jaksa penuntut negara dan korban lain yang berusia 16 tahun saat kejadian tetap melanjutkan tuntutan terhadap Asencio. Jaksa meminta hukuman penjara 2,5 tahun, meski mencabut tuduhan distribusi pornografi anak.
Namun, korban di bawah umur tersebut masih bersikeras melanjutkan tuntutan dengan dakwaan distribusi pornografi anak dan meminta hukuman penjara 4 tahun untuk Asencio.
Dalam pernyataannya, Asencio menegaskan bahwa dirinya tidak bersalah. “Saya akan membela diri untuk membuktikan bahwa hati nurani saya bersih dari tuduhan ini,” ujarnya.
Hingga saat ini, pihak Real Madrid belum memberikan komentar resmi terkait kasus yang menjerat pemain akademinya tersebut. Situasi ini terus menjadi sorotan publik, mengingat keterlibatan beberapa mantan pemain akademi klub raksasa Spanyol itu. (ris)


as a preferred source on Google




