Surabaya (beritajatim.id) – Memiliki rumah sendiri setelah menikah adalah impian banyak pasangan. Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga dianggap sebagai salah satu life goals yang penting. Namun, ternyata tidak semua orang memilih untuk membeli rumah.
Sebuah riset menunjukkan bahwa hanya sekitar 17 persen Generasi Z yang sudah memiliki rumah. Sisanya lebih memilih untuk tinggal di kos, kontrakan, atau bersama orang tua. Alasan mereka beragam, mulai dari enggan berhutang untuk KPR hingga ingin memprioritaskan kebutuhan lain seperti liburan atau investasi pribadi.
Jika dihadapkan pada dua pilihan, yaitu membeli rumah dengan kredit atau menyewa rumah, mana yang lebih menguntungkan? Berikut ulasan lengkap mengenai kelebihan dan kekurangan kedua opsi tersebut.
Bagi pasangan muda yang belum memiliki cukup dana tunai, KPR (Kredit Pemilikan Rumah) menjadi solusi untuk mewujudkan impian memiliki rumah sendiri. Saat ini, banyak bank menawarkan KPR dengan berbagai keuntungan, antara lain:
1. Hak Penuh atas Properti
Membeli rumah memberi kamu hak penuh atas properti tersebut. Rumah bisa ditinggali dalam jangka panjang, diwariskan ke anak, dijual, atau diubah sesuai kebutuhan.
2. Investasi Jangka Panjang dan Peluang Bisnis
Rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga investasi jangka panjang. Kamu bisa menyewakan rumah untuk mendapatkan passive income, apalagi jika lokasinya strategis dekat kantor atau kampus ternama.
3. Bisa Dijadikan Jaminan
Rumah yang kamu miliki dapat digunakan sebagai jaminan kredit bank untuk kebutuhan modal usaha atau keperluan finansial lainnya.
4. Aman Saat Masa Pensiun
Dengan memiliki rumah sendiri, biaya tempat tinggal di masa tua dapat diminimalisir. Dana pensiun pun bisa digunakan untuk kebutuhan lain tanpa khawatir biaya sewa.
Meski banyak keuntungan, membeli rumah secara kredit juga memiliki beberapa risiko:
- Total Biaya Lebih Tinggi
Selain harga rumah, kamu harus membayar bunga, biaya administrasi, dan biaya legalitas. Total yang dikeluarkan bisa jauh lebih tinggi dibanding harga rumah asli. - Risiko Rumah Disita
Jika gagal membayar cicilan, bank berhak menyita rumah. Oleh karena itu, kemampuan membayar cicilan secara rutin sangat penting. - Proses Pengajuan Rumit
KPR membutuhkan banyak dokumen, seperti KTP, KK, slip gaji, rekening bank, dan dokumen pendukung lainnya. Proses persetujuan juga bisa memakan waktu.
Menyewa atau mengontrak rumah bisa menjadi alternatif bagi pasangan muda yang ingin hemat biaya atau memiliki mobilitas tinggi:
1. Cocok untuk Pekerja Mobile
Bagi yang sering pindah kota karena pekerjaan, kontrakan lebih fleksibel dibanding memiliki rumah sendiri.
2. Biaya Pemeliharaan Lebih Rendah
Biaya yang dikeluarkan hanya untuk sewa bulanan. Tidak perlu membayar pajak properti atau renovasi besar.
Namun, menyewa rumah juga memiliki keterbatasan:
- Properti Bukan Milikmu
Saat kontrak habis atau pemilik rumah tidak ingin memperpanjang, kamu harus pindah. - Biaya Pindah Rumah
Pindah rumah membutuhkan biaya tambahan, tenaga, dan waktu. - Tidak Aman untuk Masa Tua
Menyewa rumah tidak membangun aset. Di masa tua, kamu tetap harus mengeluarkan biaya sewa kecuali memiliki properti sendiri.
Baik membeli rumah dengan KPR maupun menyewa rumah memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Membeli rumah cocok bagi yang ingin memiliki aset jangka panjang, investasi, dan keamanan di masa tua. Sedangkan menyewa rumah lebih fleksibel dan hemat biaya, cocok untuk pasangan muda dengan mobilitas tinggi atau kondisi keuangan terbatas. (aga)


as a preferred source on Google




